Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lulus SNMPTN 2021 Belum Tentu Diterima di PTN, Ini Penjelasan LTMPT

Kompas.com - 22/03/2021, 15:16 WIB
Nur Rohmi Aida,
Rendika Ferri Kurniawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) diumumkan pada Senin (22/3/2021) pukul 15.00 WIB.

Pengumuman dilakukan melalui laman pengumuman-snmptn.ltmpt.ac.id

Peserta yang dinyatakan lulus seleksi SNMPTN 2021 belum tentu diterima sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tujuan.

Peserta akan dinyatakan diterima di PTN tujuan dengan syarat telah memenuhi ketentuan dan verifikasi data, dan persyaratan lain dari PTN tujuan.

Bagaimana penjelasan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) terkait hal ini?

Baca juga: Cara Melihat Hasil SNMPTN 2021

Penjelasan LTMPT

Ketua Tim Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mohammad Nasih menyampaikan selamat bagi para peserta yang dinyatakan lulus SNMPTN 2021.

Akan tetapi, lulus SNMPTN 2021 bukan berarti telah diterima sebagai mahasiswa di PTN tujuan.

Ia mengatakan masih ada beberapa proses di masing-masing PTN yang akan menentukan status dari peserta.

"Untuk yang diterima selamat lulus seleksi SNMPTN, karena telah lulus seleksi ini masih ada beberapa proses di masing-masing perguruan tinggi, yang boleh jadi nanti menyebabkan seseorang bisa digeser atau bisa dilakukan apa, kalau ternyata tak memenuhi persyaratan," tutur dia dalam konferensi pers secara daring, Senin ( 22/3/2021).

Nasih mengatakan, status penerimaan sebagai mahasiswa akan ditetapkan setelah PTN tujuan melakukan verifikasi data akademik baik berupa rapor maupun portofolio.

"Lolos verifikasi data akademik (rapor dan portofolio asli dan menunjukkan ijazah atau Surat Keterangan Tanda Lulus atau SKTL asli) dan persyaratan lain, yang akan dilaksanakan oleh PTN tempat peserta SNMPTN diterima," ujar dia.

Proses verifikasi data ini, dikatakan Nasih, untuk mencegah kecurangan.

"Misalnya ada peserta yang lulus, tapi ternyata rapornya palsu atau melakukan kecurangan, bukan rapor dia atau lain. Meski lulus SNMPTN, akan ditolak PTN yang bersangkutan karena kecurangan dan lain-lain," tutur Nasih.

Baca juga: Pengumuman SNMPTN 2021: 20 PTN Penerima Terbanyak Peserta Lolos SNMPTN

Registrasi ulang

Selain itu, peserta yang dinyatakan telah lulus SNMPTN 2021 diharuskan untuk memperhatikan syarat, ketentuan dan jadwal registrasi ulang yang bisa disimak di laman PTN masing-masing.

Bagi peserta Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) yang lulus SNMPTN 2021, disyaratkan lulus verifikasi data akademik dan verifikasi data ekonomi melalui dokumen dan atau kunjungan ke alamat tinggal peserta.

Lebih lanjut, Nasih mengingatkan, peserta yang telah lolos SNMPTN tidak bisa mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Baca juga: Cara Cek Pengumuman SNMPTN 2021 Pukul 15.00 WIB, Buka pengumuman-snmptn.ltmpt.ac.id

Jumlah peserta lolos

Peserta yang lulus SNMPTN 2021 adalah sebanyak 110.459 orang dan tersebar pada 126 PTN atau Politeknik Negeri/11 PTKIN.

Dimana 80.555 merupakan peserta reguler sedangkan 29.904 yang lain adalah pelamar KIP Kuliah.

Jumlah tersebut berasal dari 595.093 orang yang diseleksi dari 17.436 sekolah, baik dalam maupun luar negeri.

Baca juga: 20 Prodi Saintek dan Soshum dengan Persaingan Terketat SNMPTN 2021

Jumlah PTN

Berikut ini daftar PTN yang membuka seleksi diurutkan dari peserta dengan jumlah peserta diterima terbanyak:

  • Universitas Brawijaya: 4.446
  • Universitas Negeri Semarang: 2.765
  • Universitas Pendidikan Indonesia: 2.565
  • Universitas Negeri Padang: 2.456
  • Universitas Malikussaleh: 2.450
  • Universitas Haluoleo: 2.348
  • Institut Teknologi Sumatera: 2.313
  • Universitas Jember: 2.272
  • Universitas Sumatera Utara: 2.131
  • Universitas Negeri Malang: 2.121
  • Universitas Diponegoro: 2.106
  • Universitas Negeri Makassar: 2.091
  • Universitas Gadjah Mada: 2.069
  • Universitas Udayana: 2.035
  • Universitas Andalas: 1.951
  • Institut Pertanian Bogor: 1.933
  • Universitas Syiah Kuala: 1.927
  • Universitas Riau: 1.908
  • Universitas Jambi: 1.842
  • Universitas Tadulako: 1.800

Baca juga: Cara Cek Pengumuman SNMPTN 2021 Pukul 15.00 WIB, Buka pengumuman-snmptn.ltmpt.ac.id

Link

Berikut ini link masing-masing PTN terkait pengumuman SNMPTN:

  1. https://snmptn.ugm.ac.id
  2. https://snmptn.unesa.ac.id
  3. https://snmptn.undip.ac.id
  4. https://snmptn.unimal.ac.id
  5. https://snmptn.untan.ac.id
  6. https://snmptn.upnjatim.ac.id
  7. https://snmptn.ulm.ac.id
  8. https://snmptn.isbi.ac.id
  9. https://snmptn.unand.ac.id
  10. https://snmptn.unnes.ac.id
  11. https://snmptn.unpad.ac.id
  12. https://snmptn.ut.ac.id
  13. https://snmptn.its.ac.id
  14. https://snmptn.unram.ac.id
  15. https://snmptn.unsyiah.ac.id
  16. https://snmptn.unm.ac.id
  17. https://snmptn.unsri.ac.id
  18. https://snmptn.usu.ac.id
  19. https://snmptn.ui.ac.id
  20. https://snmptn.untirta.ac.id
  21. https://snmptn.ipb.ac.id
  22. https://snmptn.uny.ac.id
  23. https://snmptn.itb.ac.idd
  24. https://snmptn.itk.ac.id
  25. https://snmptn.unair.ac.id
  26. https://snmptn.unsrat.ac.id
  27. https://snmptn.unhas.ac.id
  28. https://snmptn.unp.ac.id

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

WhatsApp Berencana Memperketat Fitur Chat Lock, Percakapan Penting Semakin Terlindungi

WhatsApp Berencana Memperketat Fitur Chat Lock, Percakapan Penting Semakin Terlindungi

Tren
Beredar Video Kodim Deiyai Diduga Diserang OPM Saat Jenazah Danramil Aradide Tiba, TNI Angkat Bicara

Beredar Video Kodim Deiyai Diduga Diserang OPM Saat Jenazah Danramil Aradide Tiba, TNI Angkat Bicara

Tren
Resmi, ASN Bisa WFH pada 16-17 April 2024 untuk Perlancar Arus Balik Lebaran

Resmi, ASN Bisa WFH pada 16-17 April 2024 untuk Perlancar Arus Balik Lebaran

Tren
Jasa Marga Gelar Diskon Tarif Tol 20 Persen pada Arus Balik Lebaran 2024, Simak Jadwalnya

Jasa Marga Gelar Diskon Tarif Tol 20 Persen pada Arus Balik Lebaran 2024, Simak Jadwalnya

Tren
Pendaftaran Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP Ditutup Mei 2024, Berikut Cara Daftarnya

Pendaftaran Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP Ditutup Mei 2024, Berikut Cara Daftarnya

Tren
Arkeolog Temukan Lukisan Kuno di Pompeii yang Terkubur Hampir 2.000 Tahun

Arkeolog Temukan Lukisan Kuno di Pompeii yang Terkubur Hampir 2.000 Tahun

Tren
Gedung Kemenhan Inggris Disemprot Cat Merah akibat Masih Dukung Persenjataan Israel

Gedung Kemenhan Inggris Disemprot Cat Merah akibat Masih Dukung Persenjataan Israel

Tren
Memiliki 'Vibes' Senada, Tata Kota Malang dan Bandung Disebut Dirancang oleh Satu Orang yang Sama, Benarkah?

Memiliki "Vibes" Senada, Tata Kota Malang dan Bandung Disebut Dirancang oleh Satu Orang yang Sama, Benarkah?

Tren
Kapan Siswa SD, SMP, dan SMA Se-Jawa Masuk Sekolah Usai Libur Lebaran 2024? Ini Tanggalnya

Kapan Siswa SD, SMP, dan SMA Se-Jawa Masuk Sekolah Usai Libur Lebaran 2024? Ini Tanggalnya

Tren
Kronologi KA Argo Semeru Tabrak Mobil yang Nekat Terabas Pelintasan di Madiun

Kronologi KA Argo Semeru Tabrak Mobil yang Nekat Terabas Pelintasan di Madiun

Tren
Imbas KRL Anjlok di Mangga Dua, KAI Berlakukan Rekayasa Rute Perjalanan

Imbas KRL Anjlok di Mangga Dua, KAI Berlakukan Rekayasa Rute Perjalanan

Tren
Gunung Berapi di Antarktika Memuntahkan Debu Emas, Senilai Rp 97 Juta dalam Sehari

Gunung Berapi di Antarktika Memuntahkan Debu Emas, Senilai Rp 97 Juta dalam Sehari

Tren
Penjelasan TNI soal Pengendara Mengaku Adik Jenderal Tabrak Mobil Warga

Penjelasan TNI soal Pengendara Mengaku Adik Jenderal Tabrak Mobil Warga

Tren
Ramai soal Kereta Cepat Whoosh Disebut Bocor hingga Air Menggenangi Lantai, KCIC Buka Suara

Ramai soal Kereta Cepat Whoosh Disebut Bocor hingga Air Menggenangi Lantai, KCIC Buka Suara

Tren
Duduk Perkara Taipan Vietnam Dijatuhi Hukuman Mati gara-gara Korupsi Rp 200 T

Duduk Perkara Taipan Vietnam Dijatuhi Hukuman Mati gara-gara Korupsi Rp 200 T

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com