Tutup Usia, Berikut Profil Syekh Ali Jaber, Ulama dan Pendakwah Indonesia

Kompas.com - 14/01/2021, 11:25 WIB
Ulama Syekh Ali Jaber menitipkan salam kepada Presiden Joko Widodo saat dijenguk oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pasca-peristiwa penusukan di Lampung. Mahfud mendatangi mendatangi kediaman Syekh Ali Jaber pada, Senin (14/9/2020) malam. Dok. Kemenko PolhukamUlama Syekh Ali Jaber menitipkan salam kepada Presiden Joko Widodo saat dijenguk oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pasca-peristiwa penusukan di Lampung. Mahfud mendatangi mendatangi kediaman Syekh Ali Jaber pada, Senin (14/9/2020) malam.

KOMPAS.com - Ulama dan pendakwah Indonesia Syekh Ali Jaber meninggal dunia, Kamis (14/1/2021) pagi.

Kabar ini disampaikan oleh Ustaz Yusuf Mansur melalui akun Instagram-nya @yusufmansurnew.

"Benar Syeikh Ali wafat. 08.30," tulis Yusuf.

Meski sebelumnya sempat dirawat akibat Covid-19, Yusuf Mansur menegaskan bahwa Syekh Ali Jaber sudah dinyatakan negatif Covid-19, sebelum akhirnya meninggal dunia.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Muhammadiyah Didirikan di Yogyakarta, Bagaimana Awal Mulanya?

Berikut profil Syekh Ali Jaber, dikutip dari laman Yayasan Ali Jaber Indonesia.

Ulama kelahiran Madinah, 3 Februari 1976 ini memiliki nama lengkap Syekh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di usia yang masih sangat muda, yaitu 11 tahun, Syekh Ali Jaber telah hafal 30 juz  Al Quran dan mulai berdakwah di masjid-masjid.

Hal ini tak lepas dari peran ayahnya yang selalu memotivasi untuk belajar ilmu agama dan Al Quran.

Baca juga: Trending di Twitter, Mengenang 20 Tahun Kepergian Riyanto

Hijrah ke Indonesia

Kepala Staf Keperesidenan Moeldoko menjenguk ulama Syekh Ali Jaber di kediamannya yang berada di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (15/9/2020).Doc KSP Kepala Staf Keperesidenan Moeldoko menjenguk ulama Syekh Ali Jaber di kediamannya yang berada di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (15/9/2020).

Semua jenjang pendidikannya, baik formal maupun non-formal ditempuh di Kota Madinah.

Pada 2008, Syekh Ali Jaber hijrah ke Indonesia dan meneruskan dakwahnya.

Metode dakwahnya yang lembut pun mendapat respons besar dari masyarakat Indonesia.

Ia pun giat berdakwah dari kota hingga pelosok daerah.

Baca juga: Ancaman Kelaparan dan Potret Kondisi TKI di Malaysia Saat Pandemi Corona...

Pada 2011, Syekah Ali Jaber resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI).

Ia juga turut melahirkan banyak generasi penghafal  Al Quran, termasuk dalam salah satu program televisi untuk mencari anak-anak penghafal  Al Quran.

Pada 2016 lalu, sebuah pemandangan menarik tersaji saat tiga pencuri mencium tangan Syekh Ali Jabir.

Baca juga: Mengenang Ricky Yacobi dan Kiprahnya di Lapangan Hijau...

Korban penusukan

Ulama Syekh Ali Jaber menjadi korban penikaman seorang pria saat berceramah di Bandar Lampung pada Minggu (13/09).YOUTUBE SYEKH ALI JABER Ulama Syekh Ali Jaber menjadi korban penikaman seorang pria saat berceramah di Bandar Lampung pada Minggu (13/09).

Melansir Harian Kompas, 20 Agustus 2016, ketiga pencuri itu diketahui menggondol mobil Syekh Ali Jaber di kantor yayasannya.

Dengan tangan diborgol, ketiganya mencium tangan Syekh Ali Jaber sambil meminta maaf.

"Saya doakan semoga Allah mengampuni karena semua orang pernah berbuat salah. Yang penting jangan lupa shalat," kata Syekh Ali Jabir saat di Polda Metro Jaya.

Baca juga: Mengenang Sapardi Djoko Damono dan Karya Abadinya bagi Dunia Sastra Indonesia

Pada September lalu, Syekh Ali Jaber sempat menjadi korban penusukan saat berdakwah di Bandar Lampung.

Syekh Ali Jaber sempat menangkis serangan pelaku dan mengalami luka ringan di bahu kanan.

Di masa pandemi virus corona, Syekh Ali Jaber juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pada setiap dakwahnya.

Innalillahi wa innailaihi rojiun, Selamat Jalan Syekh...

Baca juga: Mengenang Sutopo Purwo Nugroho, Informan Kebencanaan yang Meninggal karena Kanker Paru


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X