Tikus Musim Hujan, Mendidik Anak dan Siasat Baru di PPKM Mikro

Kompas.com - 09/02/2021, 08:53 WIB
Ilustrasi hujan, musim hujan ShutterstockIlustrasi hujan, musim hujan

Hai, apa kabarmu? Bagaimana seminggu ini kamu lalui?

Semoga kabarmu baik dan seminggu yang baru kamu lalui dengan banyak hujan tidak merepotkan.

Hujan lebat di beberapa tempat memicu tanah longsor di perbukitan, banjir dan genangan di sejumlah tempat dan kerusakan jalan tol yang menyebabkan kecelakaan.

Betul, hujan bukan faktor tunggal atas sejumlah kejadian itu. Ada sejumlah faktor dan di antaranya kita pasti punya andil juga.

Karena hujan ini, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan siaga banjir untuk lima provinsi di Pulau Jawa selain DI Yogyakarta.

Untuk cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung, BMKG memberi peringatan juga untuk wilayah lain di luar Pulau Jawa

Semoga sejumlah peringatan ini membuat kita bijak mengantisipasi, juga ketika terpaksa berkegiatan di luar rumah saat musim hujan.

Minggu lalu, masih terkait hujan, enam pelajar dilaporkan orangtua dari salah satu pelajar ini ke kantor polisi.

Ilustrasi hujan lebat disertai angin kencang akibat cuaca ekstrem.SHUTTERSTOCK/CHOKCHAI POOMICHAIYA Ilustrasi hujan lebat disertai angin kencang akibat cuaca ekstrem.
Enam pelajar itu adalah NF (16), RK (17), RS (16), FS (15), DV (18) dan BT (15). Mereka adalah pelajar SMP dan SMA di Kota Probolinggo, Jawa Timur.

Keenam pelajar ini naik mobil Agya dengan kecepatan tinggi melintasi genangan air di tepi jalan depan warung-warung secara sengaja untuk konten di media sosial.

Anak-anak ini tertawa-tawa di dalam mobil yang penuh sesak sementara pemilik warung mengalami kerugian karena dagangannya basah terkena cipratan air genangan.

Tidak hanya di satu genangan mereka melakukan tetapi di beberapa genangan. Hal ini terlihat dari video yang mereka unggah dan banyaknya warung dan toko yang terdampak.

Setelah dibawa ke kantor polisi, diketahui pengemudi tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) dan mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi sehingga membahayakan pihak lain termasuk para pemilik warung.

Enam pelajar setelah mengetahui kekeliruannya tidak ditahan dan dikembalikan ke orangtua masing-masing. Mereka meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa.

Berdasarkan pengakuan, para pelajar ini melakukan perbuatannya karena kesenangan belaka. Tidak sadar bahwa kesenangan itu membahayakan dan merugikan orang lain.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Itu Gempa Megathrust?

Apa Itu Gempa Megathrust?

Tren
UPDATE Corona Global 11 April: 10 Negara dengan Kasus Tertinggi | WHO Sesalkan Ketidakseimbangan Distribusi Vaksin Covid-19

UPDATE Corona Global 11 April: 10 Negara dengan Kasus Tertinggi | WHO Sesalkan Ketidakseimbangan Distribusi Vaksin Covid-19

Tren
8 Makanan Paling Berbahaya Bagi Tubuh dan Cara Benar Mengonsumsinya

8 Makanan Paling Berbahaya Bagi Tubuh dan Cara Benar Mengonsumsinya

Tren
INFOGRAFIK: Mengenang Pangeran Philip (1921-2021)

INFOGRAFIK: Mengenang Pangeran Philip (1921-2021)

Tren
Update Gempa Malang M 6,1: 8 Orang Meninggal, Puluhan Luka-luka, 85 Rumah Rusak Berat, dan Rusak 150 Fasilitas Umum

Update Gempa Malang M 6,1: 8 Orang Meninggal, Puluhan Luka-luka, 85 Rumah Rusak Berat, dan Rusak 150 Fasilitas Umum

Tren
Tanya Jawab Seputar Kuota Gratis Kemendikbud 2021 yang Cair Hari Ini

Tanya Jawab Seputar Kuota Gratis Kemendikbud 2021 yang Cair Hari Ini

Tren
Garam, Herbisida Alami yang Ampuh Memberantas Gulma

Garam, Herbisida Alami yang Ampuh Memberantas Gulma

Tren
Saat Inggris Batasi Penggunaan Vaksin AstraZeneca Hanya untuk Usia 30 Tahun ke Atas

Saat Inggris Batasi Penggunaan Vaksin AstraZeneca Hanya untuk Usia 30 Tahun ke Atas

Tren
[HOAKS] 6 Makanan Ini Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan

[HOAKS] 6 Makanan Ini Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan

Tren
7 Barang yang Perlu Dibawa Saat UTBK-SBMPTN 2021

7 Barang yang Perlu Dibawa Saat UTBK-SBMPTN 2021

Tren
Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadhan 1442 H: Jadwal, Agenda, dan Lokasi Rukyatul Hilal

Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadhan 1442 H: Jadwal, Agenda, dan Lokasi Rukyatul Hilal

Tren
Kuota Gratis Kemendikbud Cair Hari Ini, Berikut Cara Cek, Syarat, hingga Kuota yang Didapatkan

Kuota Gratis Kemendikbud Cair Hari Ini, Berikut Cara Cek, Syarat, hingga Kuota yang Didapatkan

Tren
Mudik Lebaran 2021 Resmi Dilarang, Berikut Kendaraan yang Masih Bisa Beroperasi 6-17 Mei

Mudik Lebaran 2021 Resmi Dilarang, Berikut Kendaraan yang Masih Bisa Beroperasi 6-17 Mei

Tren
Pemerintah Buka Seleksi 1.275.387 CPNS 2021, Ini Formasi yang Paling Banyak Dibutuhkan

Pemerintah Buka Seleksi 1.275.387 CPNS 2021, Ini Formasi yang Paling Banyak Dibutuhkan

Tren
[POPULER TREN] Gempa Malang dan Wilayah yang Ikut Merasakan | Aturan Lengkap Larangan Mudik Lebaran 2021

[POPULER TREN] Gempa Malang dan Wilayah yang Ikut Merasakan | Aturan Lengkap Larangan Mudik Lebaran 2021

Tren
komentar
Close Ads X