Simak, Ini 3 Langkah Cek dan Buktikan Hoaks dari Kominfo!

Kompas.com - 23/01/2021, 09:05 WIB
Tangkapan layar 3 langkah mengecek dan membuktikan hoaks yang beredar di media sosial. KominfoTangkapan layar 3 langkah mengecek dan membuktikan hoaks yang beredar di media sosial.

KOMPAS.com - Sejumlah informasi terkait virus corona beredar luas di media sosial.

Jika tidak cermat, masyarakat akan termakan oleh kabar bohong, disinformasi, atau hoaks yang bersumber dari pihak yang tidak bertanggungjawab.

Beredarnya kabar bohong ini membuat masyarakat resah dan waswas mengenai penularan virus corona yang saat ini tengah diperangi oleh pemerintah.

Untuk memerangi informasi salah atau hoaks, pemerintah bekerja sama dengan Komite Penanganan COvid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCEN) membuat situs resmi pengecekan kebenaran informasi.

Baca juga: [HOAKS] Seseorang di NTB Pingsan Setelah Disuntik Vaksin Sinovac

Berikut penjelasan terkait situs pengecek kebenaran informasi:

Penjelasan Kominfo

Juru Bicara Kementerian Kominikasi dan Informatika (Kominfo) Dedy Permadi mengungkapkan, masyarakat dapat mengecek kebenaran suatu informasi melalui situs http://s.id/infovaksin.

Menurutnya, situs ini merupakan hasil dari kerja sama dengan KPCEN dan berbagai Kementerian, Lembaga dan Organisasi terkait di Indonesia.

"Situs ini hadir sebagai pusat (hub) komunikasi publik terintegrasi yang meliputi informasi terkait upaya penanganan Covid-19, vaksinasi Covid-19, serta pemulihan ekonomi nasional," ujar Dedy saat dihubungi Kompas.com, Jumat (22/1/2021).

Ia menambahkan, pihaknya terus mendukung aktivitas situs ini baik di segi pengembangan situs, operasionalisasi aktivitas serta penyediaan produk dan layanan informasi, maupun amplifikasi dan diseminasi informasi ke masyarakat umum maupun komunitas strategis di Indonesia.

Baca juga: [HOAKS] Vaksinasi Jokowi Gagal dan Harus Diulang

Langkah pengecekan hoaks

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Corona Global: 5 Negara dengan Kasus Covid-19 Terbanyak | Vaksin Sputnik V Efektif Lawan Varian Virus Corona

Update Corona Global: 5 Negara dengan Kasus Covid-19 Terbanyak | Vaksin Sputnik V Efektif Lawan Varian Virus Corona

Tren
Perjalanan Nurdin Abdullah, Diciduk KPK, Jadi Tersangka, dan Langsung Ditahan

Perjalanan Nurdin Abdullah, Diciduk KPK, Jadi Tersangka, dan Langsung Ditahan

Tren
4 Faktor yang Menyebabkan Fobia, Rasa Takut yang Berlebihan

4 Faktor yang Menyebabkan Fobia, Rasa Takut yang Berlebihan

Tren
Nurdin Abdullah, OTT Pertama Kepala Daerah pada 2021

Nurdin Abdullah, OTT Pertama Kepala Daerah pada 2021

Tren
Ramai Skema Ponzi Terkait Vtube, Apa Bedanya dengan MLM? Ini Kata Ahli

Ramai Skema Ponzi Terkait Vtube, Apa Bedanya dengan MLM? Ini Kata Ahli

Tren
Siap-siap, Ini Jadwal Pembukaan Pendaftaran Prakerja Gelombang 13

Siap-siap, Ini Jadwal Pembukaan Pendaftaran Prakerja Gelombang 13

Tren
[POPULER TREN] Cara Mengecek Lolos Tidaknya Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 12 | Penyebab Microsoft Sebut Warganet Indonesia Tidak Sopan Se-Asia Tenggara

[POPULER TREN] Cara Mengecek Lolos Tidaknya Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 12 | Penyebab Microsoft Sebut Warganet Indonesia Tidak Sopan Se-Asia Tenggara

Tren
Film Ikonik Ng Man-tat, dari Shaolin Popey hingga Shaolin Soccer

Film Ikonik Ng Man-tat, dari Shaolin Popey hingga Shaolin Soccer

Tren
Deretan Hewan yang Tinggal di Kutub Utara dan Selatan

Deretan Hewan yang Tinggal di Kutub Utara dan Selatan

Tren
Profil Ng Man Tat, 'Paman Boboho' yang Meninggal karena Kanker Hati

Profil Ng Man Tat, "Paman Boboho" yang Meninggal karena Kanker Hati

Tren
[KLARIFIKASI] Puluhan Wartawan Terkapar Usai Divaksin Corona

[KLARIFIKASI] Puluhan Wartawan Terkapar Usai Divaksin Corona

Tren
Trending di Twitter, Ini Wilayah yang Masuk Klasifikasi Ring 1

Trending di Twitter, Ini Wilayah yang Masuk Klasifikasi Ring 1

Tren
Trending IPK 1,77, Ini Sejarah Istilah Nasib Satu Koma atau Nasakom

Trending IPK 1,77, Ini Sejarah Istilah Nasib Satu Koma atau Nasakom

Tren
Vaksinasi Gotong Royong Akan Dilaksanakan, Ini Tanggapan Epidemiolog

Vaksinasi Gotong Royong Akan Dilaksanakan, Ini Tanggapan Epidemiolog

Tren
Gunung Es Sebesar Kota London Runtuh dari Lapisan Es Antartika

Gunung Es Sebesar Kota London Runtuh dari Lapisan Es Antartika

Tren
komentar
Close Ads X