5 Bencana di Awal 2021, dari Longsor Sumedang hingga Erupsi Gunung Semeru

Kompas.com - 17/01/2021, 17:30 WIB
Awan panas guguran yang keluar dari Kawah Gunung Semeru, Jawa Timur, Sabtu (16/1/2021). Dok. PVMBG KOMPAS.COM/Dok. PVMBGAwan panas guguran yang keluar dari Kawah Gunung Semeru, Jawa Timur, Sabtu (16/1/2021). Dok. PVMBG

KOMPAS.com - Sederet bencana baik alam maupun non-alam datang silih berganti di awal 2021.

Selain menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut juga membuat puluhan ribu warga harus mengungsi ke tempat yang aman.

Berikut lima bencana di awal 2021 yang berhasil dirangkum Kompas.com:

1. Tanah longsor di Sumedang

Pertama adalah longsor di Sumedang.

Tebing setingggi 20 meter di Dusun Bojong Kondang RT 003 RW 010, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat longsor pada Sabtu (9/1/2021) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Mengutip Kompas.com (9/1/2021) longsor terjadi akibat tingginya intensitas hujan sejak siang hari.

Material longsoran menimpa 14 rumah yang ada di bawahnya hingga mengalami rusak berat. Di dalam rumah tersebut diduga ada 12 jiwa yang turut tertimbun.

Baca juga: Analisis BMKG soal Cuaca Ekstrem Januari-Februari 2021...

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang bersama Basarnas Bandug terus melakukan upaya pencarian.

Berdasarkan perkembangan terbaru yang dilporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal yang berhasil ditemukan hingga Minggu (17/1/2021) sudah mencapai 28 orang.

Sementara itu 12 orang yang lain masih dinyatakan hilang dan menjadi target pencarian tim gabungan.

Baca juga: 5 Daerah yang Dilanda Banjir pada Awal 2021, Mana Saja?

2. Pesawat Sriwijaya jatuh

Prajurit Batalyon Intai Amfibi 1 Korps Marinir (Yontaifib) TNI AL melakukan pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (16/1/2021). Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 14.40 WIB di ketinggian 10 ribu kaki tersebut membawa enam awak dan 56 penumpang.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Prajurit Batalyon Intai Amfibi 1 Korps Marinir (Yontaifib) TNI AL melakukan pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (16/1/2021). Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 14.40 WIB di ketinggian 10 ribu kaki tersebut membawa enam awak dan 56 penumpang.

Masih di hari yang sama, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu, 9 Januari lalu.

Pesawat rute Cengkareng-Pontianak itu hilang kontak 4 menit setelah lepas landas dan dipastikan jatuh di wilayah perairan Kepulauan Seribu.

Hingga saat ini, tim gabungan yang melaksanakan operasi pencarian telah menemukan banyak serpihan dan bongkahan badan pesawat, benda-benda milik korban, bahkan sejumlah potongan tubuh manusia.

Dari total 62 orang yang ada di atas pesawat tersebut, 17 di antaranya telah berhasil teridentifikasi oleh tim DVI dari pihak kepolisian dan diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X