[KLARIFIKASI] Penumpang Keluhkan Ketiadaan Layanan GeNose di Stasiun Kertosono, Nganjuk

Kompas.com - 01/03/2021, 10:05 WIB
Ilustrasi klarifikasi KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMOIlustrasi klarifikasi
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
klarifikasi

klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

"Sedang dikaji, dikoordinasikan, dan dievaluasi. Pada prinsipnya kita akan secara bertahap membukan layanan GeNose sehingga nantinya tercapai 44 stasiun," pungkas Joni.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi juga menyampaikan per 5 Februari 2021, GeNose akan mulai digunakan di simpul-simpul transportasi umum, namun pertama-tama akan diterapkan di kereta api.

"Selanjutnya Kemenhub akan membuat Surat Edaran kepada para operator transportasi. Kita rencanakan penggunaannya sudah dimulai pada 5 Februar 2021 pada stasiun KA terlebih dahulu, baru kemudian bertahap selanjutnya di bandara," kata Budi, mengutip Kompas.com (24/1/2021).

Pemerintah memang medorong penggunaan GeNose di berbagai tempat transportasi umu, mulai dari stasiun, bandara, pelabuhan, hingga terminal.

Bahkan, Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan menyebut penggunaan GeNose juga akan menjangkau area seperti hotel, mal hingga lingkungan masyarakat.

"Ke depannya kita akan gunakan ini di semua area publik seperti di hotel, mal, di lingkungan masyarakat RT/RW," ujar Luhut dalam sebuah keterangan tertulis.

Namun pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap.

Kesimpulan

Melihat daftar 12 stasiun yang sudah bisa melayani skrining Covid-19 menggunakan GeNose, memang Stasiun Kertosono di Ngawi belum termasuk sebagai stasiun yang bisa memberikan pelayanan tersebut.

Sehingga penumpang kereta jarak jauh yang naik dari stasiun tersebut harus melakukan tes menggunakan Rapid Test Antigen atau Swab PCR.

Sementara melihat kembali pernyataan Menkomarves dan Menhub, tidak ada yang menyatakan bahwa GeNose akan digunakan serempak di semua transportasi publik mulai 5 Februari 2021 seperti yang dituliskan oleh akun Akung Djoko.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X