Ledakan Arab Saudi Diduga Dilakukan Kelompok Militan Houthi, Bagaimana Sepak Terjangnya?

Kompas.com - 27/01/2021, 20:30 WIB
Serangan udara yang diluncurkan Houthi sebelumnya jarang sekali mencapai ibu kota Riyadh
AFP PHOTO/FRANCK FIFESerangan udara yang diluncurkan Houthi sebelumnya jarang sekali mencapai ibu kota Riyadh

 

KOMPAS.com - Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, diguncang dua peristiwa ledakan besar, yang terjadi dalam rentang waktu kurang dari sepekan.

Peristiwa ledakan pertama terjadi pada Sabtu (23/1/2021), ketika itu militer Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka berhasil mencegat misil yang ditembakkan ke arah Riyadh.

Ledakan kedua yang cukup besar terjadi pada Selasa (26/1/2021) beberapa saksi mengaku mendengar dua suara dentuman keras, dan melihat kepulan kecil asap di atas Ibu Kota sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Baca juga: Penyebab Suara Ledakan di Ibu Kota Arab Saudi, Diduga Serangan Misil

Sehubungan dengan ledakan kedua, belum ada konfirmasi dari Pemerintah Arab Saudi, maupun klaim tanggung jawab apa pun yang terkait dengan peristiwa itu.

Meski demikian, sejumlah video amatir yang beredar di media sosial menunjukkan sebuah rudal dicegat di langit Riyadh sebelum mencapai sasarannya.

Diduga aksi kelompok militan

Diduga kuat, dua ledakan yang terjadi di Riyadh, disebabkan oleh aksi serangan yang dilancarkan oleh kelompok militan Houthi milisi pemberontak di Yaman yang didukung oleh Iran.

Baca juga: Ledakan Besar Guncang Ibu Kota Arab Saudi

Houthi diketahui telah berulangkali meluncurkan serangan drone dan rudal lintas batas, yang menargetkan infrastruktur minyak dan sipil di Arab Saudi.

Serangan-serangan itu mulai diluncurkan sejak Arab Saudi memulai intervensinya di Yaman pada 2015 untuk memulihkan pemerintahan yang sebelumnya telah digulingkan Houthi.

Meski demikian, Houthi membantah berada di balik serangan hari Sabtu, sebaliknya sebuah kelompok yang menamakan dirinya Alwiya Alwaad Alhaq mengaku bertanggung jawab terhadap serangan itu.

Siapa itu Houthi?

Melansir The Guardian, 21 November 2018, kelompok Houthi didirikan pada 1990-an di Yaman oleh Hussein Badreddin al-Houthi, seorang pengikut Syiah Zaidi.

Hussein dibunuh oleh tentara Yaman pada 2004, dan kepemimpinan kelompok kemudian diambil alih oleh saudaranya, Abdul Malik.

Syiah Zaidi, yang pernah menjadi kekuatan kuat di Yaman utara, tersingkir selama perang saudara yang melanda negara itu pada periode 1962-1970.

Warga Yemen melintas di dekat bangkai kendaraan yang hancur akibat pertempuran antara pasukan pemerintah dengan pemberontak Houthi di dekat Hodeidah.AFP / ABDO HYDER Warga Yemen melintas di dekat bangkai kendaraan yang hancur akibat pertempuran antara pasukan pemerintah dengan pemberontak Houthi di dekat Hodeidah.

Kelompok itu kemudian semakin terasing pada 1980-an ketika ideologi Salafi Sunni mulai populer di Arab Saudi, dan pada akhirnya menancapkan pengaruhnya ke Yaman.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X