Penjelasan soal Kedaluwarsa Vaksin Sinovac, Bukan Diproduksi Sebelum Pandemi

Kompas.com - 15/03/2021, 12:34 WIB
Petugas kesehatan menerima suntikan vaksin corona buatan Sinovac di RSIA Tambak, Jakarta Pusat, Jumat (15/1/2021). Vaksin Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan izin penggunaan darurat ini, vaksin CoronaVac produksi Sinovac Life Science Co.Ltd.China dan PT Bio Farma (Persero) dapat digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas kesehatan menerima suntikan vaksin corona buatan Sinovac di RSIA Tambak, Jakarta Pusat, Jumat (15/1/2021). Vaksin Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan izin penggunaan darurat ini, vaksin CoronaVac produksi Sinovac Life Science Co.Ltd.China dan PT Bio Farma (Persero) dapat digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia.

KOMPAS.com - Di media sosial Facebook, beredar unggahan yang menyebut bahwa vaksin Covid-19 produksi Sinovac sudah diproduksi sebelum pandemi virus corona.

Persepsi ini muncul ketika ada informasi bahwa vaksin Covid-19 CoronaVac akan kedaluwarsa pada 25 Maret 2021, dan vaksin memiliki masa kedaluwarsa 2 tahun.

Informasi tersebut telah diklarifikasi oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi.

Diberitakan Kompas.com, Minggu (14/3/2021), Nadia mengatakan bahwa vaksin yang akan kedaluwarsa itu merujuk kepada vaksin CoronaVac pengadaan batch pertama.

"Vaksin ini telah kita gunakan untuk diberikan kepada 1,45 juta tenaga kesehatan dan 50.000 orang pemberi pelayanan publik. Saat ini, vaksin ini sudah habis kita gunakan," kata Nadia.

Ketua Tim Uji Klinis Nasional Vaksin Covid-19 Kusnandi Rusmil mengatakan, vaksin Covid-19 CoronaVac memiliki masa kedaluwarsa dua tahun.

Oleh karena itu, vaksin CoronaVac yang saat ini siap suntik harus segera dihabiskan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu disampaikannya dalam diskusi virtual bertajuk "Memahami Covid-19 dan Mutasi Virus", Sabtu (13/3/2021). 

Baca juga: Kemenkes: Vaksin yang Kedaluwarsa 25 Maret 3 Juta Dosis, Sudah Habis Dipakai

Penjelasan Profesor Kusnandi

Ketua Tim Riset Vaksin dari Fakultas Kedokteran Unpad Prof Kusnandi Rusmil saat ditemui di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Selasa (26/8/2020) kemarin.KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANI Ketua Tim Riset Vaksin dari Fakultas Kedokteran Unpad Prof Kusnandi Rusmil saat ditemui di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Selasa (26/8/2020) kemarin.
Menanggapi narasi dan persepsi yang beredar di media sosial Facebook itu, Kusnandi mengatakan, narasi tersebut tidak benar. 

Kusnandi mengatakan, pernyataan yang dia sampaikan di atas, tidak tepat jika diartikan bahwa vaksin CoronaVac telah dibuat sejak dua tahun yang lalu atau sebelum pandemi Covid-19 merebak.

"Bukan vaksin Sinovac itu dibikin 2 tahun lalu, enggak begitu," kata Kusnandi, saat dihubungi Kompas.com, Senin (15/3/2021).

Kusnandi menjelaskan, setiap jenis vaksin masa kedaluwarsanya berlainan.

Biasanya, vaksin bertipe inactivated seperti CoronaVac memiliki masa berlaku antara satu sampai dua tahun.

"Untuk Sinovac itu juga antara 1 sampai 2 tahun, ada juga yang kurang dari 6 bulan," kata Kusnandi.

Dia mengatakan, vaksin CoronaVac, yang saat ini digunakan untuk program vaksinasi, bisa juga dipercepat masa kedaluwarsanya oleh Bio Farma, agar lebih cepat dihabiskan.

"Mungkin saja dibikin setahun yang lalu, tapi supaya cepat habis, dicepatkan expired date-nya. Karena sekarang kan Bio Farma sedang bikin vaksin dari bulk yang baru. Kan banyak ini dikirim bulk dari Sinovac ke Bio Farma," kata Kusnandi.

"Mungkin bulk yang lama expired date-nya dipercepat, biar habis dulu. Jadi yang masuk duluan itu dipakai," ujar dia.

Baca juga: Vaksin Sinovac Disebut Kedaluwarsa pada 25 Maret 2021, Begini Penjelasan Kemenkes

Masa simpan

Dihubungi terpisah, Senin siang, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari PT Bio Farma Bambang Heryanto mengatakan, untuk vaksin, istilah yang digunakan bukan kedaluwarsa, tetapi shelf life atau umur simpan.

"Untuk Vaksin Sinovac, BPOM menetapkan jika shelf life-nya adalah 6 bulan," kata Bambang.

Ia menyebutkan, vaksin yang umur simpannya akan habis adalah vaksin CoronaVac batch pertama berjumlah 1,2 juta dosis dan 1,8 juta dosis, atau total 3 juta dosis.

Vaksin yang didatangkan langsung pada Desember 2020 itu dalam bentuk jadi dari Sinovac dan dikemas dalam botol kecil untuk satu kali penyuntikan.

Vaksin tersebut telah didistribusikan sejak Januari 2021 dan telah diberikan termasuk kepada Presiden, 1,45 juta tenaga Kesehatan, serta 50 ribu petugas pelayanan publik.

"Vaksin tersebut saat ini telah habis digunakan," kata dia.

Sementara itu, vaksin yang sekarang digunakan untuk vaksinasi tahap kedua untuk lansia dan petugas pelayanan publik, merupakan vaksin yang datang pada tahap berikutnya dalam bentuk bulk, lalu diproses oleh Bio Farma.

"Kemasannya beda, bukan lagi botol kecil yang untuk sekali penyuntikan, tapi dalam botol besar atau vial yang berisi 10 dosis," papar Bambang.

Ia memastikan, tenaga kesehatan sudah dilatih dan mempunyai prosedur tetap bahwa sebelum vaksin disuntikkan, akan memeriksa lebih dulu umur simpan vaksin tersebut.

Dia menyebutkan, masa kedaluwarsa vaksin Covid-19 Sinovac pada kemasan tertulis sampai 2023.

Namun, setelah melalui proses evaluasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dipercepat menjadi enam bulan.

"Kami submit ke BPOM, mereka punya pertimbangan evaluasi dalam keadaan darurat emergency use diberi izin hanya enam bulan expired date-nya, mungkin alasannya bisa jadi punya pertimbangan keamanan vaksinnya," ujar Bambang.

Baca juga: [HOAKS] Vaksin Covid-19 Sinovac Sebenarnya untuk Ayam

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.