Kompas.com - 17/02/2021, 10:30 WIB

KOMPAS.com - Tim penyelidik dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menyelidiki asal-usul virus corona di China, telah menemukan tanda-tanda wabah itu jauh lebih luas di Wuhan pada Desember 2019 daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Untuk membuktikan perkiraan tersebut, penyelidik segera mencari akses ke ratusan ribu sampel darah dari kota tersebut.

Namun, China sampai saat ini belum memberikan izin untuk tindakan itu.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 Dimulai Hari Ini, Berikut Sasaran Penerima hingga Mekanisme Pendaftarannya

Upaya pengumpulan data

Dilansir dari CNN (15/2/2021), penyelidik utama untuk misi WHO, Peter Ben Embarek, mengatakan bahwa misi tersebut telah menemukan beberapa tanda penyebaran 2019 yang lebih luas, termasuk menetapkan untuk pertama kalinya ada lebih dari selusin strain virus.

Selain itu, tim penyelidik juga diberi kesempatan untuk berbicara dengan pasien Covid-19 pertama kali, yakni seorang pekerja kantoran berusia 40an tahun.

Diketahui, pekerja tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan dan dilaporkan terinfeksi Covid-19 pada 8 Desember 2019.

Namun, para ilmuwan masih mempelajari asal-usul penyakit ini yang mungkin sudah menyebar di China jauh sebelum virus itu menjangkit pekerja kantoran itu.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona B1525 Ditemukan di Inggris, Berpotensi Mengkhawatirkan

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.