Kompas.com - 18/02/2021, 16:20 WIB

KOMPAS.com - Siapa penemu sistem keamanan di rumah? Tahukah Anda, sistem keamanan rumah yang saat ini diterapkan merupakan temuan seorang perempuan kulit hitam bernama Marie Van Brittan Brown.

Temuan ini berawal dari keresahan Marie Van Brittan Brown terhadap lingkungan dan rasa kurang percaya terhadap polisi.

Marie Van Brittan Brown memikirkan cara untuk dapat memantau dari dalam rumah siapa orang yang ada di depan pintu rumah.

Akhirnya, Marie dan suaminya mampu menciptakan sistem keamanan rumah.

Berikut profil Marie Van Brittan Brown.

Latar politik

Marie Van Brittan Brown lahir pada1922. Ia tinggal di Jamaica, Queens, New York City, bersama suaminya bernama Albert Brwon. Pernikahan mereka dikaruniai dua orang anak.

Dilansir dari BBC, Marie bekerja sebagai seorang perawat. Suaminya bekerja sebagai teknisi elektronik dan sering bekerja malam hari.

Kejahatan di lingkungan mereka tinggi, dan polisi sering kali lamban dalam menanggapi panggilan darurat.

Marie lahir sebagai ras campuran Afrika dan Amerika. Pada masa itu, diskriminasi ras sangat gencar di Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Profil Penemu Wiper Mobil: Mary Anderson

Warga kulit hitam mendapat perlakuan diskriminatif dan dianggap sebagai masyarakat kelas dua.

Kerusuhan ras terus memanas di kota-kota di Amerika. Dilansir dari History.com, pada puncaknya kerusuhan ras terbesar dan paling kejam dalam sejarah AS terjadi pada 1967.

Terjadi pertumpahan darah, pembakaran dan penjarahan selama lima hari. Kerusuhan menyebabkan 43 orang tewas, 342 terluka, hampir 1.400 bangunan telah dibakar dan sekitar 7.000 Pengawal Nasional dan pasukan Angkatan Darat AS turun tangan.

Dalam kondisi semacam itu, Marie memikirkan cara agar rumah dan keluarganya tetap aman di tengah kerusuhan dan diskriminasi ras.

Penemuan sistem

Brown ingin merasa lebih aman di rumahnya. Ia memikirkan cara untuk melihat dan mendengar siapa yang ada di depan pintu rumahnya, dari ruangan di mana pun dalam rumah.

Pada 1966, Brown merancang sistem keamanan sirkuit tertutup yang memantau pengunjung melalui kamera dan memproyeksikan gambar mereka ke monitor televisi.

Sebelumnya, sirkuit tertutup hanya digunakan dalam pengawasan militer.

Seorang insinyur Jerman bernama Walter Burch telah mengembangkan sistem pemantauan kamera pada tahun 1942 untuk mengamati pengujian roket Nazi V-2 dari jarak yang aman.

Akan tetapi, penemuan Brown ditujukan untuk keamanan rumah yang dapat digunakan oleh warga sipil.

Dengan bantuan suaminya, alat tersebut terwujud. Bahkan, tidak hanya gambar di monitor, pasangan ini menambahkan tombol panik yang terhubung dengan nomor darurat polisi.

Mereka juga memasang sistem nirkabel yang dikendalikan radio, sehingga seorang penghuni tidak hanya bisa melihat siapa yang ada di depan pintu, tetapi juga berbicara dengan orang itu melalui mikrofon dua arah.

Kecanggihan ditambah dengan memakai remot kontrol yang memungkinkan penghuni membuka atau mengunci pintu dari jarak aman.

Baca juga: Profil Penemu Penyaring Kopi: Melitta Bentz

Hak paten

Atas penemuannya, Marie mengajukan hak paten untuk Sistem Keamanan Rumah Menggunakan Pengawasan Televisi pada 1 Agustus 1966.

Tiga tahun setelah pengajuan, Brown mendapat hak patennya pada 2 Desember 1969.

Marie Van Brittan Brown meninggal dunia pada 2 Februari 1999. Akan tetapi, penemuannya menjadi warisan dan mengubah sistem keamanan di seluruh dunia.

Popularitas dan potensi perangkat yang diciptakan Marie menjadi tonggak maraknya Closed-Circuit Television (CCTV).

Secara global, terdapat 770 juta CCTV yang digunakan, menurut analisis terbaru dari kota-kota yang paling diawasi di dunia oleh Comparitech, sebuah situs web yang menyediakan informasi tentang teknologi.

Sistem keamanan ini tercipta karena keresahan seorang ibu atas keluarga dan diskriminasi ras.

Bila kita bisa merasa aman di dalam rumah karena memakai CCTV dan sistem keamanan sirkuit jenis lainnya, maka sepantasnya kita berterima kasih pada Marie Van Brittan Brown.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.