BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Oppo

Tengok 5 Karya Seni Double Exposure yang Buat Kagum

Kompas.com - 14/01/2021, 16:32 WIB
Ilustrasi penggunaan teknik double exposure Dok. Oppo IndonesiaIlustrasi penggunaan teknik double exposure

KOMPAS.com – Dalam dunia seni, fotografer maupun videografer sering bereksperimen menggunakan berbagai teknik untuk menghasilkan karya-karya kreatif dan unik.

Dari sekian banyak, salah satu teknik yang kerap digunakan adalah double exposure atau eksposur ganda.

Diberitakan studiobinder.com, Kamis (20/2/2020), double exposure merupakan teknik yang menggabungkan dua eksposur atau gambar berbeda menjadi satu gambar. Salah satu gambar yang digunakan biasanya memiliki tingkat opasitas rendah atau cenderung transparan sehingga menghasilkan perpaduan yang unik dan artistik.

Pada era fotografi digital saat ini, teknik double exposure bisa dibuat langsung di kamera atau melalui tahap editing di aplikasi.

Uniknya, teknik fotografi double exposure kerap kali digunakan fotografer atau videografer dalam menciptakan karya-karya surealis penuh makna. Teknik ini juga dapat menjadi sebuah media untuk menceritakan kisah dengan cara baru dan menarik.

Untuk melihat lebih dekat, Kompas.com telah merangkum lima karya fotografi dan videografi yang menggunakan teknik double exposure.

Dreamy Multiple Exposure Photography - Luke Gram

Fotografer asal Kanada, Luke Gram, memiliki karya foto double exposure menarik yang menggabungkan potret keindahan alam dan manusia.

Diberitakan layersmagazine.com, Senin (1/2/2016), karya Luke itu menjadi gambaran akan kegemarannya bertualang ke tempat-tempat menarik di berbagai belahan dunia.

Dalam karyanya, Luke memberikan fokus pada lanskap pepohonan dan pegunungan yang dipadukan dengan siluet perempuan. Siluet perempuan tersebut merupakan simbol dari manusia sebagai penghuni alam.

Double Exposure Experiment - Brandon Kidwell

Fotografer asal Florida, Amerika Serikat, Brandon Kidwell, dikenal dengan karya-karya yang bertutur atau memiliki storytelling. Ia dapat menghubungkan antara gambar satu dan lainnya menggunakan konsep tertentu untuk menceritakan kisah.

Untuk menghasilkan karya tersebut, ia sering bereksperimen lewat berbagai teknik fotografi, salah satunya teknik double exposure.

Kepada ThePhoblographer.com, Senin (18/5/2015), Brandon mengaku jatuh cinta dengan kemampuan teknik eksposur ganda dalam menyuguhkan kisah pada foto.

A Fathers Fears karya Brandon Kidwell Brandon Kidwell A Fathers Fears karya Brandon Kidwell

“Kamu bisa menghubungkan foto potret dengan lanskap dan obyek, lalu membuat cerita yang sederhana,” ujarnya.

Salah satu eksperimen Brandon dengan teknik double exposure adalah gabungan beberapa foto yang menghasilkan satu foto potret minimalis nan artistik.

Dalam potret minimalis itu, Brandon menggabungkan gambar dari beberapa bagian tubuh manusia yang disusun sedemikian rupa sehingga mengabstraksikan bentuk wajah manusia.

Hasil eksperimen Brandon memang kerap membuat bingung orang yang melihatnya, tapi pada saat yang sama karya tersebut juga menyimpan berbagai makna.

Exposures - Andres Gallardo Albajar

Dalam seri foto berjudul Exposures, Andres Gallardo Albajar mencoba menunjukkan kekacauan kondisi mentalnya lewat foto berwarna sepia. Salah satunya adalah foto portrait dengan efek double exposure yang menampilkan sosok laki-laki dengan tangan yang menutup wajahnya.

Melansir layersmagazine.com, foto tersebut berhasil menampilkan keunggulan teknik double exposure. Sebab, karya Andres itu mampu menciptakan komposisi multifaset yang menampilkan nuansa emosi.

Komposisi tersebut membuat karyanya lebih tepat disebut sebagai karya “seni murni” ketimbang sebuah dokumentasi semata.

The Wrong Man (1956) - Alfred Hitchcock

Selain dalam dunia fotografi, teknik double exposure juga kerap digunakan dalam videografi. Contohnya di film The Wrong Man (1956) karya sutradara legendaris asal Inggris, Alfred Hitchcock.

The Wrong Man bercerita tentang seorang musisi pria asal New York, Amerika Serikat, yang dihukum atas tindak kejahatan yang dilakukan oleh orang lain.

Dalam salah satu adegan di film tersebut, Alfred ingin menunjukkan momen ketika “the real man” ditemukan dan ternyata memiliki wajah yang mirip dengan tokoh “the wrong man” yang diperankan oleh Henry Fonda.

Untuk menggambarkan momen tersebut, Alfred menggunakan teknik double exposure dengan menggabungkan dua klip video berbeda.

True Detective – Studio Elastic

True Detective merupakan serial televisi yang tayang di saluran HBO. Salah satu ciri khas serial ini adalah tayangan kredit pembukanya yang dikemas dengan cukup unik.

Dalam kredit pembuka serial tersebut, nama-nama pemain ditampilkan dengan efek double exposure. Setiap tokoh ditampilkan dalam bentuk siluet yang juga menampilkan potongan-potongan adegan maupun latar cerita dalam serial.

Itulah lima fotografi dan videografi yang memanfaatkan teknik double exposure. Seiring dengan perkembangan teknologi, pengambilan gambar dengan teknik double exposure seperti karya-karya di atas pun tidak lagi rumit.

Bahkan, selain menggunakan kamera profesional dan aplikasi editing, kini teknik double exposure bisa dihasilkan dengan menggunakan fitur pada kamera smartphone, seperti milik Oppo Reno5.

Ponsel terbaru dari Oppo ini memiliki fitur AI Mixed Portrait yang mampu menghasilkan video dengan efek double exposure secara instan tanpa perlu proses editing rumit.

Fitur AI Mixed Portrait memiliki kemampuan untuk menggabungkan dua jenis video, yakni video portrait dan video latar belakang menjadi sebuah video baru dengan efek double exposure. Ada dua mode artistik yang dapat dipilih, yaitu mode blend dan siluet.

Ilustrasi penggunaan efek double eksposureOppo Ilustrasi penggunaan efek double eksposure

Untuk menggunakannya, pengguna tinggal memilih fitur AI Mixed Portrait di aplikasi kamera. Kemudian, rekam video pemandangan dan video dengan obyek manusia secara terpisah. Setelah itu, AI Mixed Portrait akan langsung memproses kedua video tersebut menjadi satu video artistik berdurasi 15 detik.

Tak hanya merekam langsung, pengguna juga bisa menggunakan video-video yang telah direkam sebelumnya sebagai latar belakang. Bila ingin hasil yang berbeda, pengguna juga bisa mengedit video tersebut dengan menambahkan berbagai filter, musik, teks, hingga stiker dekoratif langsung di smartphone.

Oppo Reno5 juga memiliki fitur Dual-view Video yang dapat merekam gambar dengan dua angle berbeda. Saat digunakan, fitur ini akan merekam gambar melalui kamera depan dan kamera belakang secara bersamaan.

Perekaman ganda dengan perspektif berbeda ini akan menyatukan pengguna dan obyek dalam satu frame video. Dengan begitu, tidak akan ada momen yang terlewatkan.

Fitur videografi milik Oppo Reno5 semakin lengkap dengan kehadiran AI Highlight Video. Dengan menggunakan algoritma kecerdasan buatan, fitur ini mampu mendeteksi kondisi cahaya sekitar kemudian menerapkan algoritma yang sesuai.

Dalam kondisi minim cahaya, kamera Oppo Reno5 akan otomatis mengaktifkan algoritma Ultra Night Video untuk mengoptimalkan kualitas video. Algoritma ini juga akan memastikan perekaman malam hari terlihat cerah, tajam, dan alami.

Sementara, pada kondisi terang, kamera akan menjalankan algoritma Live High Dynamic Range (HDR) agar dapat menangkap semua detail yang dimiliki subyek dan latar belakang. Live HDR akan menjaga area cerah pada gambar agar tidak terlalu terang sekaligus mempertahankan detail di area gelap.

Oppo Reno5 dengan warna Fantasy Silver Dok. Oppo Indonesia Oppo Reno5 dengan warna Fantasy Silver

Tak hanya kamera, Oppo Reno5 juga memiliki fitur lengkap untuk mendukung kebutuhan pengguna. Dari sisi layar, smartphone ini dibekali layar AMOLED 6,4 inci dengan refresh rate 90Hz untuk visual yang halus dan responsif.

Kemudian, ada fitur Near-Field-Communication (NFC) yang mendukung aktivitas pembayaran digital, seperti pengisian saldo e-money lewat aplikasi smartphone. Soal pengisian daya, Oppo Reno5 memiliki teknologi 50W Flash Charging yang dapat mengisi daya baterai hingga 100 persen dalam waktu 48 menit.

Seluruh kecanggihan teknologi Oppo Reno5 itu bisa segera dimiliki dengan harga Rp 4.999.000. Smartphone ini sudah bisa dipesan secara pre-order melalui e-commerce Shopee pada 13- 21 Januari 2021.

Untuk informasi terbaru tentang kehadiran Oppo Reno5 di Indonesia, silakan kunjungi website dan media sosial Oppo Indonesia.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar