Apa Itu Kudeta Militer seperti Terjadi pada Aung San Suu Kyi di Myanmar?

Kompas.com - 02/02/2021, 09:00 WIB
Foto arsip tertanggal 17 Desember 2019, menampilkan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, berbicara di konferensi pers dengan Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, setelah bertemu di Istana Kepresidenan Naypyidaw, Myanmar. AP PHOTO/AUNG SHINE OOFoto arsip tertanggal 17 Desember 2019, menampilkan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, berbicara di konferensi pers dengan Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, setelah bertemu di Istana Kepresidenan Naypyidaw, Myanmar.

KOMPAS.com - Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi bersama sejumlah tokoh senior Partai National League for Democracy (NLD) ditangkap dalam sebuah penggerebekan, Senin (1/2/2021).

Kudeta militer ini terjadi setelah meningkatnya ketegangan antara pemerintahan sipil dengan pihak militer dalam beberapa hari terakhir.

Pihak militer Myanmar pun mengumumkan keadaan darurat selama satu tahun untuk menjaga stabilitas negara. Selain itu, mereka juga menunjuk seorang jenderal sebagai pelaksana tugas Presiden Myanmar.

Baca juga: Aung San Suu Kyi Ditahan, Ini Timeline Peristiwa Penting di Myanmar

Lantas, apa itu kudeta militer?

Penjelasan soal kudeta militer

Sekumpulan tentara berjaga di jalanan Naypyidaw, Myanmar, pada 1 Februari 2021. Penjagaan dilakukan setelah militer melakukan kudeta dengan menahan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint.STR via AFP Sekumpulan tentara berjaga di jalanan Naypyidaw, Myanmar, pada 1 Februari 2021. Penjagaan dilakukan setelah militer melakukan kudeta dengan menahan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, kudeta adalah perebutan kekuasaan (pemerintahan) dengan paksa.

Kemudian, dikutip dari Britannica, kudeta adalah penggulingan secara tiba-tiba dan kejam terhadap pemerintah oleh kalangan kelompok kecil.

Prasyarat utama kudeta adalah memegang kendali atas semua atau sebagian angkatan bersenjata, polisi dan elemen militer lainnya.

Berbeda halnya dengan revolusi yang dibiasanya dicapai oleh sejumlah massa dalam jumlah besar dengan tujuan perubahan sosial, ekonomi dan politik.

Intinya, kudeta merupakan pergantian kekuasaan dari atas yang hanya menghasilkan pergantian tiba-tiba pejabat pemerintah.

Baca juga: Kudeta Myanmar, Militer Patroli di Jalan dan Terapkan Jam Malam

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X