Kominfo Buka Pendaftaran Beasiswa S2 Luar Negeri, Ini Syarat dan Berkas yang Harus Disiapkan

Kompas.com - 13/02/2021, 17:05 WIB
Ilustrasi beasiswa. Bank Central AsiaIlustrasi beasiswa.

KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Balitbang SDM) kembali membuka program beasiswa pascasarjana (S2) luar negeri pada 2021.

Pelamar dapat mendaftar dengan lima pilihan negara tujuan studi, yaitu China, India, Hungaria, Belanda, dan Jepang dengan daftar universitas yang ditentukan.

Melansir kominfo.go.id, pendaftaran beasiswa ini dibuka mulai 28 Januari 2021 sampai 28 Februari 2021 (untuk skema beasiswa Kominfo-StuNed dan beasiswa ke negara tujuan studi China (Tsinghua University), dan 19 Maret 2021, untuk beasiswa ke negara tujuan studi lainnya.

Adapun program beasiswa ini terbuka umum bagi aparatur pemerintah pusat maupun daerah termasuk TNI dan Polri dan juga masyarakat umum dari instansi swasta.

Baca juga: Syarat, Cara Daftar, Jadwal, dan Keuntungan Ikut Program Kampus Mengajar Kemendikbud 2021

Lalu, apa saja persyaratan dan berkas yang harus disiapkan oleh pelamar?

Ada dua persyaratan yang harus diperhatikan pelamar, yakni persyaratan umum dan persyaratan khusus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Persyaratan Umum

Untuk persyaratan umum adalah:

1. Warga negara Indonesia (WNI).

2. Berlatar belakang pekerjaan di sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan pelaku usaha rintisan (startup) lokal (bagi pelamar dari masyarakat umum, termasuk penyandang disabilitas).

3. Berusia maksimal 37 tahun untuk aparatur sipil negara (ASN)/anggota TNI/Polri dan 33 tahun untuk masyarakat umum pada saat penutupan pendaftaran.

4. Belum memiliki gelar S2 dan tidak sedang menerima beasiswa lain dan/atau sedang mengikuti program pendidikan S2 baik atas biaya sendiri maupun dari lembaga lain.

5. Mendapatkan izin pejabat yang berwenang.

Baca juga: Sering Salah Arti, Ini Beda antara PNS dan ASN

6. Telah memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun.

7. Pelamar harus menunjukkan potensi menjadi pemimpin, pembuat keputusan, memiliki atribut personal, integritas, intelektual dan interpersonal yang mencerminkan potensi ini.

8. Akan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan.

9. Lulusan pendidikan sarjana (S1) dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,90 (dari skala 4,0). Khusus untuk skema beasiswa Kominfo-StuNed, IPK minimal 3,00.

10. Diutamakan bagi pelamar yang sudah memiliki sertifikat kemahiran Bahasa Inggris (IELTS/TOEFL).

11. Pelamar wajib mendaftar ke perguruan tinggi untuk permulaan kuliah pada Agustus atau September 2021.

12. Memenuhi persyaratan khusus dari perguruan tinggi yang dituju.

Baca juga: Pendaftaran SBMPTN Pariwisata 2021 Sudah Dibuka, Ini Ketentuannya...

Persyaratan khusus

Kemudian, untuk persyaratan khusus, yakni:

1. China-Tsinghua University

Persyaratan khusus, dokumen yang harus diunggah dan sistem aplikasi daring Tsinghua dapat dilihat pada laman http://gradadmission.tsinghua.edu.cn/f/login dengan batas waktu pendaftaran pada sistem perguruan tinggi pada 15 Maret 2021.

Biaya pendaftaran akan ditanggung oleh Kemkominfo bagi pendaftar yang telah dinyatakan menjadi penerima beasiswa Kemkominfo tahun 2021.

Baca juga: Bukan China, India Jadi Episentrum Baru Virus Corona di Asia

2. India-International Institute of Information Technology Bangalore (IIITB)

Pelamar wajib mengikuti tes daring yang diselenggarakan oleh IIITB dan akan difasilitasi oleh Kominfo pada awal Mei 2021 (jadwal akan diinformasikan kemudian). Ragam tes yang harus dilewati adalah sebagai berikut:

  • Kemampuan Bahasa Inggris.
  • Kompetensi umum (sejenis TPA).
  • Wawancara daring dengan Admissions Team IIITB.

Baca juga: Mengenal Serum Institute of India, Pabrik Vaksin Terbesar di Dunia

3. Hungaria-Eötvös Loránd University

  • Pelamar beasiswa wajib mendaftar ke perguruan tinggi secara mandiri untuk mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) bersamaan dengan pendaftaran beasiswa ke Kominfo.
  • Persyaratan khusus dan sistem aplikasi daring dapat dilihat pada laman https://apply.elte.hu/ dengan batas waktu pendaftaran 30 April 2021.

Baca juga: Melihat Cara Belanda Mengatasi Banjir...

4. Belanda

a) Twente University

  • Pelamar beasiswa wajib mendaftar ke perguruan tinggi secara mandiri untuk mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) bersamaan dengan pendaftaran beasiswa ke Kominfo. Batas waktu pendaftaran ke Twente University adalah 1 Mei 2021.

b) Skema Kominfo-StuNed

  • Persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh para pelamar meliputi:
  • Tidak terbuka bagi pelamar yang bekerja di perusahaan multinational dan lembaga swadaya masyarakat internasional.
  • Dicalonkan oleh Kominfo yang dibuktikan dengan surat pengantar yang ditandatangani dan distempel oleh pejabat Kominfo.

Baca juga: Mengenang 75 Tahun Insiden Penyobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato

Para pelamar wajib mendaftar di perguruan tinggi terakreditasi di Belanda dengan jalur reguler dan mendaftar beasiswa StuNed melalui sistem pendaftaran StuNed yaitu Delta.

  •  Sudah harus memiliki Surat Penerimaan Tidak Bersyarat (Unconditional Letter of Acceptance) dari program master di bidang studi S2 pada perguruan tinggi terakreditasi di Belanda saat pendaftaran beasiswa.

5. Jepang-UEC (The University of Electro Communications)

  • Pelamar beasiswa wajib mendaftar ke perguruan tinggi secara mandiri untuk mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) bersamaan dengan pendaftaran beasiswa ke Kominfo.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi helpdesk: 0857-6000-8994.

Baca juga: Mengenal Hokkaido, Provinsi Bersalju yang Menjadi Sarang Virus Corona di Jepang

Berkas pendaftaran

Berkas pendaftaran yang harus dilampirkan pada saat pendaftaran yaitu:

  1. Formulir Pendaftaran (Pilih salah satu formulir pendaftaran program beasiswa S2 luar negeri Kemkominfo atau formulir pendaftaran program beasiswa Kemenkominfo-StuNed)
  2. Scan KTP.
  3. Scan paspor hijau bagi masyarakat umum dan paspor biru bagi ASN (jika telah tersedia).
  4. SK CPNS dan SK PNS (bagi PNS).
  5. SK Pengangkatan atau perjanjian kontrak (bagi karyawan swasta).
  6. Ijazah S1/D4.
  7. Transkrip akademik.
  8. Sertifikat TOEFL/IELTS (jika telah tersedia).
  9. Surat izin atasan.
  10. Surat rekomendasi.
  11. Check list berkas pendaftaran.

Baca juga: Masih Pandemi, Sampai Kapan Pembelajaran Jarak Jauh Dilakukan? Ini Penjelasan Kemendikbud...

Karena beasiswa ini ditujukan ke luar negeri, pemberangkatan penerima beasiswa tetap mempertimbangkan kondisi perkembangan pandemi, kebijakan pemerintah dan perguruan tinggi di negara tujuan studi, serta metode pembelajaran yang akan digunakan.

Oleh karena itu, penerima beasiswa akan mengikuti proses pembelajaran di kota domisili masing-masing, atau sesuai ketentuan yang diberlakukan.

Hal ini berkaitan dengan kebijakan perguruan tinggi dan negara tujuan studi yang menggunakan metode pembelajaran distance learning atau memberlakukan pembelajaran daring.

Baca juga: Masih PJJ, Kapan KBM Tatap Muka di Sekolah Bisa Dilangsungkan?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.