Tembus Lebih dari 1 Juta Kasus Covid-19, Indonesia Masuk 20 Besar di Dunia?

Kompas.com - 27/01/2021, 12:30 WIB

KOMPAS.com - Kasus virus corona di Indonesia tercatat terus mengalami peningkatan, baik dari jumlah kasus, pasien sembuh, maupun yang meninggal dunia.

Hingga Selasa (26/1/2021) pukul 12.00 WIB, kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 13.094.

Dengan demikian, jumlahnya saat ini menjadi 1.012.350 orang.

Baca juga: Update Corona di Dunia 27 Januari: 100 Juta Kasus | WHO Rilis Pedoman Klinis Terbaru untuk Rawat Pasien Covid-19

Adapun untuk kasus sembuh juga ada penambahan sebanyak 10.868 orang.

Penambahan itu sekaligus menjadikan total pasien yang telah sembuh menjadi 820.356 orang.

Sementara itu, pasien yang meninggal dunia karena infeksi Covid-19 juga ikut bertambah sebanyak 336 orang. Total, jumlah pasien yang meninggal dunia kini menjadi 28.468 orang.

Dengan adanya lebih dari 1 juta kasus tersebut, bagaimana posisi Indonesia di dunia?

Posisi ke-19

Menukil data dari Worldometers, Rabu (27/1/2021) pagi, Indonesia kini berada di peringkat 19 sebagai negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia.

Baca juga: Tembus 1 Juta Kasus Positif Covid-19, Ini 10 Daerah dengan Kasus Terbanyak

Berikut 20 negara di dunia dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi:

1. Amerika Serikat

  • 26.006.765 kasus
  • 435.314 orang meninggal
  • 15.762.994 total sembuh

Baca juga: WHO Rencanakan Persetujuan Beberapa Vaksin Covid-19, Apa Saja?

2. India

  • 10.690.279 kasus
  • 153.751 orang meninggal
  • 10.358.328 total sembuh

3. Brasil

  • 8.816.254 kasus
  • 218.918 orang meninggal
  • 7.798.655 total sembuh

4. Rusia

  • 3.756.931 kasus
  • 70.482 orang meninggal
  • 3.174.561 total sembuh

5. Inggris

  • 3.689.746 kasus
  • 100.162 orang meninggal
  • 1.662.484 total sembuh

Baca juga: Pemerintah Gratiskan Vaksin Covid-19, Mengapa Diberikan Lewat Suntikan?

6. Perancis

  • 3.079.943 kasus
  • 74.106 orang meninggal
  • 219.152 total sembuh

7. Spanyol

  • 2.733.729 kasus
  • 56.799 orang meninggal

8. Italia

  • 2.485.956 kasus
  • 86.422 orang meninggal
  • 1.917.117 total sembuh

9. Turki

  • 2.442.350 kasus
  • 25.344 orang meninggal
  • 2.322.511 total sembuh

10. Jerman

  • 2.163.113 kasus
  • 54.390 orang meninggal
  • 1.844.000 total sembuh

Baca juga: Tak Hanya Lebih Menular, Varian Baru Virus Corona Inggris Disebut Lebih Mematikan

11. Kolombia

  • 2.041.352 kasus
  • 52.128 orang meninggal
  • 1.864.904 total sembuh

12. Argentina

  • 1.885.210 kasus
  • 47.253 orang meninggal
  • 1.674.555 total sembuh

13. Meksiko

  • 1.778.905 kasus
  • 152.016 orang meninggal
  • 1.348.660 total sembuh

14. Polandia

  • 1.482.722 kasus
  • 35.665 orang meninggal
  • 1.243.575 total sembuh

15. Afrika Selatan

  • 1.423.578 kasus
  • 41.797 orang meninggal
  • 1.254.674 total sembuh

Baca juga: 60 Negara Melaporkan Strain Baru Virus Corona Inggris, Bagaimana dengan Indonesia?

16. Iran

  • 1.385.706 kasus
  • 57.560 orang meninggal
  • 1.177.367 total sembuh

17. Ukraina

  • 1.197.107 kasus
  • 22.057 orang meninggal
  • 965.835 total sembuh

18. Peru

  • 1.107.239 kasus
  • 40.107 orang meninggal
  • 1.022.736 total sembuh

19. Indonesia

  • 1.012.350 kasus
  • 28.468 orang meninggal
  • 820.356 total sembuh

20. Belanda

  • 956.867 kasus
  • 13.665 orang meninggal

Baca juga: INFOGRAFIK: 9 Syarat Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia

Tanggapan Menkes

Merespons data kasus Covid-19 yang sudah mencapai lebih dari 1 juta pasien, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berjanji akan lebih menggencarkan program 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment.

Menurut Menkes, testing, tracing, dan treatment secara masif akan mengurangi laju penularan virus.

Namun, upaya ini harus diikuti dengan penerapan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat.

Baca juga: Link Siaran Langsung Penyuntikan Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Presiden Jokowi

Menkes juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bekerja keras bersama-sama dengan pemerintah untuk mengurangi laju virus Covid-19.

"Kita juga harus sadar bahwa kita masih harus terus bekerja sangat keras, sehingga pengorbanan yang dilakukan oleh rekan-rekan kita terutama tenaga kesehatan tidak sia-sia," ujar Budi Gunadi seperti dikutip dari Kompas TV, Rabu (27/1/2021).

Budi berpesan, semua ahli epidemiologi yang ia temui menjelaskan bahwa untuk mengatasi pandemi ini adalah dengan mengurangi laju penularan dari virus.

Baca juga: Simak 3 Gejala Baru Covid-19, dari Anosmia hingga Parosmia

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: 9 Syarat Penerima vaksin Covid-19 di Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.