Apa Bedanya Rematik dan Arthritis? Simak Gejala dan Perawatannya

Kompas.com - 04/02/2021, 11:38 WIB
Ilustrasi arthritis atau radang sendi. Shutterstock/Emily FrostIlustrasi arthritis atau radang sendi.

KOMPAS.com - Di Indonesia sakit di persendian biasa disebut dengan rematik. 

Lantas, apa perbedaan arthritis dan rematik?

Dilansir News Medical, sebenarnya rematik adalah istilah informal yang digunakan untuk menggambarkan penyakit atau sindrom sendi. 

Literatur medis umumnya tidak menggunakan istilah rematik.

Baca juga: Mengenal Osteoarthritis, Radang Sendi yang Bisa Terjadi pada Usia Muda

Sebaliknya, radang sendi biasanya digunakan untuk merujuk pada kondisi seperti itu.

Arthritis berasal dari bahasa Yunani untuk "penyakit sendi".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Arthritis adalah peradangan sendi kronis/akut yang sering disertai dengan kerusakan struktural dan rasa sakit.

Arthritis ditandai oleh kelainan sendi, kekakuan, dan nyeri yang disebabkan oleh peradangan.

Baca juga: Berkaca dari Italia, Apa yang Dilakukan Saat Rumah Sakit Penuh?

Peradangan dapat disebabkan oleh beberapa faktor termasuk:

  • Infeksi, seperti yang terlihat pada arthritis septik
  • Mekanisme auto-inflamasi atau auto-imun terlihat pada rheumatoid arthritis
  • Deposit kristal seperti asam urat
  • Penyakit degeneratif seperti osteoartritis
  • Peradangan kadang-kadang bisa idiopatik, yaitu timbul tanpa sebab spesifik

Baca juga: Mengenal Trypanophobia, Fobia Jarum Suntik: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Gejalanya

Gejala arthritis cenderung bervariasi. Namun gejala umumnya termasuk:

  • Kelemahan otot dan pemborosan
  • Mobilitas sendi yang terbatas
  • Kekakuan sendi, nyeri, dan sensitivitas
  • Peradangan pada daerah sendi dan sekitarnya
  • Kulit hangat menutupi sendi yang terkena

Ada beberapa jenis arthritis, seperti Rheumatoid Arthritis (RA) dan Osteoartritis

Baca juga: [HOAKS] Fluorida di Pasta Gigi Sebabkan Kanker Tulang Osteosarcoma

Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid Arthritis (RA) umumnya memengaruhi mereka yang berusia antara 40 dan 50 tahun dan tiga kali lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria.

RA berkembang sebagai respons terhadap sistem kekebalan tubuh yang menyerang sendi-sendi spesifik yang mengarah pada respons peradangan dan nyeri.

Baca juga: Lansia, Covid-19, dan Vaksin Flu di Tengah Pandemi...

Osteoartritis

Osteoartritis biasanya menyerang mereka yang berusia 40 tahun atau lebih, wanita, dan mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi tersebut.

Namun, telah ditemukan berkembang pada usia berapa pun karena cedera atau kondisi sendi komorbiditas lainnya seperti rheumatoid arthritis.

Osteoartritis mempengaruhi tulang rawan halus yang melapisi sendi dan menyebabkan berkurangnya mobilitas, kekakuan, dan nyeri.

Pembengkakan dan osteofit dapat berkembang sebagai akibat dari ligamen dan tendon harus bekerja lebih keras untuk mengimbangi lapisan tulang rawan yang menipis.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui soal Klaim Biaya Pasien Covid-19 di Rumah Sakit

Bagaimana mendiagnosis arthritis?

Untuk mendiagnosis dan mengukur tingkat keparahan arthritis, para dokter sering menggunakan teknologi pencitraan.

Tingkat kerusakan sendi, integritas dan stabilitas struktur dapat ditentukan dengan magnetic resonance imaging (MRI), ultrasound, CT, dan sinar-X.

Bagi mereka dengan arthritis yang mempengaruhi tangan, pemindaian tulang sering digunakan untuk menunjukkan kesimetrisan sendi.

Tes lebih lanjut seperti menganalisis cairan sendi pasien untuk memeriksa jumlah sel darah putih dan merah juga bisa dilakukan.

Baca juga: Ahli Sebut CT Scan Lebih Efektif untuk Diagnosis Virus Corona daripada Tes Swab

Pengobatan arthritis

Arthritis dianggap sebagai kondisi progresif tanpa penyembuhan.

Pasien yang kondisinya berkembang dengan cepat cenderung menjadi lebih tua, memiliki beberapa sendi yang terkena, atau mengalami obesitas.

Ada beberapa pilihan perawatan untuk mereka yang menderita RA dan osteoarthritis.

Baca juga: Kisah YouTuber Lansia Brasil, Viral karena Mencatat dan Membacakan Semua Nama Subscriber-nya

Perawatan untuk Rheumatoid Arthritis

Biasanya orang-orang dengan RA akan diberi resep obat Disease Modifying Anti Rheumatic Drugs (DMARDs).

Obat itu membantu meringankan gejala yang dialami dan mengurangi laju perkembangan penyakit.

Perawatan lain termasuk perawatan biologis, misalnya dengan obat infliximab dan etanercept, yang biasanya diambil bersama DMARDs.

Obat ini membantu mencegah bahan kimia yang ada dalam darah menyerang sendi.

Steroid juga dapat diresepkan untuk membantu mengatasi peradangan, rasa sakit, dan kekakuan.

Baca juga: Mengenal Steroid, Mulai dari Jenis, Manfaat, hingga Efek Sampingnya

Perawatan untuk Osteoartritis

Bagi penderita dengan gejala osteoarthritis ringan, perubahan gaya hidup dianjurkan untuk mengatasi gejala ini.

Perubahan gaya hidup meliputi:

  • Jika kelebihan berat badan, dianjurkan untuk menurunkan berat badan
  • mengenakan alas kaki yang tepat
  • berolahraga secara teratur
  • menggunakan perangkat yang membantu mengurangi jumlah regangan pada sendi setiap hari.

Baca juga: Pasien BPJS Disebutkan Diminta Bayar Obat Rp 229 Juta, Bagaimana Aturan Kemenkes?

Sedangkan bagi penderita dengan gejala osteoarthritis berat, obat penghilang rasa sakit dapat disarankan, di samping olahraga yang harus diikuti dengan fisioterapi.

Pembedahan juga mungkin disarankan untuk sebagian kecil pasien, jika perawatan sebelumnya dirasa tidak efektif.

Operasi bertujuan untuk mengganti sendi yang rusak parah, untuk memperbaiki, atau memperkuat sendiri yang terkena.

Baca juga: Penjelasan Kemenkes soal Laporan Pasien Covid-19 yang Diminta Bayar Ratusan Juta


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.