Kompas.com - 26/02/2021, 19:44 WIB
Tangkapan layar unggahan hoaks yang menyebut Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) membuka penerimaan perwira tituler pada 2021. FACEBOOKTangkapan layar unggahan hoaks yang menyebut Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) membuka penerimaan perwira tituler pada 2021.
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

Hal-hal lain yang akan ditanyakan bisa hubungi langsung.
Trimks..????????????
Salam Sehat Selalu."

Konfirmasi Kompas.com

Mengonfirmasi tersebarnya informasi itu, Kompas.com menghubungi Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah.

Saat dikonfirmasi, Indan menegaskan informasi rekrutmen tersebut tidak benar atau hoaks.

"Itu (rekrutmen prajurit tituler) tidak benar," ujar Indan saat dihubungi tim Cek Fakta Kompas.com, Jumat (26/2/2021).

Informasi rekrutmen, kata Indan, bisa dilihat di laman https://diajurit.tni-au.mil.id/.

Sementara itu, akun Instgram resmi TNI AU, @militer.udara juga membagikan unggahan yang berisi TNI AU tidak merekrut prajurit tituler pada 2021 ini.

"Terkait dengan beredarnya informasi rekrutmen Perwira dan Bintara TNI AU tituler melalui pesan berantai WA, dengan ini TNI AU tegaskan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar," tulis TNI AU dalam unggahannya, Rabu (24/2/2021).

Dijelaskan juga, informasi rekrutmen bisa diketahui dengan menghubungi kontak Subdisdiajurit (021) 8709390 atau melalui WhatsApp layanan pengaduan 081383668698.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh TNI AU (@militer.udara)

Kesimpulan

Dari konfirmasi dan penelusuran tim Cek Fakta Kompas.com, informasi mengenai adanya rekrutmen perwira TNI AU tituler pada 2021 adalah tidak benar.

Penegasan itu disampaikan oleh Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X