Kompas.com - 27/02/2021, 20:30 WIB
Ilustrasi beruang kutub. (Shutterstock) Ilustrasi beruang kutub. (Shutterstock)

 

KOMPAS.com - Kutub Utara (Arktik) dan Kutub Selatan (Antartika) adalah wilayah luas di Bumi, yang sebagian besar permukaannya tertutup salju dan bersuhu sangat dingin.

Mengutip Britannica, suhu di Kutub Utara pada Januari-Maret bisa mencapai antara -29 hingga -37 derajat Celcius.

Sedangkan pada musim dingin, suhu bisa turun lebih jauh lagi, bahkan hingga di kisaran -46 sampai -54 derajat Celcius.

Baca juga: Selain Indah, Embun Es di Dieng Juga Bermanfaat bagi Petani, Simak Penjelasannya...

Sementara itu, Kutub Selatan diketahui memiliki suhu yang jauh lebih dingin, yakni -60 hingga -89,2 derajat Celcius.

Meski memiliki suhu sangat dingin, namun masih ada beberapa jenis hewan yang tinggal di kedua wilayah itu.

Bahkan ada sekelompok manusia yang memiliki tempat tinggal di Kutub Utara, yakni Suku Eskimo, yang terkenal karena rumah es mereka yang unik, igloo.

Baca juga: Kisah Penaklukan Pertama Everest, Gunung Tertinggi di Dunia

Berikut hewan-hewan unik yang tinggal di Kutub Utara dan Kutub Selatan:

Kutub Utara

Melansir Insider, meski lingkungan hidup di Kutub Utara bisa disebut "tidak bersahabat" bagi makhluk hidup, namun wilayah tersebut merupakan rumah bagi sejumlah fauna unik seperti burung hantu salju, beruang kutub, rubah arktik, serigala arktik, dan kelinci arktik.

Binatang-binatang tersebut memiliki ciri khas sama, yakni bertubuh putih.

Berikut daftarnya:

1. Burung hantu salju (Bubo scandiacus)

Burung hantu secara umum dikenal sebagai makhluk malam. Meski demikian, burung hantu salju yang tinggal di Kutub Utara adalah hewan yang aktif di siang hari.

Buruan utama mereka adalah tikus kutub.

Burung hantu salju memiliki bulu berwarna putih, dan bisa terbang dengan cepat dan kuat, bahkan mampu menabrak orang dewasa hingga terpental.

Baca juga: Mengenal Kolibri, Satu-satunya Burung yang Bisa Terbang Mundur

2. Beruang kutub (Ursus maritimus)

Beruang kutub yang memiliki bulu berwarna putih ini merupakan penghuni asli Kutub Utara, dan tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Mereka memiliki indra penciuman yang luar biasa, dan digunakan untuk memburu mangsa utama mereka, anjing laut.

Beruang kutub diketahui bisa mendeteksi anjing laut yang bersembunyi di bawah air dan lapisan es, bahkan dari jarak yang sangat jauh.

Baca juga: Mikroplastik Ditemukan di Salju Kutub Utara, Kok Bisa?

3. Rubah arktik (Vulpes lagopus)

Rubah arktik memiliki bulu tebal berwarna putih, yang menjaga tubuh mereka tetap hangat.

Uniknya, bulu berwarna putih hanya tumbuh saat musim dingin. Sedangkan saat musim panas, rubah ini menumbuhkan bulu berwarna coklat atau abu-abu.

Rubah arktik diketahui sebagai satu-satunya hewan bertaring, yang bisa mengganti warna bulunya di musim panas.

Baca juga: Soal Cek Suhu Tubuh di Tangan, Efektifkah?

4. Serigala arktik (Canis lupus arctos)

Bulu tebal berwarna putih miliki serigala arktik, membuatnya mampu bertahan di lingkungan, yang suhunya bisa turun hingga di bawah nol derajat Celcius.

Selain itu, saat musim dingin, serigala arktik juga akan menumbuhkan lapisan bulu kedua, yang membuat tubuh mereka semakin hangat.

Serigala arktik diketahui bisa bertahan berbulan-bulan dalm kondisi gelap total, ketika musim dingin tiba di Kutub Utara, dan cahaya matahari tidak terlihat sama sekali.

Baca juga: Melihat Fenomena Halo Matahari di Surabaya, Apa yang Terjadi?

5. Kelinci arktik (Lepus arcticus)

Kelinci arktik diketahui mampu berlari sangat cepat, bahkan melebihi kecepatan Usain Bolt, atlit lari pemegang rekor dunia untuk jarak 100 meter.

Kelinci arktik bisa berlari dengan kecepatan 64 km/jam, sedangkan Usain Bolt mencatatkan rekor kecepatan 37 km/jam saat memecahkan rekor lari 100 meter.

Kecepatan yang dimiliki kelinci ini merupakan faktor penting agar ia bisa tetap bertahan hidup, dari incaran para predator seperti rubah arktik dan serigala arktik.

Baca juga: Analisis BMKG soal Banjir Jakarta, dari Penyebab hingga Fenomena La Nina

Kutub Selatan

Melansir Britannica, lingkungan hidup di Kutub Selatan begitu keras, hingga tidak ada mamalia darat yang mampu tinggal di sana.

Kutub Selatan bisa diibaratkan sebagai gurun luas tanpa makhluk hidup, dan hanya terdapat salju di sana.

Spesies paling terkenal yang mendiami wilayah Kutub Selatan adalah penguin.

Burung yang tidak bisa terbang itu tinggal di sepanjang garis pantai Kutub Selatan, tempat suhu lebih bersahabat dan ikan lebih mudah didapat.

Baca juga: 5 Satwa Langka Indonesia Ini Terancam Punah, Ternyata Ini Penyebabnya

Berikut lima jenis penguin yang mendiami Kutub Selatan:

1. Penguin kaisar (Aptenodytes forsteri)

Penguin kaisar memiliki ukuran tubuh paling besar dibanding jenis-jenis penguin lainnya.

Selain ukuran tubuh yang besar, penguin ini juga dikenal karena kombinasi warna bulu yang terlihat megah, hitam dan putih, ditambah corak kuning-oranye di dekat paruh dan mata.

Penguin kaisar diketahui mampu menyelam di laut hingga kedalaman 550 meter untuk mencari makanan.

Baca juga: Selain Udang Asal Sulawesi, Ini 5 Hewan di Indonesia yang Terancam Punah

2. Penguin raja (Aptenodytes patagonica)

Penguin raja merupakan jenis penguin bertubuh terbesar kedua dalam keluarga penguin.

Meski bertubuh lebih kecil, penguin raja memiliki corak tubuh yang hampir sama dengan penguin kaisar. Namun, warna tubuh penguin raja terlihat lebih mengkilap dan cerah.

3. Penguin Adelie (Pygoscelis adeliae)

Penguin Adelie memiliki ciri khas warna tubuh putih-hitam, dengan cincin berwarna putih yang mengelilingi mata mereka.

Saat cuaca tidak terlalu dingin, Adelie biasa ditemukan di koloni-koloni yang terletak di sepanjang tepi pantai Kutub Selatan.

Selama bulan-bulan musim dingin mereka bermigrasi ke utara untuk mencari makan di daerah perairan terbuka di bongkahan es.

Baca juga: Ramai di Twitter, Ini Penjelasan Pihak Pengelola soal Embun Es di Dieng

4. Penguin tali dagu (Pygoscelis antarctica)

Penguin tali dagu memperoleh nama mereka karena warna hitam pada bulu di bagian dagu mereka, yang membentang seperti tali.

Ciri lain dari penguin ini adalah cincin berwarna hitam di sekitar mata, dan paruh yang berwarna hitam pekat.

5. Penguin Gentoo (Pygoscelis papua)

Penguin Gentoo memiliki ciri khas, yakni bulu putih memanjang, yang terletak di dekat mata.

Selain itu, penguin ini memiliki area leher berwarna hitam, dan bulu ekor yang lebih besar dibanding penguin lainnya.

Kemudian, warna paruh Penguin Gentoo kebanyakan adalah oranye atau merah.

Baca juga: Setelah Berolahraga, Sebaiknya Mandi Air Dingin atau Air Panas?


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X