[POPULER TREN] 6 Hal tentang Sertifikat Tanah Elektronik

Kompas.com - 05/02/2021, 05:30 WIB
Warga mencium sertifikat usai mengikuti penyerahan sertifikat tanah gratis oleh Presiden Joko Widodo secara virtual, di Rujab Gubernur Sulawesi Tenggara, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (5/1/2021). Presiden RI Joko Widodo secara virtual menyerahkan sertifikat tanah gratis untuk rakyat se-Indonesia, untuk di Sulawesi Tenggara sebanyak 26.542 lembar sertfikat yang tersebar di 17 kabupaten/kota. ANTARA FOTO/JOJONWarga mencium sertifikat usai mengikuti penyerahan sertifikat tanah gratis oleh Presiden Joko Widodo secara virtual, di Rujab Gubernur Sulawesi Tenggara, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (5/1/2021). Presiden RI Joko Widodo secara virtual menyerahkan sertifikat tanah gratis untuk rakyat se-Indonesia, untuk di Sulawesi Tenggara sebanyak 26.542 lembar sertfikat yang tersebar di 17 kabupaten/kota.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah melakukan transformasi sertifikat tanah dari bentuk fisik ke elektronik menjadi perbincangan publik.

Ada beberapa hal yang perlu dipahami soal kebijakan ini. Berita mengenai sertifikat tanah ini menjadi salah satu berita yang paling banyak dibaca di laman Tren sepanjang Kamis (4/2/2021) hingga Jumat (5/2/2021) pagi.

Berita lainnya yang banyak dibaca mengenai video viral yang beredar soal "desa mati" di Majalengka.

Selengkapnya, berikut beberapa berita populer Tren:

1. Hal yang perlu diketahui soal sertifikat elektronik

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) akan memulai penggunaan sertifikat elektronik tahun ini.

Program ini telah dimulai di beberapa kantor pertanahan yang dinilai siap, di antaranya di Jakarta Selatan.

Apa saja yang perlu diketahui soal transformai sertifikat fisik ke elektronik? Baca beberapa berita berikut ini:

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Video viral "desa mati" di Majalengka

Di media sosial beredar video soal keadaan desa tak berpenghuni. Dalam video itu, terlihat deretan rumah kosong yang sudah usang dan banyak ditumbuhi tumbuhan liar.

Video tersebut diunggah oleh akun channel YouTube bernama Bucin TV pada 26 Januari 2021 dan telah ditonton sebanyak 2,1 juta kali.

Diketahui, desa ini ada di Majalengka. Bagaimana ceritanya? Baca selengkapnya di sini:

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X