Kompas.com - 17/01/2021, 10:05 WIB
Ilustrasi lambung terasa penuh ShutterstockIlustrasi lambung terasa penuh

KOMPAS.com - Beberapa orang mungkin pernah mengalami asam lambung tinggi, yang menimbulkan gejala tidak mengenakkan.

Asam lambung membantu dalam proses pencernaan. Asam lambung mempunyai komponen utama asam klorida, yang secara alami dikeluarkan oleh lapisan lambung.

Sekresi tersebut dikendalikan oleh hormon dan sistem saraf. 

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Panas Dalam Akibat Asam Lambung Naik

Asam lambung tinggi

Melansir Healthline, terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan asam lambung tinggi. Kondisi ini seringkali membuat produksi hormon gastrin berlebihan.

Gastrin merupakan hormon yang memberikan rangsangan kepada perut untuk menghasilkan lebih banyak asam lambung.

Sementara itu, terdapat beberapa tanda seseorang kemungkinan menderita asam lambung, seperti:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  1. Ketidaknyamanan yang dirasakan perut, mungkin lebih buruk saat perut kosong
  2. Mual atau muntah
  3. Kembung
  4. Maag
  5. Diare
  6. Menurunnya nafsu makan

Gejala asam lambung tinggi sangat mirip dengan kondisi pencernaan lainnya.

Disarankan untuk menemui dokter, saat mengalami gejala pencernaan yang terus-menerus atau berulang.

Asam lambung tinggi dapat meningkatkan risiko mengembangkan kondisi kesehatan terkait perut lainnya, seperti tukak lambung, penyakit gastroesophafeal reflux (GERD), hingga pendarahan gastrointestinal.

Baca juga: Cara Mengatasi Asam Lambung Naik

Pengobatan

Asam lambung tinggi seringkali mendapatkan perawatan dengan obat yang bekerja menurunkan produksi asam lambung.

Melansir medicalnewstoday, penderita dapat diberikan obat PPI (omeprazole, rabeprazole, dan esomeprazole), H2 blocker atau penyekat H2 (simetidin dan famotidin), perawatan antasida, atau obat alginat (gaviscon).

Penghambat H2 dan PPI menurunkan produksi asam dan mengurangi potensi kerusakan yang disebabkan refluks asam atau asam lambung.

Pada umumnya, obat-obatan tersebut aman dan efektif, tapi tidak sesuai untuk semua orang dan dapat menyebabkan efek samping.

Baca juga: 5 Buah yang Aman untuk Penderita Asam Lambung

Antasida

Sementara itu, antasida juga tidak bekerja untuk semua orang dan kebutuhan untuk penggunaan rutin harus berdasarkan dosis dari dokter.

Antasida memberikan bantuan yang cepat, dengan mengurangi keasaman isi lambung.

Obat ini mengandung senyawa kimia seperti kalsium karbonat, natrium bikarbonat, aluminium, dan magnesium hidroksida.

Namun, antasida bisa menghambat penyerapan nutrisi, yang membuat defisiensi seiring waktu.

Sementara itu, gaviscon bekerja berbeda dengan obat antasida. Gaviscon mempunyai sedikit perbedaan dalam komposisinya, tapi biasanya mengandung antasida.

Kendati begitu, lebih baik menghubungi ahli untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Baca juga: Mengapa Stres Bisa Sebabkan Asam Lambung Naik?

Meredakan sakit

Dituliskan National Health Service (NHS), beberapa cara dapat dilakukan untuk meredakan sakit akibat refluks asam.

Anda dapat mengonsumsi makanan lebih kecil dengan lebih sering, menurunkan berat badan jika kelebihan, hingga mencari cara agar dapat rileks.

Pantangan penderita asam lambung

Beberapa hal yang tidak boleh dilakukan antara lain

  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang memicu gejala
  • Makan dalam waktu 3-4 jam sebelum tidur
  • Memakai pakaian yang ketat di pinggang
  • Merokok
  • Minum terlalu banyak alkohol
  • Berhenti meminum obat yang diresepkan tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Baca juga: Berikut Makanan, Minuman, serta Buah yang Harus Dihindari Penderita Asam Lambung

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.