Dijual Rp 900 Juta, Pulau Lantigiang Bagian dari Taman Nasional Taka Bone Rate

Kompas.com - 30/01/2021, 14:28 WIB
Suasana Pulau Lantigiang, Kecamatan Takabonerate, Sulawesi Selatan. Dokumentasi Asri KOMPAS.com/NURWAHIDAHSuasana Pulau Lantigiang, Kecamatan Takabonerate, Sulawesi Selatan. Dokumentasi Asri

KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menindaklanjuti dugaan penjualan Pulau Lantigiang yang terletak di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Kompas.com, Sabtu (30/1/2021), memberitakan, informasi terkait penjualan itu dibenarkan oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Jinato, Nur Aisyah Amnur.

Beberapa saksi telah diperiksa oleh pihak Polres Selayar. Hasilnya, Pulau Lantigiang dijual oleh Syamsu Alam kepada Asdianti sebagai pembeli.

Menurut informasi, Pulau Lantigiang dijual dengan harga Rp 900 juta dan calon pembeli sudah membayar Rp 10 juta.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Dr. TB Haeru Rahayu mengatakan, KKP akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk menentukan langkah selanjutnya.

Ia menyebutkan, Pulau Lantigiang masih bagian dari Taman Nasional Taka Bone Rate.

"KKP akan melakukan koordinasi dengan KLHK untuk langkah tindaklanjut karena pulau yang dimaksud (Pulau Lantigiang) merupakan bagian dari wilayah Taman Nasional Taka Bone Rate," ujar Haeru kepada Kompas.com, Sabtu (30/1/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Koordinasi dengan KLHK dilakukan untuk memverifikasi praktik jual beli ini dengan regulasi yang berlaku.

Baca juga: Pulau Lantigiang Selayar Dijual Rp 900 Juta, Ini Tanggapan Kementerian ATR/BPN

Pulau di Indonesia tidak boleh dijual

Berdasarkan aturan yang ada, kata Haeru, pulau-pulau di Indonesia tidak boleh diperjualbelikan kepada siapa pun.

"Aturan kepemilikan pulau kecil sudah jelas bahwa pulau tidak dapat diperjualbelikan, apalagi kepada warga negara asing karena pada setiap pulau terdapat penguasaan oleh negara minimal 30 persen dari luasan pulau-pulau kecil," kata Haeru.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X