Kompas.com - 15/03/2021, 07:31 WIB
Petugas Masjid Al-Musyariin mengamati posisi hilal menggunakan teropong saat Rukyatul Hilal di Jakarta Barat, Selasa (21/7/2020). Pemantauan hilal yang dilakukan menggunakan teropong tersebut memastikan Idul Adha 1441 H jatuh pada 31 Juli 2020. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIPetugas Masjid Al-Musyariin mengamati posisi hilal menggunakan teropong saat Rukyatul Hilal di Jakarta Barat, Selasa (21/7/2020). Pemantauan hilal yang dilakukan menggunakan teropong tersebut memastikan Idul Adha 1441 H jatuh pada 31 Juli 2020.

KOMPAS.com - Kapan Ramadhan 2021 atau 1422 Hijriah? Banyak yang mencari informasi soal ini, seiring akan segera datangnya bulan Ramadhan.

Penentuan 1 Ramadhan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama, melalui sidang isbat.

Hasil sidang isbat ini akan memutuskan kapan 1 Ramadhan 1422 H dimulai.

Rencananya, Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat pada 12 April 2021.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (14/3/2021) malam.

"Untuk Isbat awal Ramadhan 1442 H pada tanggal 12 April 2021 M," kata Kamaruddin.

Sementara itu, untuk Isbat awal Syawal 1442 H akan dilaksanakan pada 11 Mei 2021 M.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun, Isbat awal Zulhijah 1442 H pada 10 Juli 2021 M.

Diberitakan Kompas.com, 21 Mei 2020, sejak 1972, Kementerian Agama membentuk sebuah badan bernama Badan Hisab Rukyat (BHR) yang terdiri atas para ulama, umaroh, dan ahli-ahli astronomi.

Kamaruddin menjelaskan, hisab artinya menghitung, sedangkan rukyat artinya memantau.

Seperti namanya, BHR bertugas melakukan hisab dan rukyatul hilal untuk menetapkan awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah.

Hasil data yang dikumpulkan BHR akan dijadikan bahan pertimbangan dalam penetapan saat sidang isbat berlangsung.

Baca juga: 9 Kuliner Khas Negeri Timur Tengah yang Ada Saat Ramadhan dan Lebaran

Metode penetapan awal Ramadhan

Kompas.com, 23 April 2020, memberitakan, ada dua metode untuk menentukan awal Ramadhan, yakni hisab dan rukyat.

Rukyatul hilal adalah aktivitas pengamatan visibilitas hilal (bulan sabit) saat Matahari terbenam menjelang awal bulan pada Kalender Hijriah.

Sebelum melaksanakan pemantauan Kemenag bekerja sama dengan ormas dan para pakar untuk melakukan perhitungan-perhitungan soal ketinggian hilal.

Penghitungan itu dilakukan untuk menghindari terjadinya 'salah lihat'.

Sebab, jika tinggi hilal berada di bawah 2 atau 4 derajat, maka kemungkinan obyek yang dilihat bukan hilal, melainkan bintang, lampu kapal, atau obyek lainnya.

Hilal bisa dilihat dengan ketinggian minimal 2 derajat, elongasi (jarak sudut matahari-bulan) 3 derajat, dan umur minimal 8 jam saat ijtimak.

Jika di bawah itu, artinya belum rukyat.

Baca juga: Tentang Rumah dan Jumat Terakhir Ramadhan

Metode kedua adalah hisab

Hisab dapat diartikan dengan perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriah.

Di Indonesia, ada beberapa rujukan atau kitab yang digunakan dan sudah menggunakan metode kontemporer.

Kemenag menggunakan data ephemeris hisab rukyat. Meski ada beberapa metode hisab rukyat, biasanya hasilnya sama.

Baik metode hisab maupun rukyat, keduanya merupakan sebuah cara untuk menentukan awal bulan.

Kedua metode itu tidak bisa dinafikan karena semuanya saling mendukung.

Muhammadiyah tetapkan 1 Ramadhan 1422 H pada 13 April 2021

Sebelumnya diberitakan, Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah telah mengeluarkan maklumat tentang penetapan hasil hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah.

Diberitakan Kompas.com, 10 Februari 2021, maklumat itu ditandatangani pada 26 Januari 2021 oleh Haedar Nashir sebagai Ketua PP Muhammadiyah dan Agung Danarto sebagai Sekretaris.

Maklumat itu menyatakan bahwa 1 Ramadhan 1422 Hijriah jatuh pada 13 April 2021. Sementara, ijtimak jelang Ramadhan 1442 Hijriah terjadi pada Senin 12 April 2021 pukul 09.33.59 WIB.

Tinggi bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta hilal sudah wujud dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam matahari itu bulan berada di atas ufuk.

Dalam maklumat juga dijelaskan bahwa 1 Syawal akan jatuh pada 13 Mei dan 1 Zulhijah jatuh pada 11 Juli 2021. Lalu ijtimak jelang Syawal 1442 terjadi pada Rabu, 12 Mei 2021 pukul 02.03.02 WIB.

Tinggi bulan pada saat terbenam matahari di Yogyakarta hilal sudah wujud, dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam matahari itu bulan berada di atas ufuk.

(Sumber: Kompas.com/Sania Mashabi, Ahmad Naufal Dzulfaroh, Dandy Bayu Bramasta | Editor: Icha Rastika, Sari Hardiyanto)


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.