Update Corona di Dunia 6 Maret 2021: RS di Jepang Alami Defisit Keuangan karena Covid-19

Kompas.com - 06/03/2021, 07:15 WIB
Jepang melarang masuknya semua warga negara asing bukan penduduk sebagai tindakan pencegahan terhadap varian virus corona baru dan berpotensi lebih menular yang telah tersebar di seluruh Inggris. AP PHOTO/YUKA ANDOJepang melarang masuknya semua warga negara asing bukan penduduk sebagai tindakan pencegahan terhadap varian virus corona baru dan berpotensi lebih menular yang telah tersebar di seluruh Inggris.

KOMPAS.com - Berdasarkan update di website Worldometer, hingga saat ini kasus virus corona Covid-19 di dunia berjumlah 116.522.123 kasus.

Sebanyak 2.588.034 orang meninggal dunia dan 92.232.397 orang dinyatakan pulih. 

Baca juga: [POPULER TREN] Proses Seleksi Prakerja Gelombang 13 | E-KTP Difotokopi, Apa Fungsi Chip di KTP Elektronik?

Berikut ini sejumlah perkembangan terbaru Covid-19 dari beberapa negara dunia:

Update Corona di Indonesia

Hingga Jumat (5/3/2021), Satgas Covid-19 melaporkan secara akumulatif total kasus infeksi positif sebanyak 1.368.069 kasus infeksi Covid-19 terkonfirmasi di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 1.182.687 kasus berhasil pulih, sementara 37.062 orang meninggal dunia. 

Berdasarkan data per 28 Februari 2021, hanya ada 14 kabupaten/kota di Indonesia yang masuk dalam zona hijau, baik sebagai daerah tidak terdampak atau daerah yang tidak ditemukan kasus.

Ke-14 daerah tersebut adalah Kabulaten Puncak, Dogiyai, Intan Jaya, Puncak Jaya, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Tolikara, Waropen, dan Mamberamo Raya di Provinsi Papua.

Selanjutnya adalah Nias Utara dan Nias Barat di Simatera Utara, Raja Ampat di Papua Barat, Sumba Tengah di NTT, dan Pulau Taliabu di Maluku Utara.

Baca juga: 14 Wilayah Indonesia yang Bebas Corona dan 12 Daerah yang Berisiko Tinggi

Rumah Sakit di Jepang defisit keuangan

Sejumlah sakit di Jepang mulai mengalami masalah finansial sejak gelombang ketiga Covid-19 atau November lalu.

Mengutip Nippon.com (5/3/2021), demi tetap bisa menjalankan pelayanan kesehatan, banyak rumah sakit yang terpaksa memotong bahkan meniadakan uang bonus bagi stafnya.

Uang bonus ini justru berkurang atau bahkan tidak diterima para pekerja medis, di tengah tuntutan dan tekanan kerja yang semakin berat.

Baca juga: Ramai Insentif Nakes Covid-19 Dipotong 50 Persen, Ini Kata Kemenkeu

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X