Sudah Disiplin 3M Tetap Terpapar Covid-19, Lantas Bagaimana?

Kompas.com - 26/01/2021, 09:12 WIB
Ketua Satgas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo memberikan keterangan pers di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Minggu (15/11/2020). Doni Monardo mengatakan selama dua minggu terakhir angka kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang berdampak pada keterisian ruang isolasi yang semula 32 persen saat ini naik menjadi 53 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKetua Satgas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo memberikan keterangan pers di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Minggu (15/11/2020). Doni Monardo mengatakan selama dua minggu terakhir angka kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang berdampak pada keterisian ruang isolasi yang semula 32 persen saat ini naik menjadi 53 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.

Hai, apa kabarmu? 

Semoga kabarmu baik lantaran kesehatan jiwa, pikiran dan raga yang terawat.

Jiwa, pikiran dan raga adalah milik kita satu-satunya yang melekat erat ke mana pun dan bagaimana pun kondisi kita.

Karena itu, merawat jiwa, pikiran dan raga agar tetap sehat tidak akan pernah sia-sia. 

Terkait pikiran, minggu lalu saya cukup terganggu. Tidak hanya saya, ternyata beberapa teman yang saya tanya mengalami gangguan pikiran yang kurang lebih sama.

Gangguan pikiran itu dipicu kabar mengenai Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo yang positif Covid-19.

Pikiran saya terganggu lantaran pertanyaan soal kegunaan protokol kesehatan.

Mereka yang disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan menjaga jarak (3M) terpapar virus, lantas bagaimana?

Gangguan pikiran itu dikonfirmasi dengan kabar serupa terkait status teman kantor yang dianggap paling disiplin menerapkan protokol kesehatan tetapi juga terpapar virus. 

Teman-teman satu ruangan yang "tampak lebih sembrono" dalam menerapkan protokol kesehatan tidak terpapar virus dan lewat swab antigen dinyatakan negatif. 

Gangguan pikiran ini lantas menggoyahkan pikiran soal kegunaan protokol kesehatan.

Namun, gangguan pikiran ini tidak berlangsung lama. Terpaparnya mereka yang disiplin dengan protokol kesehatan tidak menjadi alasan saya mengendorkan disiplin.

Seperti diakui Doni Monardo, meskipun tidak terlihat, Covid-19 begitu dekat. Lantaran begitu dekatnya, mereka yang disiplin dengan protokol kesehatan pun bisa terpapar. 

Pelajaran lain bagi kesehatan pikiran saya adalah fakta mengenai mereka yang lebih sembrono dengan protokol kesehatan tetapi tidak terpapar.

Meskipun tidak terlihat apakah virus menghampiri mereka yang sembrono atau tidak, ada faktor lain selain protokol kesehatan agar tidak terpapar virus.

Faktor lain itu adalah imunitas tubuh yang baik. Imunitas yang baik membuat virus tidak mampu menginfeksi tubuh. 

Pengalaman panjang Nirina Zubir melawan Covid-19 di dalam tubuhnya adalah pengalaman menaikkan imunitas tubuh untuk melawan virus.

Aktris dan presenter Nirina Zubir bersama sejumlah koleksi tanaman di kebunnya.TANGKAP LAYAR INSTAGRAM/NIRINA ZUBIR Aktris dan presenter Nirina Zubir bersama sejumlah koleksi tanaman di kebunnya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X