Pasar Dinar Dirham dan Ancaman Inflasi

Kompas.com - 08/02/2021, 07:00 WIB
Seorang wartawan memfoto ruko pasar muamalah yang disegel polisi, di Tanah Baru, Depok, Jawa Barat, Rabu (3/2/2021). Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap pendiri Pasar Mualamah Zaim Saidi dan menyegel ruko yang digunakan sebagai tempat transaksi pembayaran menggunakan koin dinar, dirham, dan emas. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHASeorang wartawan memfoto ruko pasar muamalah yang disegel polisi, di Tanah Baru, Depok, Jawa Barat, Rabu (3/2/2021). Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap pendiri Pasar Mualamah Zaim Saidi dan menyegel ruko yang digunakan sebagai tempat transaksi pembayaran menggunakan koin dinar, dirham, dan emas. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp.

PROGRAM Aiman, Senin (8/2/2021), pukul20.00 di Kompas TV, tertarik untuk mengangkat tentang sebuah pasar di Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat, yang kemarin sempat viral. Ada aktivitas perdagangan menggunakan dirham dan dinar di pasar itu.

Baca juga: Viral Transaksi Pakai Dinar-Dirham di Pasar Muamalah Depok dan Tanggapan Otoritas. . .

Saya mencoba berkeliling di lokasi pasar. Pasar itu kecil. Aktivitas jual beli menggunakan dirham dan dinar tidak setiap hari ada. Hanya akhir pekan. Pedagangnya dadakan dan tak banyak. Tak sampai 20 lapak. Yang dijual adalah kebutuhan sehari-hari dan herbal untuk kesehatan.

Mata uang dirham dan dinar disebarkan secara gratis dan punya potensi inflasi yang meluas, jika pergerakannya masif.

Dibagikan gratis

Aktivitas dagang dengan dirham dan dinar sekarang sudah tidak ada di pasar itu. Polisi menahan penggagas pasar yang bernama Zaim SaidiBaca juga: Profil Zaim Saidi, Pendiri Pasar Muamalah Depok yang Tempuh Pendidikan hingga ke Luar Negeri. Ia dikenakan dua pasal.

Pertama, bertransaksi tidak menggunakan Rupiah. Ancaman hukumannya satu tahun penjara. Yang kedua, ini yang terberat, menciptakan mata uang sendiri, yakni Dinar-Dirham Amirat Nusantara yang tertulis pada koin dinar emas dan dirham perak tersebut.

Saya berkeliling ke sejumlah warga, termasuk pedagang di sana. Tapi rupanya pedagang yang saya temui di sana berbeda dengan pedagang yang biasanya menggunakan dirham-dinar di akhir pekan.

Mereka mengaku tidak mengikuti pasar yang dikelola Zaim Saidi. Tetapi sebagian dari warga dan pedagang di sana mengaku mendapatkan koin dirham perak untuk berbelanja yang diberikan secara cuma-cuma oleh pihak Zaim Saidi.

Sebagian pedagang mengaku koin diberikan gratis dan dikoordinir oleh sejumlah RT untuk dibagikan ke warga.

Awalnya dikatakan diberikan kepada warga tidak mampu, tapi setelah saya berkeliling, banyak warga yang tampak tergolong mampu, seperti memiliki toko sembako lengkap dan paling besar di lingkungannya, juga diberikan koin-koin dinar-dirham ini.

Mencari keping dinar-dirham

Saya mencari ke sana dan sini untuk mendapatkan kepingan koin dirham-dinar. Akhirnya, saya berhasil mendapatkannya secara eksklusif.

Menurut informasi, koin dinar yang saya dapatkan terbuat dari emas 22 karat seberat 4,25 gram. Nilainya Rp 4 juta per keping.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X