Malam Ini Earth Hour, Matikan Lampu Selama Satu Jam, Begini Sejarahnya

Kompas.com - 27/03/2021, 20:14 WIB
Sejumlah karyawan mematikan lampu dan menyalakan lilin pada peringatan Earth Hour di halaman Hotel Horison Nayumi, Kota Gorontalo, Gorontalo, Sabtu (30/3/2019). Aksi mematikan listrik selama 60 menit tersebut menjadi simbol yang menunjukan solidaritas untuk planet bumi serta mengurangi laju perubahan iklim. ANTARA FOTO/ADIWINATA SOLIHINSejumlah karyawan mematikan lampu dan menyalakan lilin pada peringatan Earth Hour di halaman Hotel Horison Nayumi, Kota Gorontalo, Gorontalo, Sabtu (30/3/2019). Aksi mematikan listrik selama 60 menit tersebut menjadi simbol yang menunjukan solidaritas untuk planet bumi serta mengurangi laju perubahan iklim.

KOMPAS.com - Setiap tahun, jutaan orang di berbagai negara memadamkan lampu mulai pukul 20.30 hingga 21.30 pada hari Sabtu terakhir di bulan Maret.

Tradisi tahunan itu diberi nama 'Earth Hour', yang bertujuan untuk mengampanyekan dampak perubahan iklim serta pentingnya mengembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Tahun ini, Earth Hour kembali diperingati pada 27 Maret 2021 dengan tema 'Unity in Biodiversity' atau Persatuan dalam Keanekaragaman Hayati.

Baca juga: Malam Ini, Earth Hour ke-13 dilakukan 60 menit Non-stop Secara Daring

Isu utama Earth Hour

Selain aksi simbolis memadamkan lampu selama satu jam, pelaksanaan Earth Hour 2021 juga akan berfokus pada empat isu utama, yaitu:

  1. Membangun kolaborasi untuk kampanye mengurangi sampah plastik di lautan
  2. Mempromosikan kampanye hemat energi serta energi baru terbarukan
  3. Menginisiasi komitmen anak muda untuk program pembangunan kesadaran konsumen akan pola konsumsi yang berkelanjutan
  4. Menggerakkan kampanye pembangunan kesadaran terkait keanekaragaman hayati di seluruh Indonesia

Baca juga: Peringatan Earth Hour, 4 Sumber Energi Ini Juga Bisa Selamatkan Bumi

Sejarah Earh Hour

Mengutip Business Today, Earth Hour diinisiasi oleh WWF dan sejumlah organisasi lain di Sydney, Australia pada tahun 2007 lalu.

Pada waktu itu, para inisiator gerakan ini berhasil mengajak 2,2 juta orang untuk memadamkan lampu selama satu jam, sebagai bentuk dukungan untuk melawan perubahan iklim.

Seiring berjalannya waktu, Earth Hour mulai diterima sebagai sebuah gerakan global yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat di seluruh dunia.

Ikon-ikon negara dari seluruh dunia juga turut berpartisipasi dalam gerakan ini, termasuk Menara Eiffel di Perancis, Jam Besar Big Ben di Inggris, Gedung Opera Sydney di Australia, dan Empire State Building di Amerika Serikat.

"Earth Hour adalah gerakan terbuka dan kami menyambut siapa saja yang ingin ambil bagian dalam upaya mempersatukan umat manusia untuk melindungi planet kita," tulis pernyataan di laman Earth Hour.

Baca juga: Peringatan “Earth Hour”, Lampu 3 JPO Instagramable di Jakarta Dipadamkan

Earth Hour di Indonesia

Mengutip Kompas.com, Sabtu (27/3/2021) yayasan World Wild Fund (WWF) Indonesia beserta komunitas Earth Hour di 30 kota mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu dan melindungi masa depan keanekaragaman hayati.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X