Tindakan Mengatasi Kesepian Selama dan Pascapandemi...

Kompas.com - 27/03/2021, 12:30 WIB
Dua orang wanita menjaga jarak sosial saat mengobrol di kursi taman di Jenewa, Swiss, 18 Maret 2020. Menjaga jarak aman antar warga merupakan salah satu cara yang dianjurkan untuk mencegah penyebaran virus corona. AFP/FABRICE COFFRINIDua orang wanita menjaga jarak sosial saat mengobrol di kursi taman di Jenewa, Swiss, 18 Maret 2020. Menjaga jarak aman antar warga merupakan salah satu cara yang dianjurkan untuk mencegah penyebaran virus corona.

KOMPAS.com - Parlemen Inggris mulai mempertimbangkan tindakan untuk mengatasi kesepian pasca-pandemi.

Mereka akan memperbanyak bangku, toilet umum, dan penerangan jalan di ruang publik untuk mendorong orang-orang yang kesepian kembali bergaul.

Dilansir dari The Guardian, Rabu (24/3/2021), anggota parlemen konservatif Inggris, Neil O'Brien mengatakan bahwa penting untuk memperhatikan hubungan tetangga dan hubungan berkualitas lainnya setelah setahun pandemi.

"Ini berarti lebih banyak toilet umum, penerangan jalan yang lebih baik, ruang aman yang landai dan tenang, sehingga semua orang dari segala usia dan semua latar belakang memiliki fasilitas yang mereka butuhkan untuk menjalin persahabatan yang berharga di daerah mereka," katanya.

Baca juga: Simak 3 Gejala Baru Covid-19, dari Anosmia hingga Parosmia

Darurat kesepian

Tindakan mengatasi "darurat kesepian" ini berawal dari jajak pendapat Palang Merah Inggris yang menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga (35 persen) orang Inggris merasa kurang terhubung dengan komunitas mereka daripada yang mereka lakukan sebelum Covid-19.

Sebanyak 39 persen tidak berpikir perasaan kesepian mereka akan hilang setelah adanya pembatasan pada kehidupan sehari-hari.

Hampir sepertiga (32 persen) khawatir bahwa mereka mungkin tidak dapat terhubung dengan orang-orang dengan cara yang sama seperti sebelum pandemi.

Baca juga: Terlalu Lama Bermain Gadget Bisa Pengaruhi Mental Anak, Benarkah?

Direktur Eksekutif Komunikasi dan Advokasi Palang Merah Inggris Zoë Abrams mengatakan, mengatasi kesepian harus menjadi prioritas karena selama pandemi banyak orang telah menghadapi transisi kehidupan yang menyebabkan kesepian, seperti kesehatan fisik dan mental yang buruk, kehilangan pekerjaan atau kehilangan orang yang dicintai.

"Kurangnya layanan bus yang baik, toilet umum gratis, taman dan kebun, fasilitas ganti bayi atau adaptasi aksesibilitas dapat menjadi penghalang yang mencegah orang untuk terhubung dengan orang lain secara langsung," katanya.

Inggris telah menginvestasikan lebih dari 31,5 juta poundsterling untuk organisasi yang mendukung orang-orang yang mengalami kesepian dan 44 juta poundsterling untuk organisasi kesehatan mental.

Baca juga: Millen Cyrus dan Bahaya Sabu bagi Fisik dan Mental Penggunanya...

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X