Video Viral Acara PDI-P di Bali Diduga Langgar Prokes, Epidemiolog: Harus Disanksi

Kompas.com - 25/01/2021, 17:32 WIB
Tangkapan layar acara PDI P Bali, Sabtu (23/1/2021). IstimewaTangkapan layar acara PDI P Bali, Sabtu (23/1/2021).

KOMPAS.com - Sebuah video mengenai acara tumpengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Bali, viral di media sosial 

Dalam video itu, terlihat lebih dari sepuluh orang berdiri di atas panggung dan mengenakan masker sambil menyanyikan lagu untuk memotong tumpeng dan tiup lilin.

Usai bernyanyi, salah seorang dari mereka memotong tumpeng dan menyuapkannya ke beberapa orang di sampingnya dengan sendok yang sama.

Baca juga: Video Viral Acara PDI-P Bali Buka Masker, Tiup Lilin, dan Suap-suapan Sendok yang Sama, Begini Penjelasannya

Video ini pun mendapat beragam komentar dari warganet di media sosial. 

Hingga saat ini, video tersebut telah ditonton sebanyak 89,9 ribu kali dan dibagikan oleh 1,2 ribu warganet.

Respons epidemiolog

Terkait kejadian tersebut, epidemiolog Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo meminta pemerintah melayangkan sanksi kepada orang-orang yang terlibat dalam video tersebut.

"Mereka harus diberi sanksi dong. Kan mereka sebagai tokoh partai, yang berarti tokoh publik yang mampu menjadi teladan bagi masyarakat luas," kata Windhu saat dihubungi Kompas.com, Senin (25/1/2021).

Sebab menurut Windhu, banyak pejabat publik yang selalu melakukan pembelaan diri setelah ketahuan melakukan kesalahan dan pelanggaran protokol kesehatan.

Baca juga: Video Viral Acara Musik di Klub Malam Bali, Satpol PP Beri Peringatan

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X