Kompas.com - 15/03/2021, 13:04 WIB

KOMPAS.com - Susilo Bambang Yudhoyono, atau akrab disapa SBY, merupakan Presiden keenam Republik Indonesia (RI).

SBY menjabat Presiden RI selama 2 periode, yaitu 2004-2009, dan 2009-2014.

Pada Pemilu Presiden 2004, SBY terpilih bersama pasangannya Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden RI.

Sementara, pada 2014, SBY menang dalam Pilpres berpasangan dengan Boediono.

SBY merupakan presiden pertama Indonesia yang terpilih melalui proses pemilihan langsung oleh rakyat.

Berikut ini adalah profil dari sosok Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono:

Masa Kecil

SBY lahir di Desa Tremas, Kecamatan Arjosari, Pacitan, Jawa Timur pada 9 September 1949.

Ia merupakan anak tunggal dari pasangan R. Soekotjo dan Sitti Habibah. Panggilan masa kecilnya bukan SBY, melainkan "Sus".

Sang ayah merupakan pensiunan militer dengan pangkat terakhir Letnan Satu. Sementara, ibunya adalah putri dari pendiri Pondok Pesantren Tremas di Pacitan.

Pada masa kecil hingga remaja, SBY tinggal di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Ploso, masih di wilayah Kabupaten Pacitan.

Mengutip Kompas TV, 3 Desember 2017, SBY tinggal di sana pada awal tahun 1960-an, selama kurang lebih 7-8 tahun sejak kelas 5 atau 6 SD hingga tamat SMA.

Baca juga: Profil Presiden Pertama RI: Soekarno

SBY mengisahkan, ketika itu kawasan tinggalnya masih sangat sepi, jauh dari berbagai fasilitas.

Namun, ia melewatkan masa kecil dan remajanya bersama teman-teman dengan berbagai kegiatan kreatif.

Mulai dari bermain musik, bola voli, belajar bersama, dan sebagainya. Kondisi sederhana itu juga tidak membuatnya ciut nyali untuk bermimpi besar.

Pendidikan

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama istri, Ani Yudhoyono, melambaikan tangan usai melakukan Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8/2014). Bagi Presiden SBY dan Wapres Boediono upacara kemerdekaan ini adalah yang terakhir dalam masa jabatannya.TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama istri, Ani Yudhoyono, melambaikan tangan usai melakukan Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8/2014). Bagi Presiden SBY dan Wapres Boediono upacara kemerdekaan ini adalah yang terakhir dalam masa jabatannya.
Tamat dari pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Pacitan, SBY kemudian memulai masa pendidikan militernya dengan menjadi taruna di Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) dan menjadi lulusan terbaik sekolah militer itu pada 1973.

Mengutip laman TNI, SBY kemudian melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat mulai dari 1976-1983.

Pada 1985, ia kembali ke Tanah Air dan mengikuti Kursus Komando Batalyon (1985)
dan Sekolah Komando Angkatan Darat (1988-1989).

Selain di bidang militer, SBY juga menempuh pendidikan tinggi, dan memperoleh gelar Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS.

Sementara, gelar Doktor yang disandangnya merupakan gelar Doktor Honoris Causa yang diperoleh pada tahun 2006 dari Universitas Keio, Tokyo, Jepang.

Baca juga: Profil Presiden Kedua RI: Soeharto

Keluarga

SBY menikahi seorang anak jenderal, yakni Kristiani Herawati yang merupakan putri dari Letjen Sarwo Edhie Wibowo dan Siti Sunarti Sri Hadiyah pada 30 Juli 1976.

Dari pernikahan itu, SBY dikaruniai 2 orang putra yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Kedua putranya menekuni 2 bidang yang berbeda, AHY menempuh pendidikan dan karier militer seperti SBY, meski akhirnya memutuskan untuk keluar dan terjun di dunia politik.

Agus kini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat

Sementara, Ibas mendalami ilmu ekonomi dan saat ini sama-sama ada di dunia politik.

Karier militer

Di bidang militer, karier SBY terbilang bersinar. Ia sudah pernah menjabat berbagai macam posisi mulai dari Dan Tonpan, Dan Kipan, Dan Yonif, Dan Brigif, Danrem, Kasdam Jaya, Pangdam II/Sriwijaya. Kepala Staf Teritorial, dan lain-lain.

SBY juga sempat ditugaskan sebagai Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina sejak awal November 1995.

Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari dunia militernya pada 27 Januari 2000 dan pensiun dengan pangkat Jenderal Bintang 4.

Sepanjang karier di bidang militer, SBY mendapat banyak penghargaan, sebut saja Satya Lencana Uniter Nations Peacekeeping Force (UNPF) pada 1996, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya pada 1998, Bintang Maha Putera Utama di tahun 1999, dan lain-lain.

Baca juga: Profil Presiden Ketiga RI: Bacharuddin Jusuf Habibie

Karier Politik

Dari dunia militer, SBY masuk ke dunia politik, sebagaimana tertulis di laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ketika itu, ia mengawalinya sebagai Menteri Pertambangan dan Energi (Mentamben) pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid atau Gusdur.

Tak lama menjabat menteri di posko kementerian itu, SBY diminta Gus Dur untuk menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik, Sosial, dan Keamanan (Menko Polsoskam).

Berganti kepemimpinan, pada era Presiden Megawati Soekarnoputri, tahun 2001, SBY kembali dipercaya mennjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Kemanana (Menko Polkam), tetapi mengundurkan diri pada 11 Maret 2004.

Langkah ini membuatnya lebih leluasa menjalankan hak politik yang akan maju menjadi calon presiden ketika itu.

SBY berhasil memenangi Pilpres 2004 dan dilantik menjadi Presiden ke-6 RI pada 20 Oktober 2004.

Ia bersama Jusuf Kalla mendapatkan mayoritas suara, di atas 60 persen.

SBY kembali menjadi Presiden RI untuk masa jabatan selanjutnya, 2009-2014, setelah memenangi Pilpres 2009 bersama Boediono. 

Baca juga: Profil Presiden Keempat RI: Abdurrahman Wahid

Selama 10 tahun kepemimpinannya, SBY dinilai berhasil meningkatkan dan mentabilkan pertumbuhan perekonomian Indonesia menjadi 5,5 persen.

Semua itu dicapai saat negara-negara maju lainnya seperti AS dan negara-negara Eropa mengalami krisis ekonomi.

Pendapatan per kapita rakyat Indonesia juga disebut meningkat hampir 3,5 kali lipat dari sekitar Rp 10,5 juta pada 2004 menjadi sekitar Rp 36,6 juta pada 2013.

Pada masa pemerintahannya, Indonesia juga meningkatkan peran dalam misi perdamaian dunia dengan mengirimkan pasukan Garuda ke wilayah-wilayah konflil, sehingga membuat Indonesia dipandang sebagai negara yang memiliki kontribusi dalam upaya perdamaian dunia.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.