Kompas.com - 12/03/2021, 06:30 WIB
Pemain timnas Indonesia, Aprilia Manganang, melakukan smash di pertandingan cabang voli putri melawan Hongkong di Tennis Indoor, Gelora Bung Karno, Selasa (21/8/2018) malam WIIB.
ANTHONY WALLACE / AFPPemain timnas Indonesia, Aprilia Manganang, melakukan smash di pertandingan cabang voli putri melawan Hongkong di Tennis Indoor, Gelora Bung Karno, Selasa (21/8/2018) malam WIIB.

KOMPAS.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan, salah seorang prajuritnya, Sersan Dua (Serda) Aprilia Manganang, mengalami kelainan hipospadia sejak lahir.

"Saat dilahirkan, anak ini punya kelainan pada sistem reproduksinya yang dalam terminologi kesehatan disebut hipospadia," ujar KSAD, sebagaimana diberitakan Kompas.com (9/3/2021).

Hipospadia yang dialami Aprilia Manganang tersebut, imbuhnya berdasarkan hasil rekam medis urologi RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

"Dari hasil pemeriksaan itu, dilihat dari urologi ternyata Sersan Manganang lebih memiliki organ-organ jenis kelamin laki dan bahkan tidak ada organ internal jenis kelamin wanita," kata KSAD.

"Kemudian pemeriksaan hormonalnya juga begitu, hormonalnya normal, hormon testoteronnya juga diukur sehingga secara faktual dan ilmiah kita bisa meyakini bahwa Manganang lebih memiliki hormonal yang masuk kategori normal laki-laki," sambung dia.

Baca juga: Apa Itu Hipospadia seperti yang Dialami Eks Pevoli Aprilia Manganang?

Berikut sejumlah fakta tentang hipospadia:

1. Merupakan kelainan sejak lahir

Dilansir dari Departemen Urologi RSCM-FKUI, hipospadia merupakan suatu kelainan pada saluran kemih atau uretra dan penis.

Dalam kondisi normal, lubang untuk berkemih terletak di ujung penis, tetapi pada penderita hipospadia, lubang justru berada di bagian bawah penis.

Hipospadia termasuk kelainan bawaan yang umumnya diderita sejak lahir. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada proses buang air kecil serta ereksi.

Kelainan ini dapat menyebabkan masalah psikologis anak, terutama bila mereka mulai bersekolah dan berinteraksi dengan teman-temannya.

Kondisi hipospadia yang dialami tiap penderita berbeda-beda. Tingkat keparahannya tergantung kepada lokasi lubang uretra pada penis.

Pelayanan terkait hipospadia meliputi berbagai teknik operasi uretroplasti dan rekonstruksi bentuk penis yang melengkung karena pertumbuhan jaringan yang tidak normal.

Baca juga: Profil dan Perjalanan Karier Aprilia Manganang....

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.