Vaksin Nusantara Masuk Uji Klinis Fase 2, Bagaimana Keamanannya?

Kompas.com - 17/02/2021, 18:58 WIB
Vaksin Covid-19 saat vaksinasi tahap kedua untuk pedagang Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi Covid-19 hari ini menyasar kurang lebih 1.500 orang pedagang pasar Tanah Abang dari total 10.000 dosis. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOVaksin Covid-19 saat vaksinasi tahap kedua untuk pedagang Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi Covid-19 hari ini menyasar kurang lebih 1.500 orang pedagang pasar Tanah Abang dari total 10.000 dosis.

KOMPAS.COM - Vaksin Nusantara yang merupakan hasil kerja sama Aivita Biomedical dari Amerika Serikat, Universitas Diponegoro dan RSUP dr Kariadi Semarang, telah masuk uji klinis fase II.

Penggagas atau inisiator dari Vaksin Nusantara sekaligus mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, uji klinis fase I terhadap vaksin ini telah selesai dengan hasil yang baik.

"Uji klinis satu sudah selesai dengan hasil dan imunitas yang baik, hasilnya safety. Uji klinis satu sebenarnya hanya mengontrol safety dan safety-nya bisa baik. Dari 30 pasien, hasil imunitasnya atau imunogenitas-nya sangat baik," katanya dalam wawancara dengan Kompas TV pada Selasa (16/2) di RSUP dr Kariadi, Semarang.

Terawan mengatakan, vaksin ini berbasis dendritic cell yang dikenakan kepada antigen Covid-19, sehingga akan mempunyai memori dendritik terhadap Covid-19.

Vaksin ini berkonsep personal atau individual vaccination, menyesuaikan kondisi komorbid dari masing-masing individu.

"Prosesnya simpel, mengalami inkubasi dan seminggu kemudian sudah menjadi vaksin individual dan disuntikkan ke dalam tubuh si pasien penerima vaksin dan pembuat vaksin itu sendiri. Dampaknya apa, tentu akan memberikan kekebalan terhadap Covid-19, karena ini sifatnya menjadi imunitas yang seluler, tentunya akan bertahan lama," tuturnya.

Lantas bagaimana dengan tanggapan dokter atau akademisi akan keamanan dan efektivitas vaksin tersebut?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Siap Jadi Relawan Uji Klinis Fase 2 Vaksin Nusantara

Butuh Waktu

Pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) sekaligus Dokter Anak RSUD Dr Soetomo Surabaya, Dr. dr. Dominicus Husada, Sp. A(K), mengatakan, vaksin ini menggunakan sel dendritik yakni salah satu sel yang maju pertama di dalam tubuh ketika terjadi infeksi virus.

Sel dari orang yang akan divaksin diambil melalui proses dari darahnya dan diolah, diberi tambahan bahan dan dimasukkan kembali ke dalam tubuh.

"Vaskin ini menggunakan sel dendritik. Salah satu sel yang akan maju paling pertama di tubuh kita, ketika terjadi infeksi virus maupun bakteri. Sel dari orang yang mau divaksin diambil melalui proses dari darahnya, selanjutnya sel itu diolah dan diberi tambahan beberapa bahan, untuk selanjutnya dimasukkan kembali ke tubuh yang bersangkutan," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (17/2).

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X