Fitur Baru di Whatsapp, Pemindai Wajah dan Sidik Jari untuk Akses Versi Web

Kompas.com - 29/01/2021, 18:01 WIB
Fitur keamanan baru pada WA versi Web dan PC, pemindai sidik jari dan wajah untuk menyambungkan perangkat. Twitter: WhatsAppFitur keamanan baru pada WA versi Web dan PC, pemindai sidik jari dan wajah untuk menyambungkan perangkat.

KOMPAS.com - WhatsApp baru saja mengumumkan pembaruan fitur keamanan biometrik untuk aplikasi perpesanan mereka pada versi website dan PC mulai tahun 2021.

Pengumuman pembaruan fitur keamanan tersebut disampaikan melalui akun Twitter resmi WhatsApp pada Kamis (28/1/2021)

Nantinya, fitur baru ini mengharuskan pengguna yang menyambungkan aplikasi WhatsApp di ponsel dengan versi website atau PC, untuk membuka kunci keamanan menggunakan pemindai wajah atau sidik jari terlebih dahulu.

WhatsApp menyebutkan, pembaruan fitur keamanan ini bertujuan agar versi website dan PC mereka memiliki tingkat keamanan yang sama dengan versi smartphone.

Sebelumnya, pengguna WhatsApp cukup memindai QR code yang ditampilkan pada versi website atau PC menggunakan kamera ponsel, untuk menyambungkan kedua perangkat tersebut.

Baca juga: Heboh Muncul Pemberitahuan WhatsApp di Status Pengguna, Ada Apa?

WhatsApp tidak menyimpan data sidik jari dan wajah

Melansir The Independent, Kamis (28/1/2021), dengan pembaruan baru ini, pengguna harus memindai wajah atau jari mereka untuk memastikan bahwa merekalah yang meminta smartphone dan perangkat web atau PC untuk dihubungkan.

"Ini akan membatasi kemungkinan teman serumah atau rekan kantor menautkan perangkat ke akun WhatsApp tanpa sepengetahuan Anda," demikian pernyataan WhatsApp.

Fitur baru ini merupakan tambahan dari fitur keamanan yang sudah ada, seperti notifikasi yang muncul setiap kali ponsel ditautkan ke web atau aplikasi PC, dan kemampuan untuk memutuskan koneksi kedua perangkat kapan saja.

Pembaruan keamanan biometrik ini akan diaktifkan secara otomatis bagi pengguna yang memiliki smartphone yang kompatibel, yakni telah dilengkapi dengan pemindai sidik jari atau sensor pengenalan wajah.

Selama opsi tersebut diaktifkan di setelan sistem smartphone, fitur kemanan biometrik tersebut akan aktif di WhatsApp, dan tidak ada opsi untuk mematikannya.

Meski demikian, WhatsApp tidak akan mendapatkan akses ke data biometrik, yakni sidik jari dan wajah, dari pengguna mana pun.

Baca juga: Pengganti WhatsApp, Berikut 4 Aplikasi Pesan yang Lindungi Privasi

Tidak berhubungan dengan kebijakan privasi baru

Ilustrasi WhatsApp.KOMPAS.com/Bill Clinten Ilustrasi WhatsApp.
Pembaruan fitur keamanan baru ini hadir di tengah kontroversi yang sedang ramai diperbincangkan, mengenai kebijakan privasi baru yang akan mulai diberlakukan WhatsApp pada tahun ini.

Namun, WhatsApp baru-baru ini mengumumkan bahwa pemberlakuan kebijakan privasi baru tersebut akan ditunda, dan pembaruan kemanan biometrik baru ini tidak berhubungan dengan kebijakan kontroversial tersebut.

Seperti diberitakan Kompas.com, Jumat (29/1/2021), publik dibuat heboh dengan kemunculan notifikasi yang meminta persetujuan adanya kebijakan privasi baru dari WhatsApp.

Notifikasi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait keamanan data para pengguna.

Pada 15 Januari 2020, WhatsApp membuat pengumuman bahwa pembaruan kebijakan privasi tidak membuat WhatsApp maupun Facebook melihat percakapan pribadi pengguna.

"Artinya, kami akan selalu melindungi percakapan pribadi Anda dengan enkripsi ujung ke ujung, sehingga baik WhatsApp maupun Facebook tidak dapat melihat pesan pribadi ini. Itu sebabnya kami tidak menyimpan catatan tentang siapa yang mengirim pesan atau menelepon setiap orang. Kami juga tidak dapat melihat lokasi yang Anda bagikan dan kami tidak membagikan kontak Anda dengan Facebook," tulis pihak WhatsApp.

Pada keterangan selanjutnya, WhatsApp mengatakan, tidak ada yang berubah. Menurut mereka, pembaruan hanya untuk menyertakan opsi baru yang harus dimiliki seseorang ketika mengirim pesan bisnis ke WhatsApp.

Whatsapp menyebutkan, pembaruan merupakan bentuk transparansi lebih lanjut mengenai cara WhatsApp mengumpulkan dan menggunakan data.

Dalam informasi tersebut, WhatsApp juga mengatakan, pihaknya memundurkan tanggal berlakunya kebijakan baru ini.

"Kami juga akan melakukan lebih banyak lagi untuk menjernihkan informasi yang salah tentang cara kerja privasi dan keamanan di WhatsApp. Kami kemudian akan mendatangi orang-orang secara bertahap untuk meninjau kebijakan sesuai kemampuan mereka sendiri sebelum opsi bisnis baru tersedia pada tanggal 15 Mei," ujar keterangan dalam unggahan blog resminya pada 15 Januari 2021.

Baca juga: 5 Aplikasi Pesan Selain WhatsApp, Apa Saja?

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: 5 Poin Klarifikasi WhatsApp soal Kebijakan Barunya


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X