Harlah Ke-95 NU, Bagaimana Sejarah Pendirian Nahdlatul Ulama?

Kompas.com - 31/01/2021, 10:15 WIB
Presiden Joko Widodo (keenam kanan) disaksikan Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kelima kanan), Ketua PBNU Said Aqil Siroj (tengah), Istri Gus Dur Sinta Nuriyah (kedua kanan), Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa (keempat kanan) Ketua Pelaksana Harlah Yenny Wahid (ketiga kanan) bersiap memberikan sambutan pada Harlah ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), doa bersama untuk keselamatan bangsa dan maulidrrasul di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (27/1/2019). Kegiatan yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah tersebut mengangkat tema Khidmah Muslimat NU, Jaga Aswaja, Teguhkan Bangsa. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO APresiden Joko Widodo (keenam kanan) disaksikan Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kelima kanan), Ketua PBNU Said Aqil Siroj (tengah), Istri Gus Dur Sinta Nuriyah (kedua kanan), Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa (keempat kanan) Ketua Pelaksana Harlah Yenny Wahid (ketiga kanan) bersiap memberikan sambutan pada Harlah ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), doa bersama untuk keselamatan bangsa dan maulidrrasul di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (27/1/2019). Kegiatan yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah tersebut mengangkat tema Khidmah Muslimat NU, Jaga Aswaja, Teguhkan Bangsa.
Penulis Mela Arnani
|

KOMPAS.com - Nahdlatul Ulama (NU) genap berusia 95 tahun, tepat pada hari ini, Minggu (31/1/2021).

Ketua Umum Pengurus Besar NU Said Aqil Siradj mengatakan, NU telah memiliki perjalanan panjang dan memberikan andil kontribusi untuk bangsa Indonesia.

"NU hampir 100 tahun, bahwa menunjukan sudah panjang perjalanannya, sudah banyak andil kontribusinya untuk bangsa ini, sudah banyak lika-likunya. Kadang menjumpai perjalanan yang mudah, tapi tidak sedikit kita jumpai perjalanan yang terjal," kata Said dalam pidatonya pada acara 'Konser Amal dan Harlah NU Ke-95 secara virtual, Sabtu (30/1/2021).

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Muhammadiyah Didirikan di Yogyakarta, Bagaimana Awal Mulanya?

Lantas, bagaimana sejarah berdirinya NU?

Diberitakan Kompas.com, 31 Januari 2019, pada 1918, KH Wabah Chasbullah dan KH Hasyim Ahsari merupakan tokoh di balik Nahdlatul Tujjar atau kebangkitan para usahawan.

Meski tak panjang, organisasi ini berhasil menghimpun dana yang besar, dan berkembang menjadi basis perekonomian rakyat.

Pada awal abad XX, muncul polemik di dunia Islam terkait gerakan pemurnian agama, disertai tendensi menentang ajaran tradisional.

Baca juga: Pesantren dan Lembaga Pendidikan Islam Dapat Bantuan Operasional, Ini Ketentuan dan Prosedurnya

Sejumlah kelompok Islam di Indonesia mulai mengambil sikap atas gerakan pemurnian ini.

Setelah itu, digelar Kongres Al Islam di Yogyakarta pada 1925, dan disepakati perlunya kebebasan bermahzan dan peduli terhadap warisan peradaban.

KH Hasyim Asy'ari ditunjuk sebagai Rais Akbar dalam organisasi baru.

Baca juga: INFOGRAFIK: Susunan Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X