RS Penuh dan Kematian Meningkat, Epidemiolog Desak Pemerintah Lakukan Ini

Kompas.com - 22/01/2021, 07:35 WIB
Petugas mengusung peti berisi jenazah yang meninggal dunia karena COVID-19 untuk dimakamkan di TPU Srengseng Sawah, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka area pemakaman untuk jenazah COVID-19 di TPU Srengseng Sawah karena Taman Pemakaman Umum (TPU) khusus COVID-19 telah penuh. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/wsj. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHAPetugas mengusung peti berisi jenazah yang meninggal dunia karena COVID-19 untuk dimakamkan di TPU Srengseng Sawah, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka area pemakaman untuk jenazah COVID-19 di TPU Srengseng Sawah karena Taman Pemakaman Umum (TPU) khusus COVID-19 telah penuh. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/wsj.

Pemerintah perlu bergerak cepat untuk mendeteksi kasus Covid-19 yang ada di masyarakat.

"Melihat tingginya kasus kematian, artinya ada keterlambatan dalam mendeteksi secara dini atau menemukan kasus secara cepat. Mereka yang datang ke RS sudah dalam kondisi parah dan tidak tertolong," ujar Dicky.

Selain itu, tingginya angka kematian juga berkorelasi dengan angka kasus Covid-19. Dengan demikian, jika dalam 2 minggu kasus meningkat 2 kali lipat, maka angka kematian juga bisa meningkat lagi.

Oleh karena itu, perlu tracing, walaupun jika kapasitas testing tidak tersedia. Menurut Dicky, tracing tetap harus dilakukan.

Baca juga: Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan

2. Tempat

Pemerintah juga harus mencari tahu di mana kematian paling sering terjadi.

Harus ada catatan mulai dari provinsi, kabupaten, kota, hingga desa. Lalu, kematian paling banyak terjadi di rumah sakit, rumah, tempat kerja, atau di tempat lain.

3. Orang

Selain itu, menurut Dicky, pemerintah juga perlu mencatat dari kalangan mana orang-orang atau pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Apakah mereka orang yang sering bertemu atau berinteraksi dengan masyarakat, lalu apa pekerjaan mereka, dan sebagainya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
LOKAL
PSSI
PSSI
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X