Kompas.com - 10/02/2021, 14:35 WIB

KOMPAS.com - Mata uang digital, Bitcoin, belakangan ini ramai diperbincangkan oleh masyarakat. Semakin banyak orang yang tertarik untuk mengetahui dan mendapatkan Bitcoin, karena nilai tukarnya yang dikabarkan semakin tinggi.

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, Rabu (10/2/2021), satu 'keping' Bitcoin kini setara dengan Rp 647.173.013,20. Data tersebut diperoleh dari Morningstar dan Coinbase.

Morningstar and Coinbase Kurs Bitcoin ke Rupiah, Rabu (10/2/2021)

Bitcoin semakin populer, terutama setelah miliarder pemilik Tesla Inc, Elon Musk, melalui akun Twitter-nya, menyatakan dukungannya terhadap mata uang baru tersebut.

"Saya adalah pendukung bitcoin," tulis Musk, dikutip dari Reuters, Senin (1/2/2021).

Musk mengatakan, pihaknya sedikit terlambat menyadari potensi Bitcoin, dan menyebut bahwa seharusnya dia sudah membeli mata uang itu delapan tahun sebelumnya.

Komentar tersebut, diikuti pemasangan tag "#bitcoin" di profil Twitter-nya, mendorong nilai mata uang digital itu naik hingga 14 persen.

Baca juga: Cerita di Balik Keputusan Elon Musk Borong Bitcoin Rp 21 Triliun


Lantas, apa itu Bitcoin?

Melansir BBC, Jumat (5/2/2021), Bitcoin, sering kali digambarkan sebagai cryptocurrency, mata uang virtual atau mata uang digital, dan merupakan jenis uang yang sepenuhnya virtual.

Secara sederhana, Bitcoin bisa dibayangkan seperti versi digital dari uang tunai. Pemilik Bitcoin dapat menggunakan mata uang digital itu sebagai alat pembayaran untuk membeli produk atau membayar jasa.

Penemu Bitcoin adalah Satoshi Nakamoto, yang diketahui meluncurkan mata uang digital tersebut pertama kali ke internet pada 2009.

Halaman:
Sumber BBC,REUTERS

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Terjadi Peristiwa G30S PKI?

Mengapa Terjadi Peristiwa G30S PKI?

Tren
Tragedi Nasional Jangan Terulang Kembali

Tragedi Nasional Jangan Terulang Kembali

Tren
Viral, Potret 'Kuburan' Ikan Paus Bawah Air, Dipenuhi Puluhan Bangkai

Viral, Potret "Kuburan" Ikan Paus Bawah Air, Dipenuhi Puluhan Bangkai

Tren
7 Cara Meningkatkan Penghasilan agar Tidak Perlu Berutang

7 Cara Meningkatkan Penghasilan agar Tidak Perlu Berutang

Tren
Sejarah Gerwani, Gerakan Wanita Indonesia yang Dikaitkan dengan Aksi G30S

Sejarah Gerwani, Gerakan Wanita Indonesia yang Dikaitkan dengan Aksi G30S

Tren
[POPULER TREN] Mie Sedaap Ditarik di Hong Kong, Bagaimana di Indonesia? | Apa yang Terjadi jika Minum Susu Tiap Hari?

[POPULER TREN] Mie Sedaap Ditarik di Hong Kong, Bagaimana di Indonesia? | Apa yang Terjadi jika Minum Susu Tiap Hari?

Tren
Peristiwa G30S, Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?

Peristiwa G30S, Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?

Tren
Peringatan G30S PKI, Pengibaran Bendera Setengah Tiang 30 September, dan Hari Kesaktian Pancasila

Peringatan G30S PKI, Pengibaran Bendera Setengah Tiang 30 September, dan Hari Kesaktian Pancasila

Tren
Bjorka Hilang Usai Anggaran Rp 624 Miliar Disetujui, Ini Kata BSSN

Bjorka Hilang Usai Anggaran Rp 624 Miliar Disetujui, Ini Kata BSSN

Tren
Adakah Konsekuensi apabila Tidak Menyampaikan Data Pegawai Non-ASN?

Adakah Konsekuensi apabila Tidak Menyampaikan Data Pegawai Non-ASN?

Tren
Sinyal Resesi Ekonomi Global, Apa yang Akan Terjadi?

Sinyal Resesi Ekonomi Global, Apa yang Akan Terjadi?

Tren
Ramai soal Beda Warna Seragam Pramugari Kereta Api, Ada yang Merah dan Abu-abu, Ini Penjelasannya

Ramai soal Beda Warna Seragam Pramugari Kereta Api, Ada yang Merah dan Abu-abu, Ini Penjelasannya

Tren
Mie Sedaap Korean Spicy Ditarik di Hong Kong, Bagaimana di Indonesia? Ini Penjelasan BPOM

Mie Sedaap Korean Spicy Ditarik di Hong Kong, Bagaimana di Indonesia? Ini Penjelasan BPOM

Tren
Isu Ridwan Kamil Masuk Golkar, Indikasi Siap Maju Pilpres?

Isu Ridwan Kamil Masuk Golkar, Indikasi Siap Maju Pilpres?

Tren
Nenek 71 Tahun Naik Xpander Tewaskan 3 Orang di Sukabumi, Ditetapkan Tersangka, Terancam 6 Tahun Penjara

Nenek 71 Tahun Naik Xpander Tewaskan 3 Orang di Sukabumi, Ditetapkan Tersangka, Terancam 6 Tahun Penjara

Tren
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.