[KLARIFIKASI] Video Mobil Hanyut Terbawa Arus Banjir Disebut di Jakarta

Kompas.com - 25/02/2021, 20:40 WIB
Tangkapan layar video yang menampilkan mobil berwarna hitam hanyut terbawa arus banjir. FACEBOOKTangkapan layar video yang menampilkan mobil berwarna hitam hanyut terbawa arus banjir.
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
klarifikasi

klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

Artinya: "Video ini dari teman komunitas air saya di Jakarta, ini menimbulkan pertanyaan bagi Indonesia: Bagaimana kota dapat menyerap hujan dan mengurangi banjir? 
Pemerintah hanya diam saja Netzen bilang donggo itu"

Penelusuran Kompas.com

Berdasarkan hasil penelusuran digital, ditemukan video yang sama di kanal YouTube portal berita Tribunnews.comtetapi diambil dari posisi berbeda.

Video yang diunggah pada 2 Januari 2020 itu berjudul "Akses Tangerang-Jakarta Putus, Ciledug Indah Banjir Tinggi, Banyak Mobil Hanyut".

Mobil tersebut hanyut saat banjir di Perumahan Ciledug Indah, Tangerang, pada 1 Januari 2020.

Curah hujan yang tinggi dari malam pergantian tahun, membuat air dari kali Angke melebihi tanggul sehingga meluap ke Jalan Raya KH Hasyim Ashari.

Banjir terjadi di depan Perumahan Ciledug Indah, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, ketinggian air di jalan raya mencapai ketinggian 1 meter.

Sejumlah kendaraan bermotor yang mencoba melintas juga mogok, karena tidak sanggup menerobos ketinggian air yang menutupi jalan sehingga menyebabkan kemacetan.

Bahkan, beberapa mobil terendam banjir hingga air memenuhi seluruh isi mobil.

Kesimpulan

Dari penelusuran yang dilakukan tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut bukan direkam saat banjir yang terjadi di Jakarta.

Faktanya, kejadian itu saat banjir di Perumahan Ciledug Indah, Tangerang pada Januari 2020.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X