[HOAKS] Video Proses Pemakaman Syekh Ali Jaber Dipadati Ribuan Pelayat

Kompas.com - 15/01/2021, 14:35 WIB
Ilustrasi hoaks KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMOIlustrasi hoaks
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Bertepatan dengan hari meninggalnya Syeikh Ali Jaber, Kamis (14/1/2021), beredar pula sebuah video di media sosial terkait suasana pemakaman yang disebut sebagai proses pemakaman ulama yang dikenal kharismatik itu.

Dalam video tersebut, terlihat ada sebuah keranda yang diangkat dan di sekelilingnya dipadati oleh orang-orang yang mayoritas mengenakan baju putih.

Saking penuh dan sesaknya orang yang hadir di sana, bahkan pagar dan sebuah papan terlihat ambruk akibat tidak sengaja terdorong. 

Namun dari hasil penelusuran, video tersebut ternyata bukan prosesi pemakaman Syeikh Ali Jaber. 

Narasi yang beredar

Sejak Kamis (14/1/2021) siang mulai tersebar sebuah video berdurasi 19 detik yang merekam suasana pemakaman. Salah satu pengunggah yakni akun @suciii_hasss26.

Dalam video yang ia unggah terdapat teks "Wafatnya seorang habaib...umat islam bersatu tanpa diundang masyaallah..."

"Masyaallah #innalillahiwainnailaihirojiun #turutberdukacita #syekhalijaber," tulisnya.

Akun lain yang mengunggah video serupa adalah @caal_me_rizka menuliskan keterangan "syek al jabbar".

Hanya saja, dalam unggahan yang dibuat @caal_me_rizka video sudah terpotong, sehingga teks yang ada di dalam video itu terpotong dan tidak utuh sebagaimana terlihat di unggahan @suciii_hasss26.

Tangkapan layar unggahan Instagram terkait video yang diklaim sebagai proses pemakaman Syekh Ali Jaber.Instagram Tangkapan layar unggahan Instagram terkait video yang diklaim sebagai proses pemakaman Syekh Ali Jaber.

Penelusuran Kompas.com

Dari hasil penelusuran Kompas.com, video tersebut merupakan proses pemakaman Habib Hasan bin Muhammad bin Hud Assegaf di Pasuruan, Jawa Timur.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X