BPUM Kembali Disalurkan pada 2021, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya

Kompas.com - 02/04/2021, 08:15 WIB
Ilustrasi Bantuan Presiden (Banpres) Produktif (Dok. Shutterstock) Ilustrasi Bantuan Presiden (Banpres) Produktif (Dok. Shutterstock)

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) segera menyalurkan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM.

Melansir Antara, Kamis (1/4/2021), BLT UMKM 2021 kembali disalurkan pada 9,8 juta pelaku usaha mikro.

Kementerian Koperasi dan UKM mengatakan jumlah penerima BLT UMKM akan bertambah 3 juta orang sehingga totalnya menjadi 12,8 juta orang.

Tak seperti tahun lalu, besaran bantuan kali ini adalah Rp 1,2 juta sesuai dalam Peraturan Kemenkop UKM Nomor 2 Tahun 2021.

Menkop UKM Teten Masduki mengatakan, pemotongan bantuan ini dilakukan karena keterbatasan anggaran yang diberikan pemerintah.

"Anggaran tahun ini bakal beda. Saat ini disetujui 12,8 juta penerima. Untuk besarannya Rp 1,2 juta bukan Rp 2,4 juta," ucap dia, seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (1/4/2021).

Berikut ini syarat, cara pendaftaran BLT UMKM:

Baca juga: 4 Bantuan yang Masih Cair pada April 2021, Apa Saja?

Syarat

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan BPUM UMKM ini, yaitu:

  1. Tidak sedang menerima kredit modal kerja dan investasi dari perbankan
  2. WNI dan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dibuktikan dengan surat usulan dari pengusul
  3. Tidak berasal dari aparatur sipil negara (ASN), TNI/Polri, dan pegawai BUMN/BUMD

Cara daftar

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan ini, bisa mendaftar ke Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kadiskop UKM) kabupaten atau kota di wilayah masing-masing.

Pelaku UMKM bisa mendaftarkan diri atau mengajukan dirinya ke pengusul yang sudah ditentukan.

Pengusul yang dimaksud adalah dinas yang membidangi koperasi dan UKM, koperasi yang telah disahkan sebagai badan hukum, kementerian/lembaga, perbankan, dan perusahaan pembiayaan lain yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Beberapa dokumen yang disiapkan, yakni:

  • Nomor Induk Kependudukan (NIK)
  • Alamat tempat tinggal
  • Bidang usaha
  • Nomor telepon

Masyarakat yang belum memiliki rekening bank juga masih bisa mendaftar BLT UMKM.

Pasalnya, mereka akan dibuatkan oleh bank penyalur jika sudah dinyatakan berhak menerima bantuan.

"Pihak bank akan memanggil penerima untuk dibuatkan rekening dan nantinya akan menandatangani self declaration soal kelayakan menerima," jelas dia.

Link

Untuk mengecek status penerima BLT UMKM, masyarakat dapat mengunjungi laman eform.bri.co.id/bpum.

Akan tetapi, tautan untuk layanan pengecekan NIK Penerima BPUM di eform.bri.co.id/bpum BRI masih tutup untuk sementara.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto menyampaikan layanan pengecekan NIK Penerima BPUM dapat tetap dilakukan pada laman eform.bri.co.id/bpum.

Namun untuk saat ini layanan pengecekan penerima BPUM 2021 pada laman tersebut belum dibuka kembali.

"Karena tengah dilakukan pemutakhiran data pada sistem dan akan segera dibuka kembali," ujar dia saat dihubungi Kompas.com, Jumat (2/4/2021)

Sumber: Kompas.com (Elsa Catriana/Nur Rohmi Aida | Editor: Yoga Sukmana/Inggried Dwi Wedhaswary)


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapan Lebaran Idul Fitri 2021? Berikut Link Live Streaming Sidang Isbat Sore Ini

Kapan Lebaran Idul Fitri 2021? Berikut Link Live Streaming Sidang Isbat Sore Ini

Tren
Profil Go Tik Swan, Pelopor Batik Indonesia yang Dijadikan Google Doodle Hari ini

Profil Go Tik Swan, Pelopor Batik Indonesia yang Dijadikan Google Doodle Hari ini

Tren
Vaksinasi Gotong Royong: Jadwal, Harga, dan Vaksin yang Digunakan

Vaksinasi Gotong Royong: Jadwal, Harga, dan Vaksin yang Digunakan

Tren
Update Corona Global 11 Mei 2021: 4.000 Pelaku Mudik Positif Covid-19 | Malaysia Kembali Lockdown Nasional

Update Corona Global 11 Mei 2021: 4.000 Pelaku Mudik Positif Covid-19 | Malaysia Kembali Lockdown Nasional

Tren
Kisah di Balik Kolaborasi 'Tahilalats' dan Coldplay untuk 'Higher Power'

Kisah di Balik Kolaborasi "Tahilalats" dan Coldplay untuk "Higher Power"

Tren
Asal Kata dan Sejarah Mudik, Tradisi Masyarakat Indonesia Saat Lebaran

Asal Kata dan Sejarah Mudik, Tradisi Masyarakat Indonesia Saat Lebaran

Tren
Kuota Gratis Kemendikbud Cair Pagi Ini, Berikut Cara Cek, Syarat, hingga Kuota yang Didapatkan

Kuota Gratis Kemendikbud Cair Pagi Ini, Berikut Cara Cek, Syarat, hingga Kuota yang Didapatkan

Tren
Seleksi Dibuka Mei 2021, Ini Kategori yang Berhak Mendaftar PPPK Guru

Seleksi Dibuka Mei 2021, Ini Kategori yang Berhak Mendaftar PPPK Guru

Tren
Sore Ini Sidang Isbat Idul Fitri 2021, Ini Link Live Streaming-nya!

Sore Ini Sidang Isbat Idul Fitri 2021, Ini Link Live Streaming-nya!

Tren
[POPULER TREN] Jadwal Operasional Pos Indonesia, SiCepat, dan JNE Selama Libur Lebaran 2021 | Video Viral Rombongan Mudik Jokowi

[POPULER TREN] Jadwal Operasional Pos Indonesia, SiCepat, dan JNE Selama Libur Lebaran 2021 | Video Viral Rombongan Mudik Jokowi

Tren
Besok Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2021, Ini Link Live Streaming dan Tahapannya

Besok Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2021, Ini Link Live Streaming dan Tahapannya

Tren
Mengenang Rachel Corrie, Pejuang Palestina yang Tewas Dilindas Buldoser Israel

Mengenang Rachel Corrie, Pejuang Palestina yang Tewas Dilindas Buldoser Israel

Tren
5 Perpustakaan Terbesar dan Termegah di Dunia

5 Perpustakaan Terbesar dan Termegah di Dunia

Tren
Ingat, Cuti Bersama Libur Lebaran untuk ASN Hanya 12 Mei 2021

Ingat, Cuti Bersama Libur Lebaran untuk ASN Hanya 12 Mei 2021

Tren
INFOGRAFIK: Mudik Lokal di Wilayah Aglomerasi Dilarang

INFOGRAFIK: Mudik Lokal di Wilayah Aglomerasi Dilarang

Tren
komentar
Close Ads X