Puluhan Ribu Bendungan Besar Dunia Mulai Menua, Apa Dampaknya?

Kompas.com - 24/01/2021, 12:30 WIB
Pemandangan dari udara menunjukkan rumah dan bangunan yang terendam banjir saat bendungan pecah setelah topan Amphan di Shyamnagar jatuh pada tanggal 21 Mei 2020. AFP PHOTO/MUNIR UZ ZAMANPemandangan dari udara menunjukkan rumah dan bangunan yang terendam banjir saat bendungan pecah setelah topan Amphan di Shyamnagar jatuh pada tanggal 21 Mei 2020.

KOMPAS.com - Pada 2050, lebih dari setengah populasi global akan tinggal dan hidup di hilir dari puluhan ribu bendungan besar.

Sebuah penelitian dari Institut Air, Lingkungan, dan Kesehatan UN University menyebut bahwa hampir 59.000 bendungan besar di dunia dirancang untuk bertahan selama 50-100 tahun.

Sayangnya, mayoritas bendungan itu dibangun antara 1930-1970.

Baca juga: Laut Kaspia, Mengapa Danau Terbesar di Dunia Ini Disebut sebagai Laut?

"Ini adalah risiko global yang sedang berkembang dan kami perhatikan," kata rekan penulis dan direktur institut Vladimir Smakhtin, dikutip dari AFP, Jumat (22/1/2021).

"Dalam hal bendungan yang berisiko, jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun, dekade ke dekade," tambahnya.

Bendungan yang dirancang, dibangun, dan dirawat dengan baik dapat dengan mudah berfungsi selama satu abad.

Akan tetapi, banyak dari bendungan besar dunia gagal memenuhi satu atau lebih kriteria ini.

Baca juga: Mengenal Sabo Dam, Solusi Penanggulangan Banjir Lahar Gunung Merapi...

Perubahan iklim

Puluhan orang telah menderita kerusakan besar atau kehancuran total selama dua dekade terakhir di Amerika Serikat, India, Brasil, Afghanistan dan negara-negara lain.

Jumlah itu cenderung meningkat.

Perubahan iklim kemudian memperparah semua risiko itu.

Baca juga: Melihat Cara Belanda Mengatasi Banjir...

"Karena perubahan iklim, curah hujan yang ekstrem dan peristiwa banjir menjadi lebih sering terjadi," kata penulis utama dari University of Ottawa dan McMaster University, Duminda Perera.

Kondisi ini tidak hanya meningkatkan risiko waduk meluap, tetapi juga mempercepat penumpukan sedimen yang berdampak pada keamanan bendungan.

Akibatnya, kapasitas dan produksi energi di bendungan juga akan semakin berkurang.

Baca juga: Disebut RK Mampu Kurangi Dampak Banjir Jakarta, Berikut Fakta soal Bendungan Ciawi dan Sukamahi

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X