Update Corona di Dunia 3 Februari: 104 Juta Kasus | Vaksin CanSino Diklaim Aman, Cukup Suntik Satu Dosis

Kompas.com - 03/02/2021, 08:31 WIB
Foto tertanggal 20 November 2018 menunjukkan seorang teknisi bekerja di fasilitas peracik vaksin di CanSino Biologics di Tianjin, China. CHINA STRINGER NETWORK via REUTERSFoto tertanggal 20 November 2018 menunjukkan seorang teknisi bekerja di fasilitas peracik vaksin di CanSino Biologics di Tianjin, China.

Sebanyak 94 persen dari total kasus corona yang tercatat hingga saat ini sejak wabah di Palestina pada Maret sudah pulih, 4,9 persen masih aktif, dan 1,1 persen sudah meninggal.

Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Senin malam mengonfirmasi 368 kasus baru Covid-19 dan satu kematian di antara warga Palestina di diaspora.

Kementerian Luar Negeri mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa satu orang Palestina meninggal karena virus yang sangat menular di Venezuela, meningkatkan total kematian warga Palestina di negara itu sejak wabah pandemi menjadi empat.

Total kasus yang dikonfirmasi di antara warga Palestina di Venezuela mencapai 15.

Baca juga: Regeneron Klaim Koktail Antibodinya Efektif Cegah Infeksi Covid-19

Malaysia

Pemerintah Malaysia mengumumkan akan melanjutkan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) yang semestinya berakhir pada 4 Februari dilanjutkan hingga 18 Februari 2021 untuk membendung penularan Covid-19.

Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yakoob mengemukakan hal itu di Putrajaya, Selasa, dalam siaran pers harian perkembangan PKP dan PKP Bersyarat (PKPB) di negara tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) juga membentangkan penilaian resiko PKP 2.0 yang sedang dilaksanakan di semua negeri (provinsi) di Semenanjung dan negeri Sabah yang dijadwalkan berakhir pada 4 Februari 2021," katanya.

KKM membenarkan kasus harian di semua negeri-negeri masih menunjukkan tren peningkatan dengan kadar penularan dalam klaster adalah antara 20 persen hingga 40 persen.

"Selain itu, penularan sporadis dalam komunitas juga tinggi yang melibatkan warga negara dan bukan warga negara," katanya.

Baca juga: Indonesia sudah Datangkan Vaksin Sinovac, Bagaimana dengan Malaysia?

China

Hasil uji sementara kandidat vaksin Covid-19 dengan metode Ad5-nCoV yang dikembangkan perusahaan biofarmasi China CanSino menunjukkan tidak ada efek samping serius.

Melansir Antara, Selasa (2/2/2021), penggunaannya cukup satu dosis tidak seperti vaksin inaktif yang dikembangkan Sinopharm dan Sinovac.

CanSino akan terus melanjutkan uji klinis tahap ketiga dan hasilnya di beberapa negara akan keluar pada pekan ini, tulis media China, Selasa.

Tidak seperti vaksin inaktif yang harus disuntikkan dua dosis kepada setiap orang, vaksin Ad5-nCoV cukup disuntikkan satu dosis sudah dapat dua perlindungan pada tubuh manusia, yakni imunitas humoral dan imunitas seluler dalam waktu bersamaan.

Baca juga: Drama Vaksin Moderna akibat Rusaknya Alat Penyimpanan

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Tahapan Pemeriksaan Covid-19 Menggunakan GeNose

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X