Jangan Lakukan Hal Ini Termasuk Merokok agar Tes GeNose Akurat...

Kompas.com - 29/03/2021, 14:00 WIB
Salah satu penumpang kereta tengah mengikuti tes GeNose C19. Mulai 20 Maret 2021, pelayanan tersebut mengalami penyesuaian harga menjadi Rp 30.000 dari sebelumnya Rp 20.000. Dok HUMAS PT KAI DAOP 2 BANDUNGSalah satu penumpang kereta tengah mengikuti tes GeNose C19. Mulai 20 Maret 2021, pelayanan tersebut mengalami penyesuaian harga menjadi Rp 30.000 dari sebelumnya Rp 20.000.

KOMPAS.com - Alat deteksi Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) GeNose C19 menjadi salah satu sarana untuk melakukan tes Covid-19 bagi calon pelaku perjalanan.

Dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 tertanggal 26 Maret 2021, hasil negatif tes GeNose menjadi salah satu syarat bagi pelaku perjalanan dalam negeri.

Hasil tes negatif GeNose C19 digunakan sebagai syarat bagi penumpang yang ingin melakukan perjalanan udara, laut, dan darat.

Kendati demikian, masih ada sebagian orang yang belum paham tentang ketentuan sebelum melakukan uji deteksi Covid-19 menggunakan GeNose.

Salah satunya, kewajiban bagi calon pengguna tes GeNose untuk tidak merokok, minum (kecuali air putih), dan memakan makanan berbau menyengat, setidaknya 30 menit sebelum tes.

Lantas, mengapa dilarang merokok, minum, dan makan sebelum tes GeNose? Ini penjelasannya.

Baca juga: Tes GeNose Kini Bisa Dipesan via Aplikasi KAI Access, Begini Caranya

Penjelasan

Mengutip Kompas TV, 28 Desember 2020, Ketua Tim Pengembang GeNose UGM Kuwat Triyana mengatakan, bau rokok serta bau dari makanan dan minuman yang menyengat dapat mengganggu akurasi GeNose.

"Menurut informasi dari tim medis, apabila virus atau bakteri atau patogen yang masuk ke dalam saluran napas, maka di situ akan terjadi semacam reaksi metabolisme. Bentuknya atau hasilnya berupa senyawa yang mudah menguap atau bahasa ilmiahnya Organic Volatile Compound," kata Kuwat.

Kuwat mengatakan, senyawa tersebut sangat khas sehingga bisa dideteksi mana senyawa yang dihasilkan oleh virus corona penyebab Covid-19 dan mana yang dihasilkan oleh virus lain.

"Kaitannya dengan makanan tadi, memang ada pengaruhnya, sedikit. Walaupun kami tidak menemukan semua yang habis makan, di-GeNose, positif atau negatif. Artinya, mengganggu sinyal," ujar Kuwat.

"Memang ada (salah deteksi) maka di dalam penggunaan ini kami menyarankan untuk satu jam sebelum tes itu jangan makan makanan yang baunya sangat menyengat, seperti durian, kemudian petai atau jengkol," imbuhnya.

Kuwat juga mengatakan, merokok dapat mengakibatkan intervensi pada sinyal yang dideteksi oleh alat GeNose untuk menemukan virus corona.

"Yang penting lagi, jangan minum alkohol," kata Kuwat.

Baca juga: Perbedaan Swab PCR, Rapid Test Antigen, dan GeNose untuk Tes Covid-19

Baca juga: Update Daftar 23 Stasiun yang Melayani Pemeriksaan GeNose C19

Bisa tidak akurat

Kuwat mengatakan, jika larangan-larangan tersebut tidak dipatuhi oleh calon pengguna GeNose, maka alat tersebut kemungkinan dapat mengeluarkan hasil false positive (positif palsu) atau false negative (negatif palsu).

"Cukup ketat. Ya saya kira hampir sama kalau kita tes urine ya. Itu kan kita juga harus puasa beberapa jam. Jadi itu hal yang wajar," kata Kuwat.

Kuwat menegaskan, larangan-larangan tersebut wajib dipatuhi oleh semua calon penumpang yang akan menggunakan GeNose agar hasil tes yang didapat akurat.

"Mau enggak mau harus dipatuhi," ujar dia.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Tarif dan Daftar Stasiun yang Layani GeNose


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X