5 Fakta Gempa di Mamuju dan Majene, dari Dampak Kerusakan hingga Gempa Susulan

Kompas.com - 15/01/2021, 15:51 WIB
Warga mengamati Gedung Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang rusak akibat gempa bumi, di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021). Petugas BPBD SUlawesi Barat masih mendata jumlah kerusakan dan korban akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 tersebut. ANTARA FOTO/AKBAR TADOWarga mengamati Gedung Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang rusak akibat gempa bumi, di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021). Petugas BPBD SUlawesi Barat masih mendata jumlah kerusakan dan korban akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 tersebut.

KOMPAS.com - Dua gempa berkekuatan cukup besar mengguncang daerah Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat dalam 2 hari secara berturut-turut.

Gempa pertama terjadi pada hari Kamis (14/1/2021) pukul 14.45 WITA dengan kekuatan M 5,9. Gempa dengan kekuatan lebih besar kembali terjadi keesokan harinya, yakni pada Jumat (15/1/2021) dini hari pukul 02.28 WITA.

Selain berkekuatan cukup tinggi, gempa ini juga menimbulkan banyak kerusakan, serta jatuhnya sejumlah korban jiwa.

Baca juga: BMKG: Gempa Majene karena Sesar Aktif Mamuju-Majene Thrust

Berikut adalah 5 fakta terkait dengan gempa yang terjadi di Sulawesi Barat:

1. Informasi BMKG

Berdasarkan informasi dari Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Kimatologi, dan Geofisikaa (BMKG), Daryono, gempa pertama berkekuatan M 5,9 terjadi di darat, tepatnya di 4 km arah barat laut Majene, Sulawesi barat.

Penyebab dari gempa yang satu ini diduga kuat adalah aktivitas Sesar Naik Mamuju (Mamuju thrust).

Sementara gempa kedua dengan ukuran lebih besar kembali terjadi di daratan, dan memiliki sifat yang lebih merusak. 

 

Dilaporkan, guncangan gempa juga dirasakan hingga ke beberapa daerah seperti Palu, Mamuju Tengah, Mamasa.

Selain dua gempa tersebut, BMKG juga merekam terjadinya 28 gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil.

Kedua gempa besar yang telah terjadi tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Baca juga: Gempa Majene, Ini Update Dampak dan Data Terkini dari Basarnas

2. Dampak kerusakan

Guncangan kuat yang terjadi menyebabkan sejumlah kerusakan di wilayah kota Majene, Sulawesi Barat.

Berdasarkan Kompas.com (15/1/2021), gempa bumi kedua yang terjadi menyebabkan Gedung Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang memiliki 4 lantai ambruk dan hanya menyisakan 10 persen bagian saja.

Beberapa gedung perkantoran, ruko, hotel, juga puskesmas dilaporkan ada yang mengalami kerusakan.

Tidak hanya itu, 300-an rumah milik warga juga rusak, mulai dari tingkat ringan hingga berat.

Gempa tidak hanya menghancurkan sejumlah bangunan, namun juga menimpa sejumlah kendaraan bermotor, baik sepeda motor, maupun mobil.

Akibat takut akan adanya bencana susulan, warga kini memilih untuk tinggal di pengungsian atau mendirikan tenda di depan rumah mereka masing-masing.

Masih banyak warga yang mengaku belum berani masuk ke dalam rumah mereka.

Tidak hanya itu, longsor juga terjadi di 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju sehingga menyebabkan akses jalan terputus, akibat tertutup material longsoran.

Baca juga: Jumlah Korban Gempa Majene Bertambah, Sudah 27 Orang Ditemukan Tewas

3. Korban jiwa

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat, Darno Majid melaporkan, sementara ini ada 27 warga yang dilaporkan meninggal akibat tertimbun reruntuhan bangunan.

Dari jumlah tersebut, 18 terdapat di Kabuaten Mamuju dan 9 sisanya ada di Kabupaten Majene.

Jumlah ini dimungkinkan masih akan bertambah karena proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Untuk jumlah warga yang mengungsi, Darno menyebut pihaknya belum mendapatkan data pasti, namun diperkirakan ada belasan ribu warga yang kini pindah ke pengungsian.

Baca juga: BNPB: Gempa Majene, Warga Rasakan Guncangan Kuat hingga 7 Detik

4. Gangguan komunikasi dan pemadaman listrik

Guncangan besar yang terjadi tidak hanya menimbulkan kerusakan bangunan, tapi juga jaringan listrik dan komunikasi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB), Raditya Jati menyebut gangguan jaringan listrik dan komunikasi terjadi di Kabupaten mamuju.

"Jaringan listrik dan komunikasi selular juga terganggu di wilayah Mamuju," kata Jati, dikutip dari Kompas.com, Jumat (15/1/2021).

Berdasarkan perkembangan informasi di tayangan Breaking News Kompas TV, Jumat (15/1/2021), jaringan komunikasi terutama internet disebut masih mati, sementara untuk jaringan selular masih bisa meskipun tidak optimal.

Baca juga: Gempa Majene, Menara BTS Operator Seluler Kehilangan Pasokan Listrik PLN

5. Potensi gempa susulan

Meski dua gempa sebelumnya tidak berpotensi tsunami, BMKG menyebut ke depannya masih ada potensi terjadinya gempa dengan kekuatan lebih kecil atau sama dengan gempa dini hari tadi.

Jika gempa nantinya berukuran besar, terjadi di lokasi yang sama, dan menyebabkan longsoran di dasar laut, maka potensi untuk lahirnya tsunami dimungkinkan ada.

Bahkan, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut gelombang tsunami itu bisa datang dengan cepat, hanya dalam kisaran 2-3 menit, seperti yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah beberapa tahun yang lalu.

"Potensi tsunami ada kemungkinan kalau terjadi gempa susulan yang dikhawatirkan dapat memicu tsunami akibat longsor ke laut ataupun tsunami akibat gempa itu," sebut Dwi Korita dalam konferensi pers, Jumat (15/1/2021).

Baca juga: BMKG: Waspada Gempa Susulan dan Potensi Tsunami di Majene

(Sumber: Kompas.com/Himawan, Ellyvon Pranita, Dandyy Bayu Bramasta | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief, Bestari Kumala Dewi, Sari Hardiyanto)


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X