Banjir Bandang dan Longsor di NTT, BNPB Kirim Bantuan

Kompas.com - 05/04/2021, 15:54 WIB
Foto : Banjir memporakporandakan rumah warga di Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Dokumen wargaFoto : Banjir memporakporandakan rumah warga di Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021).

KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan mengirimkan bantuan untuk warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan dibawa bersama rombongan Kepala BNPB Doni Monardo, yang bertolak ke Flores Timur pada Senin (5/4/2021) pagi.

"Bersama dengan pesawat juga ada barang-barang logistik yang dibutuhkan, seperti selimut, makanan siap saji, hingga obat-obatan," kata Doni, dikutip dari siaran pers BNPB, Senin (5/4/2021).

Baca juga: #PrayForNTT, Bagaimana Situasi Banjir Bandang di NTT?

Adapun rincian jenis bantuan yang dikirimkan adalah sebagai berikut:

  • Makanan siap saji sebanyak 1.002 paket
  • Makanan tambahan gizi 1.002 paket
  • Makanan lauk pauk 1.002 paket
  • Selimut 3.000 lembar
  • Sarung 2.000 lembar
  • Alat tes cepat antigen 10.000 unit
  • Masker kain 1.000 lembar
  • Masker medis 1.000 lembar

Beberapa sisa bantuan yang tidak dapat tertampung dikirim secara bertahap pada hari yang sama menggunakan ekspedisi udara.

Situasi di Flores Timur

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyampaikan, bencana banjir bandang yang terjadi di Flores Timur telah menyebabkan sebanyak 44 orang meninggal dunia, 26 orang hilang, dan 9 orang luka-luka.

Selain itu, 80 KK juga turut terdampak dan 256 jiwa mengungsi di Balai Desa Nelemawangi, Flores Timur.

"Data mengenai para korban dan masyarakat terdampak masih dapat berubah mengikuti perkembangan di lapangan," kata Raditya.

Baca juga: BMKG: Siklon Tropis Seroja Bisa Picu Gelombang Setinggi 6 Meter di Perairan Selatan NTT

Selain korban jiwa, Raditya menyebutkan, kerugian materiil yang dilaporkan meliputi 17 unit rumah hanyut, 60 unit rumah terendam lumpur, dan 5 jembatan putus.

Puluhan rumah di Kecamatan Adonara Barat juga dilaporkan terendam banjir, sedangkan ruas jalan Waiwadan-Danibao dan Numindanibao terputus di empat titik.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X