[HOAKS] Seseorang di NTB Pingsan Setelah Disuntik Vaksin Sinovac

Kompas.com - 20/01/2021, 14:12 WIB
Ilustrasi hoaks KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMOIlustrasi hoaks
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Di media sosial, beredar video dan narasi yang menyebut seseorang di Nusa Tenggara Barat (NTB) pingsan setelah disuntik vaksin Sinovac.

Terlihat, ada seorang pria berkemeja putih diusap lengannya dengan benda menyerupai kapas seperti adegan hendak disuntik.

Tak lama setelah itu, pria tersebut seperti lemas dan kehilangan kesadaran.

Baca juga: Melihat Perbedaan Vaksin Buatan AS dengan Vaksin Buatan China, Ini Rinciannya...

Dari konfirmasi dan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi yang beredar luas tersebut tidak benar.

Peristiwa tersebut hanyalah simulasi, bukan kegiatan penyuntikan vaksin Sinovac.

Lokasinya bukan seperti yang dinarasikan, yakni di NTB, melainkan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga: Melihat Efektivitas Vaksin Covid-19 yang Telah Diumumkan, dari Pfizer-BioNTech hingga Sinovac

Narasi yang beredar

Sejumlah akun media sosial Facebook menyebarkan narasi seseorang di NTB pingsan setelah disuntik vaksin Sinovac.

Salah satunya, yakni akun Facebook Erika pada Selasa (19/1/2021).

"VAKSINASI SINOVAC...!!! LELUCON MU TERLALU SADIS OM...," tulisnya.

Baca juga: [HOAKS] Vaksin Sinovac di Indonesia Dipasangi Chip untuk Memantau Rakyat

Tangkapan layar unggahan hoaks yang menyebut seseorang di NTB pingsan setelah disuntik vaksin Sinovac.FACEBOOK Tangkapan layar unggahan hoaks yang menyebut seseorang di NTB pingsan setelah disuntik vaksin Sinovac.

Dia juga membagikan sebuah video berdurasi satu menit yang memperlihatkan seseorang seperti lemas hingga kehilangan kesadaran.

Dalam video juga tertulis keterangan "ini di NTB. vaksinasi sinovac lelucon mu terlalu sadis om. silahkan nilai sendiri".

Akun Facebook lain yang menyebarkan narasi serupa adalah Eshmaa Liyana Fahresa pada Senin (18/1/2021).

"Ngeriiii liat Vidio vaksin sinovac di NTB ,,habis di suntik lgsung tumbang ntah pingsan at lgsung mati," tulis akun Facebook Eshmaa Liyana Fahresa.

Baca juga: Ramai Dibahas karena Twit Viral Kristen Gray, Apa Itu Gentrifikasi?

Tangkapan layar unggahan hoaks yang menyebut seseorang di NTB pingsan setelah disuntik vaksin Sinovac.FACEBOOK Tangkapan layar unggahan hoaks yang menyebut seseorang di NTB pingsan setelah disuntik vaksin Sinovac.

Di bagian komentar, akun Facebook Eshmaa Liyana Fahresa juga membagikan video identik dengan yang dibagikan akun Erika di atas.

Tangkapan layar unggahan hoaks yang menyebut seseorang di NTB pingsan setelah disuntik vaksin Sinovac.FACEBOOK Tangkapan layar unggahan hoaks yang menyebut seseorang di NTB pingsan setelah disuntik vaksin Sinovac.

Berikutnya, akun Facebook yang mengunggah video dan narasi serupa adalah Burhan D'jowo pada Selasa (19/1/2021).

"Kejadian setelah di suntik VAKSIN. Kejadian di NTB," tulis Burhan D'jowo.

 

Tangkapan layar unggahan hoaks yang menyebut seseorang di NTB pingsan setelah disuntik vaksin Sinovac.FACEBOOK Tangkapan layar unggahan hoaks yang menyebut seseorang di NTB pingsan setelah disuntik vaksin Sinovac.

Baca juga: Mengenal Vaksin Sinovac yang Telah Tiba di Indonesia

Lantas, benarkah ada seseorang di NTB yang pingsan setelah disuntik vaksin Sinovac?

Konfirmasi Kompas.com

Terkait hal itu, Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi.

Saat dikonfirmasi, Nadia menegaskan bahwa narasi seseorang di NTB yang pingsan setelah disuntik vaksin Sinovac adalah tidak benar.

"Iya (hoaks)," tegas Nadia saat dihubungi Tim Cek Fakta Kompas.com, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: [HOAKS] Tolak Vaksin Covid-19, ATM, Rekening, dan Nomor HP Diblokir

Nadia juga menambahkan, perisitiwa dalam video tersebut terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), bukan di Nusa Tenggara Barat (NTB) seperti yang dinarasikan.

Selain itu, lanjut Nadia, peristiwa sesorang yang tampak seperti pingsan itu hanya simulasi, tidak ada penyuntikan vaksin pada orang tersebut.

"Cuma simulasi ya," papar Nadia.

Baca juga: Berkaca dari Airlangga Hartarto, Bisakah Orang yang Belum Terinfeksi Covid-19 Ikuti Donor Plasma Konvalesen?

Sementara itu, terkait beredarnya video ini, Dinas Kesehatan Provinsi NTT juga telah mengeluarkan surat klarifikasinya.

Berikut isinya:

"Sehubungan dengan tersebarnya video tentang kejadian pasien pigsan setelah Imunisasi Vaksin Covid-19 di Provinsi NTT, maka kami berkewajiban meluruskan beberapa hal:

1. Kegiatan dalam video dengan kejadian pasien pingsan tersebut merupakan kegiatan simulasi vaksinasi yang dilaksanakan di halaman kantor Gubernur NTT pada tanggal 13 Januari 2021 dengan skenario penanganan apabila terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) ringan, sedang dan berat oleh Tim Vaksinasi RSUD Prof. Dr.W. Z Yohannes Kupang.

2. Kegiatan vaksinasi tahap 1 bagi pejabat publik, tokoh agama dan tokoh masyarakat Provinsi NTT, berjalan sesuai prosedur tetap atau petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi Direktorat Jenderal P2P Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor: Hk.02/4/1/2021 yang dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2021

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, dimohon untuk tidak menyebarluaskan video dimaksud secara tidak bertanggungjawab karena dapat menimbulkan kepanikan dan keresahan di kalangan masyarakat".

Baca juga: [Klarifikasi] Video Perenang Dikejar Buaya Bernarasi Bahasa Indonesia

Kesimpulan

Berdasarkan konfirmasi yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang menyebut seseorang pingsan setelah disuntik vaksin Sinovac di NTB adalah tidak benar.

Selain lokasinya bukan di NTB tetapi di NTT, peristiwa tersebut hanya simulasi, bukan kegiatan penyuntikan vaksin Sinovac.

Baca juga: [HOAKS] Vaksin mRNA untuk Covid-19 Disebutkan Dapat Mengubah DNA Manusia


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X