Kompas.com - 06/04/2021, 13:30 WIB
Ilustrasi lupa Unsplash/Zach RowlandsonIlustrasi lupa

KOMPAS.com - Pernahkah Anda disapa dengan hangat oleh seseorang tapi Anda hanya mengingat wajah namun tidak namanya?

Atau pernahkah Anda pergi ke supermarket untuk membeli sesuatu, namun ketika sudah berada di sana Anda bingung dengan tujuan sedari awal?

Sebelum menyimpulkan gejala gangguan memori yang aneh-aneh dan bombastis, Anda harus tahu dulu bahwa penurunan kualitas memori ini sangat wajar mengikuti proses penuaan.

Menurut Joel Kramer dari University of California, beberapa kemampuan kognitif atau konstruksi proses yang melibatkan otak, akan melemah di atas 30 tahun dan akan makin menurun dari tahun ke tahun setelahnya.

Tapi, penurunan kemampuan kognitif ini bisa Anda minimalisir, atau bisa Anda cegah, dengan menerapkan beberapa kebiasaan hidup.

Baca juga: Apa Itu Short Memory Loss atau Hilang Ingatan Jangka Pendek?

Melansir dari laman Prevention, beberapa pilihan kebiasaan hidup bisa melatih ketajaman otak dari waktu ke waktu.

Berikut ini adalah beberapa latihan sederhana yang bisa mulai Anda terapkan sebagai kebiasaan baru di kehidupan Anda.

1. Jangan menggantungkan hidup pada internet

Google memang memiliki jawaban untuk hampir seluruh pertanyaan. Namun, biasakan untuk mengingat dahulu sebelum mengakses Google untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang menganggu otak Anda.

Ilustrasi googlingUnsplash/cookie the pom Ilustrasi googling

Semisal ketika Anda lupa lirik lagu, atau Anda lupa nama aktor sebuah film, biasakan untuk mengingatnya dulu secara manual dengan otak Anda.

Digital amnesia, adalah kondisi dimana banyak orang melupakan dan menyepelekan informasi karena menggantungkan diri pada berbagai aplikasi teknologi.

Sebagai contoh, kini semakin banyak orang yang tak mau repot menghapal nomor telepon orang-orang terdekatnya karena menggantungkan diri pada buku telepon gawai.

Padahal kebiasaan menghapal hal-hal kecil, adalah kebiasaan hidup bagus untuk menajamkan otak.

Ketika kita mempelajari informasi baru dan mengingatnya nanti, kita secara otomatis mengaktifkan hippocampus dan prefrontal cortex, area otak yang menyimpan ingatan.

Ketika kita sudah jarang menghapal sesuatu, area ini akan melemah dari waktu ke waktu.

Baca juga: Memahami Penyebab Brain Fog atau Lupa Ingatan Mendadak pada Wanita

2. Tidur siang

Sara Mednick, profesor psikologi dari University of California, mengatakan bahwa tidur siang bisa membantu menajamkam kembali memori otak.

Tidur membantu mengubah memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang dengan membuat hubungan kuat antara pengalaman baru dengan kenangan lama. 

Hal ini membuat pengalaman baru terintegrasi dengan pengalaman lama sehingga lebih mudah dimengerti dan diingat. 

Penelitian Mednick melibatkan sekitar 81 orang yang diminta menyelesaikan sebuah soal di pagi hari. Kemudian 60 orang di antaranya diminta tidur siang selama 90 menit, dan yang lain diminta menonton video.

Selama peserta tidur, Mednick mengontrol aktivitas saraf otonom lewat denyut jantung dan gerakan mata. 

Ketika esok hari seluruh peserta diminta kembali mengerjakan soal, seluruh peserta yang di hari sebelumnya tidur siang memiliki kemampuan lebih untuk mengerjakan soal daripada yang tidak tidur siang.

Baca juga: Solusi Mendapatkan Kualitas Tidur yang Baik

3. Olah raga rutin

Setiap kali Anda bergerak dan memompa darah, Anda secara otomatis memberi dorongan kepada kerja otak Anda.

Olah raga ringan di rumahUnsplash/Jonathan Borba Olah raga ringan di rumah

Karena darah yang melaju lancar ke otak, membawa nutrisi dan oksigen yang menyehatkan otak.

Olah raga juga memancing tubuh memproduksi protein tertentu yang berguna untuk "menyuburkan" otak, memancing neuron untuk melahirkan cabang-cabang baru sehingga mereka bisa bekerja makin maksimal.

4.  Jangan terlalu sering multitasking

Multitasking, mengerjakan banyak hal dalam satu waktu, memang terlihat sangat positif dan produktif. 

Namun hal ini ternyata tak bagus untuk kesehatan memori otak. Ketika Anda mengerjakan banyak hal secara bersamaan, ternyata otak akan mengalami stres, sehingga ada banyak kesalahan yang kita lakukan.

Stres yang ada, memicu hormon yang bisa menganggu memori jangka pendek kita. 

Baca juga: Hati-Hati, Tidur Terlalu Lama Bisa Menurunkan Kualitas Memori Otak

5. Makan nutrisi terbaik untuk otak

Beberapa makanan mengandung nutrisi yang baik untuk otak, melatih memori dan membuat Anda fokus.

Ilustrasi jus buah bitzeleno Ilustrasi jus buah bit

Buah beri dan bit merah misalnya, adalah sumber makanan yang kaya antioksidan yang bisa menangkap radikal bebas di otak Anda dan kemudian mengeluarkannya. Radikal bebas ini membuat kerja otak makin lambat waktu demi waktu.

Sedangkan kunyit, kaya akan curcumin. Dalam penelitian, orang dengan demensia yang mengonsumsi kunyit rutin, memperlihatkan perkembangan ingatan lebih bagus daripada mereka yang tidak mengonsumsi.

Yang penting diingat, jangan pernah membuat diri Anda kelaparan.  Ketika Anda kelaparan, gula darah akan turun drastis sehingga akan menurunkan kemampuan fokus Anda. 

Gula, adalah komponen penting yang dibutuhkan otak untuk bekerja. 

Baca juga: 3 Kandungan Nutrisi Yogurt yang Bermanfaat bagi Pertumbuhan Anak

 

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X