Vaksin Nusantara dan Gelora Semangat Kebanggaan Nasional

Kompas.com - 28/02/2021, 08:57 WIB
Ruang instalasi laboratorium RSUP Kariadi Semarang. KOMPAS.com/RISKA FARASONALIARuang instalasi laboratorium RSUP Kariadi Semarang.

SAYA takjub terhadap gelora semangat kebanggaan nasional bangsa China. Bahkan diaspora warga keturunan China yang tersebar di seluruh pelosok planet bumi juga memiliki semangat kebanggaan nasional tidak kalah menggelora dengan yang berada di daratan China sendiri.

Diaspora

Terbukti bahwa seluruh warga China mau pun diaspora di mancanegara gigih rawe-rawe-rantas-malang-malang-putung mati-matian mau pun hidup-hidupan memuji bahkan memuja vaksin Corona buatan China sebagai yang terbaik di dunia masa kini.

Alasan memuja beranekaragam namun tetap penuh keyakinan kolektif bahwa vaksin Corona buatan China tidak-bisa-tidak hukumnya wajib pasti adalah yang terbaik di alam semesta.

Vaksin buatan China pasti terbaik karena pandemi Corona berawal dari Wuhan yang memang berada di dalam wilayah Republik Rakyat China.

Kedaulatan kebudayaan kesehatan China terbukti pada penelitian vaksin buatan China tidak tunduk pada syarat uji klinis yang diakui WHO namun malah dibuat berdasar uji klinis yang memenuhi syarat buatan depkes RRC sendiri berdasar kaidah ilmiah yang telah disusun oleh nenek dan kakek moyang bangsa China selama ribuan tahun.

Sementara virus Corona harus diakui memang baru dikenal sejak tahun 2020. Kebanggaan warga China terhadap peradaban dan kebudayaan kesehatan bangsa mereka sendiri memang luar biasa menakjubkan. Bahkan sempat menggetar sukma saya.

Persatuan

Sukma saya sempat tergetar bukan akibat kebetulan saya secara biologis tergolong keturunan China tetapi karena saya benar-benar takjub atas semangat kebanggaan nasional masyarakat China yang tanpa kompromi niscaya setia kepada tanah leluhur.

Terus-terang di balik takjub sebenarnya saya merasa iri campur prihatin terhadap kenyataan keraguan plus kecurigaan sebagian (tidak semua) warga Indonesia terhadap vaksin jenis baru gagasan seorang putra terbaik Indonesia, Dr Terawan Agus Putranto dan sedang dikembangkan oleh kerabat kerja tim medis Universitas Diponegoro di Rumah Sakit Dr Karyadi Semarang.

Alasan kontra juga kreatif mulai dari bahwa Terawan tidak berhak sebab tidak kompeten untuk menggagas vaksin apalagi yang revolusioner sampai vaksin Nusantara gagasan Sang Jenderal mantan menteri kesehatan sama sekali tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara ilmiah berdasar kaidah ilmiah yang ditentukan dan disepakati oleh Ikatan Dokter Indonesia.

Bahkan ada yang tega menuduh vaksin Nusantara gagasan Dr Terawan mengganggu proses vaksinasi nasional yang resmi menggunakan vaksin buatan China.

Baca juga: Catatan Kritis soal Vaksin Covid-19 Nusantara

Iri

Di sana terletak keirian saya terhadap bangsa China! Sementara warga China senantiasa bersatupadu gigih mendukung kreatifitas karsa dan karya anak bangsa China maka selalu ada (tidak semua) warga Indonesia yang meragukan bahkan tidak segan menghambat kreativitas karsa dan karya sesama anak bangsa sendiri.

Beberapa (tidak semua) pihak mencegah agar jangan sampai karya anak bangsa berhasil dipersembahkan kepada negara dan rakyat Indonesia.

Seperti ketika saya ingin mempergelar wayang orang di panggung Sydney Opera House serta mendukung nominasi jamu, kulintang dan dangdut ke UNESCO maka oleh sesama warga Indonesia yang tidak bangga mahakarya kebudayaan bangsa sendiri, saya dituduh ingin mempermalukan bangsa Indonesia.

Namun saya tetap gigih bertahan pada keyakinan dogmatis bahwa anak bangsa Indonesia pasti tidak kalah kreatif mempersembahkan karsa dan karya terbaik dibandingkan dengan anak bangsa mana pun di planet bumi. Termasuk anak bangsa China. Apalagi jika bukan dihambat namun didukung oleh seluruh warga bangsa Indonesia. Merdeka!


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X