[POPULER TREN] 8 Dokumen yang Kena Bea Meterai Rp 10.000 | Soal Pajak Pulsa

Kompas.com - 01/02/2021, 05:40 WIB
Desain Baru Materai Rp 10.000 Dokumentasi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.Desain Baru Materai Rp 10.000

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan telah resmi merilis meterai tempel Rp 10.000 beberapa hari lalu.

Ada sejumlah ketentuan yang perlu diperhatikan terkait penggunaan meterai tempel Rp 10.000 ini.

Berita mengenai dokumen yang dikenakan bea meterai Rp 10.000 menjadi salah satu berita yang banyak dibaca pada laman Tren sepanjang Minggu (31/1/2021) hingga Senin (1/2/2021) pagi.

Berita lainnya seputar keramaian soal pajak pulsa, token listrik, kartu perdana, dan voucher.

Selengkapnya, berikut berita populer Tren:

1. Dokumen yang kena bea meterai Rp 10.000

Batasan pengenaan bea meterai menjadi Rp 5 juta. Ini bukan hanya berlaku pada dokumen fisik dalam kertas, melainkan juga untuk dokumen digital dan transaksi elektronik.

Melansir Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020, Bab II menjelaskan mengenai objek, tarif, dan saat terutang bea meterai.

Bea meterai dikenakan atas dokumen yang dibuat sebagai alat untuk menerangkan mengenai suatu kejadian yang bersifat perdata dan dokumen yang digunakan sebagai alat bukti di pengadilan.

Apa saja dokumen yang harus menggunakan meterai Rp 10.000? Simak selengkapnya pada berita ini:

8 Dokumen yang Dikenai Bea Meterai Rp 10.000, Apa Saja?

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X