Kilas Balik Kasus Antam yang Dihukum Bayar Kerugian Rp 817,4 Miliar ke Warga Surabaya...

Kompas.com - 20/01/2021, 09:35 WIB
Seorang pegawai menunjukkan kepingan emas di sebuah toko perhiasan di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (28/7/2020). Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Selasa (28/7/2020) berada di angka Rp 1.022.000 per gram, posisi tertinggi sepanjang masa emas Antam diperjualbelikan. ANTARA FOTO/FB ANGGOROSeorang pegawai menunjukkan kepingan emas di sebuah toko perhiasan di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (28/7/2020). Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Selasa (28/7/2020) berada di angka Rp 1.022.000 per gram, posisi tertinggi sepanjang masa emas Antam diperjualbelikan.

KOMPAS.com - Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memenangkan gugatan perkara perdata seorang pengusaha asal Surabaya Budi Said atas PT Aneka Tambang (Antam) Persero Tbk.

Karena gugatan itu, PT Antam Tbk diminta membayar kerugian Rp 817,4 miliar (Rp 817.465.600.000) atau setara 1,1 ton emas kepada Budi Said yang juga adalah Direktur Utama PT Tridjaya Kartika Grup.

Gugatan itu dilayangkan pada 7 Februari 2020 dengan nomor 158/Pdt.G/2020/PN Sby dan diputus pada 13 Januari 2021.

Baca juga: Apa Investasi Terbaik untuk Dilakukan?

Lantas, bagaimana awal mula kasus tersebut?

Melansir Kompas.com, 18 Januari 2021, menurut kuasa hukum dan SIPP Pengadilan Negeri Surabaya, kasus tersebut bermula saat Budi membeli ribuan kilogram emas melalui marketing PT Antam Eksi Anggraeni senilai Rp 3,5 triliun pada 2018.

Budi mendapat harga diskon khusus untuk 7.071 kilogram emas.

Namun emas batangan yang dia terima hanya sebanyak 5.935 kilogram.

Baca juga: Indonesia Masuk 10 Negara Produsen Emas Terbesar, Berapa Banyak Emas yang Tersisa di Bumi?

Surati PT Antam

Selisihnya yakni sebanyak 1.136 kilogram emas tidak pernah diterimanya meski sudah membayar lunas.

Menurut pengakuan Budi, dia sudah menyerahkan uang kepada PT Antam. Telah lunas setelah ditransfer secara bertahap.

Karena tak kunjung mendapatkan emas yang dijanjikan, Budi pun menyurati PT Antam di Surabaya, yang kemudian tidak mendapat balasan. Dia juga menyurati kantor PT Antam pusat di Jakarta.

Baca juga: Ramai soal Harga Saham ANTM, Berikut Profil dari Aneka Tambang (Antam)...

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X