Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/02/2021, 12:32 WIB

KOMPAS.com - Warganet baru-baru ini dihebohkan dengan kasus penipuan jualan makanan secara online.

Salah satu kasusnya ketika seorang warganet mengaku ibunya ditipu saat dapat order makanan dalam jumlah besar dan mengalami kerugian.

Dia kemudian menggunakan akun twitter-nya, @grumpysfd untuk menjual makanan itu.

Baca juga: Hati-hati Penipuan, Jangan Berikan Kode OTP kepada Siapa Pun!

"TWITTER PLEASE DO YOUR MAGIC
Ibu ku habis ketipu sama orang dan bener2 rugi parah. Aku ga tau harus bantuin gimana selain lewat twitter.
Ibu aku dapet orderan besar kue-kue ini tapi tiba-tiba yang order cancel gitu aja lalu nomor ibu di blokir"

Twit itu telah disukai lebih dari 32.200 kali dan dibagikan ulang lebih dari 22.400 kali. Namun saat ini akun tersebut sudah dinonaktifkan.

Pada 14 Februari, pemilik akun @virawny membongkar bahwa apa yang dikatakan akun @grumpysfd tidak benar. Gambar-gambar makanan yang digunakan bukan miliknya, tapi diambil dari orang lain.

Kemudian pada 15 Februari pemilik akun @millaaoktaviaa membongkar siapa penipu tersebut. Dia merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Sumatera.

Baca juga: Ramai soal Penipuan COD di Medsos, Bagaimana Mengantisipasinya?

Baca juga: Ramai soal Kisah Penipuan Transaksi Online di Tengah Pandemi, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Bagaimana agar tidak mudah tertipu saat membeli barang secara online?

Pemerhati keamanan siber sekaligus staf Engagement and Learning Specialist di Engage Media, Yerry Niko Borang, menjelaskan jual beli lewat online memang berisiko. Akan tetapi hal itu bisa disiasati.

Dia menjelaskan, sebaiknya pembeli menghubungi penjual lebih dulu. Jika perlu meminta call video atau foto lain atas barang yang ingin dibeli.

"Memang riskan, tapi ya mesti pakai siasat kayak ada call video dan sebagainya," katanya kepada Kompas.com, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Deretan Kasus Penipuan Berkedok Investasi, dari MeMiles hingga Swissindo

Yerry mengatakan internet memudahkan orang untuk menutup identitasnya, jadi satu-satunya cara adalah satu pihak yaitu penjual mesti lebih menjadi pihak yang membuka diri.

Selain itu dia berpesan untuk jangan mudah mentransfer. Pastikan dulu semuanya sebelum transfer.

"Karena ini titik yang paling rentan, saat uang telah berpindah tangan. Dan di atas segala-galanya ini masalah kepercayaan," kata Yerry.

Baca juga: Jadi Trending Topic, Berikut Sejarah Partai Demokrat...

Perlunya watermark

Lalu jika melakukan jual beli dengan platform atau toko online, keamanan menjadi tanggung jawab pengelola platform.

Yerry menjelaskan pengelola sebaiknya memastikan para penjual adalah asli dengan rutin memeriksa sistem KYC alias Know Your Customer atau melakukan verifikasi keaslian penjual di platform-nya.

Kemudian bagi penjual yang menjual barang-barangnya lewat online, Yerry menjelaskan agar aman foto barangnya perlu diberi watermark.

Baca juga: Tips Menghindari Penipuan dan Pembobolan Rekening Bank atau ATM

"Saat ditaruh/upload di sosmed atau di platform, ditaruh di tengah supaya tidak di-crop," tuturnya.

Watermark bisa diperoleh dari fasilitas watermark di aplikasi edit foto. Itu bisa berupa nama inisial bahkan tanggal, agar sah.

"Fungsinya agar saat foto dicuri akan sulit karena telah dibubuhkan watermark," imbuhnya.

Baca juga: Kenali 7 Ciri Modus Penipuan yang Mengatasnamakan Gojek, Apa Saja?

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Cara Cek Rekening Terindikasi Penipuan Online

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+