RS Penuh dan Kematian Meningkat, Epidemiolog Desak Pemerintah Lakukan Ini

Kompas.com - 22/01/2021, 07:35 WIB
Petugas mengusung peti berisi jenazah yang meninggal dunia karena COVID-19 untuk dimakamkan di TPU Srengseng Sawah, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka area pemakaman untuk jenazah COVID-19 di TPU Srengseng Sawah karena Taman Pemakaman Umum (TPU) khusus COVID-19 telah penuh. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/wsj. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHAPetugas mengusung peti berisi jenazah yang meninggal dunia karena COVID-19 untuk dimakamkan di TPU Srengseng Sawah, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka area pemakaman untuk jenazah COVID-19 di TPU Srengseng Sawah karena Taman Pemakaman Umum (TPU) khusus COVID-19 telah penuh. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/wsj.

KOMPAS.com - Penanganan pandemi virus corona di Indonesia belum terkendali. Pada Kamis (21/1/2021), Indonesia kembali memecahkan rekor kematian harian Covid-19 terbanyak sejak pertama kali kasus Covid-19 dilaporkan pada Maret 2020.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, per Kamis (21/1/2021), tercatat ada 346 kasus kematian dalam sehari. Dengan demikian, jumlah kematian di Indonesia karena infeksi virus corona total berjumlah 27.203 orang.

Banyaknya kematian salah satunya karena fasilitas kesehatan mulai penuh. Dalam salah satu Twit @LaporCovid disebutkan ada salah satu pasien Covid-19 meninggal di sebuah puskesmas di daerah Tangerang Selatan.

Dia meninggal setelah dua hari tak mendapatkan ICU di wilayah Jabodetabek. Pihak keluarga dan puskesmas telah mencari ke beberapa RS.

Selain itu, LaporCovid19 juga menghubungi lebih dari 75 SPGDT di wilayah Jabodetabek, Dinkes DKI, hingga tim menteri kesehatan. Akan tetapi, semua rumah sakit penuh.

Baca juga: UPDATE: 346 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

Situasi sudah darurat. Langkah apa yang harus diambil pemerintah?

Angka kematian tinggi, persoalan serius

Epidemiolog Universitas Griffith Dicky Budiman mengatakan, tingginya kematian Covid-19 merupakan hal yang serius.

"Angka kematian ini sangat serius karena menunjukkan tingkat keparahan suatu pandemi atau wabah dan ini harus direspons dengan sangat serius," kata Dicky, kepada Kompas.com, Kamis (21/1/2021).

Menurut dia, ada 3 hal yang perlu dianalisis pemerintah untuk mencegah pertambahan kasus dan untuk memahami penyebabnya dengan lebih detail.

1. Waktu

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X