Hari Ini dalam Sejarah: Pesawat Garuda Terbakar di Yogyakarta, 21 Orang Tewas

Kompas.com - 07/03/2021, 09:14 WIB
Pesawat Garuda hangus terbakar setelah mendarat di Bandar Udara Adisutjipto, Yogyakarta, Rabu (7/3/2007). Dalam musibah itu 21 orang tewas. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOPesawat Garuda hangus terbakar setelah mendarat di Bandar Udara Adisutjipto, Yogyakarta, Rabu (7/3/2007). Dalam musibah itu 21 orang tewas.

Puluhan awak berhamburan ke arah ujung landasan, termasuk sejumlah mobil pemadam kebakaran dan ambulans. Sekitar dua atau tiga menit setelah mendarat, terdengar ledakan keras dan pesawat pun diselimuti api.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Foto Ikonik Pengibaran Bendera AS di Iwo Jima Jepang

Penyebab kecelakaan

Hasil penyelidikan yang dipublikasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut, B737 Garuda Indonesia melakukan approach yang terlalu tajam.

Approach adalah fase dalam pendaratan saat pesawat mengarah mendekat dan turun mendarat di runway.

Normalnya, approach yang stabil adalah dalam batas toleransi ketinggian dan kecepatan, serta batas jalur luncur (glideslope).

Jalur luncur yang aman adalah dengan sudut kemiringan 3 derajat ke arah runway. Di atas atau di bawah 3 derajat, approach dianggap tidak stabil.

Dalam kasus GA200, B737 tersebut mendarat dengan lintasan di atas glideslope karena posisinya masih terlalu tinggi sementara jarak ke landasan sudah dekat.

Pilot pesawat mencoba mengejar jalur luncur yang normal. Tetapi, akibat vertical speed terlalu tinggi, pesawat menjadi sulit dikontrol saat roda hendak menyentuh landasan. Akhirnya benturan keras terjadi dan pesawat terpental ke luar landasan.

Sementara itu menurut pemberitaan Harian Kompas, 12 April 2007, kecepatan pesawat Garuda terlalu tinggi.

Dari hasil pembacaan rekaman data penerbangan, kecepatan pesawat berada di atas 130 knot dengan posisi flap hanya 5 derajat.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Kelab Malam di AS Terbakar karena Kembang Api, 100 Orang Tewas

Kesaksian korban selamat

Kejadian ini menewaskan setidaknya 21 orang penumpang di dalamnya, termasuk seorang tokoh, mantan rektor Universitas Gadjah Mada, Koesnadi Hardjasoemantri.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gambar Kepala Beruang Karya Leonardo Da Vinci Dihargai Rp 236 Miliar

Gambar Kepala Beruang Karya Leonardo Da Vinci Dihargai Rp 236 Miliar

Tren
Kapan Lebaran 2021 dan Cara Penentuan Idul Fitri 1442 H

Kapan Lebaran 2021 dan Cara Penentuan Idul Fitri 1442 H

Tren
Viral Detik-detik Kereta Serempetan dengan Bus di Solo, Begini Kejadiannya

Viral Detik-detik Kereta Serempetan dengan Bus di Solo, Begini Kejadiannya

Tren
Jadwal Sidang Isbat Lebaran 2021 dan Cara Menentukan Hilal 1 Syawal

Jadwal Sidang Isbat Lebaran 2021 dan Cara Menentukan Hilal 1 Syawal

Tren
Lowongan Kerja Lion Air Lulusan SMA/SMK, D3 hingga S1, Pendaftaran Ditutup 31 Mei

Lowongan Kerja Lion Air Lulusan SMA/SMK, D3 hingga S1, Pendaftaran Ditutup 31 Mei

Tren
Viral Foto Warung Bernama 'Filosofi Degan' Bak Judul FIlm Layar Lebar, Ini Cerita di Baliknya

Viral Foto Warung Bernama "Filosofi Degan" Bak Judul FIlm Layar Lebar, Ini Cerita di Baliknya

Tren
Viral Unggahan Efek Mabuk Makan Kecubung, Ini Penjelasan Peneliti LIPI

Viral Unggahan Efek Mabuk Makan Kecubung, Ini Penjelasan Peneliti LIPI

Tren
Spesifikasi Senjata Api SS2-V5 A1 Garapan Pindad untuk Komcad

Spesifikasi Senjata Api SS2-V5 A1 Garapan Pindad untuk Komcad

Tren
Kronologi 'Debt Collector' Rampas Mobil Pengantar Orang Sakit hingga Bikin Kodam Jaya Marah

Kronologi "Debt Collector" Rampas Mobil Pengantar Orang Sakit hingga Bikin Kodam Jaya Marah

Tren
Cara Setujui Kebijakan Baru WhatsApp dan Apa yang Terjadi jika Menolak

Cara Setujui Kebijakan Baru WhatsApp dan Apa yang Terjadi jika Menolak

Tren
10 Kesalahan dalam Dapur yang Bisa Menghambat Penyajian Menu Lebaran

10 Kesalahan dalam Dapur yang Bisa Menghambat Penyajian Menu Lebaran

Tren
China Konfirmasi Roket Long March 5B Jatuh di Dekat Maladewa

China Konfirmasi Roket Long March 5B Jatuh di Dekat Maladewa

Tren
[HOAKS] Penumpang dari China Berbondong-bondong ke RI Naik Lion Air pada 4 Mei 2021

[HOAKS] Penumpang dari China Berbondong-bondong ke RI Naik Lion Air pada 4 Mei 2021

Tren
WN China Bisa Masuk Indonesia, Sementara Pemudik Diburu hingga Menangis

WN China Bisa Masuk Indonesia, Sementara Pemudik Diburu hingga Menangis

Tren
Video Viral Benda Berwarna Merah Jatuh dari Langit, Ini Penjelasan Lapan

Video Viral Benda Berwarna Merah Jatuh dari Langit, Ini Penjelasan Lapan

Tren
komentar
Close Ads X